Sejarah KeIahiran Sastra di Indonesia - Analisis - www.indonesiana.id
x

sejarah dan poskolonial

arief ramli

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Mei 2022

Rabu, 22 Juni 2022 14:00 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sejarah KeIahiran Sastra di Indonesia

    Bagaimana Sejarah KeIahiran Sastra di Indonesia?

    Dibaca : 231 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Banyak pendapat mengenai kapan Iahirnya sastra di negeri kita ini. Ada yang berpendapat karena bahasa Indonesia baru diIahirkan pada saat sumpah pemuda tahun 1928, makaUmar Yunus beropini bahwa kesusastraan Indonesia baru dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa sastra Indonesia lahir pada tahun 1920 melalui badan yang diberi nama "Balai Pustaka". Sebelum berlanjut, mari kita pahami dan ketahui lebih dulu apa itu sastra. Berikut beberapa pengertian dari para ahli.

     

    Plato menjelasklan vahwa sastra merupakan hasil tiruan atau gambaran dari kenyataan(mimesis). Hal tersebut berarti sebuah karya sastra harus berbentuk teladan alam semesta sekaligus menjadi model kenyataan kehidupan manusia sehari-hari.

    Pengertian sastra selanjutnya menurut Bapak Sapardi Djoko Darmono. "Sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium penyimpanannya. Selain itu, sastra juga menampilkan gambaran kehidupan manusiadan kehidupan tersebut berupa kenyataan.

     

    Selanjutnya kita beralih ke topik utama, yakni bagaimana sejarah asal muasal sastra di Indonesia. Umar Junus berpendapat dalam majalahnya yang berjudul "Medan Ilmu Pengetahuan", bahwa sastra ada setelah bahasa Indonesia ada. Mengapa demikian? Karena sebelum bahasa Indonesia muncul, masyarakat zaman dahulu menggunakan bahasa Melayu sebagai alat komunikasi tiap harinya. Selain itu, kelahiran sastra juga ditandai dengan adanya periodesasi. Apa itu periodesasi? Periodesasi atau pembabakan waktu merupakan salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman, atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau juga dibagikan dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuknya sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Periodesasi juga memiliki tujuan tersendiri, yaitu:

    1. Mempermudah mendapat sebuah gambaran

    2. Menyederhanakan kisah sejarah

    3. Memenuhi syarat sistematika ilmu pengetahuan

    4. Sebagai dasar penyusunan cerita sejarah

    5. Mengetahui peristiwa secara kronologis

     

    Periodesasi sejarah merupakan dasar penyusunan terhadap cerita sejarah. Penyusunan ini sangat dipengaruhi oleh para sejarawan atau pakar ahli. Periodesasi sejarah adalah hal yang bersifat subjektif. Tak jarang hal ini menimbulkan perbedaan pendapat yang disebabkan berbagai hal. Semoga artikel yang saya buat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

     

    Ikuti tulisan menarik arief ramli lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 596 kali