x

image: Lifehack

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 27 Juni 2022 23:28 WIB

Setiap Jaman Membawa Tantangan dan Peluang

Setiap jaman menyuguhkan tantangan dna peluangnya sendiri. Apa yang harus dilakukan oleh para (calon) orang tua untuk anak anaknya? Ikuti terus.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Bembang Udoyono, penulis buku

 

Parenting atau pola asuh tidak berada di ruang vakum. Ia terikat ruang dan waktu. Oleh karena itu ia selalu dinamis. Ia selalu mengikuti dinamika jaman.  Ada sebuah kata mutiara dari seorang ulama besar yang juga sahanat nabi Muhamamd saw yang sangat dihormati yaitu Ali Bin Abi Thalib.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jangan besarkan anakmu dengan cara orangtuamu membesarkanmu dulu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda. (Ali bin Abi Thalib)

Setiap jaman membawa tantangan dan peluang

 

Kali ini kita mendapat pencerahan dengan kalimat mutiara dari seorang yang linuwih dan pinunjul (memiliki kelebihan), seseorang yang arif bijaksana, terbukti dari pikirannya yang sangat visioner.  Bayangkan di abad keenam beliau sudah mampu membaca perkembangan jaman.  Sedangkan di masa itu perkembang masih sangat lambat.  Meskipun demikian pendapatnya mencerminkan pikirannya yang sangat cerdas.

 

Beliau sudah mampu membaca bahwa setiap jaman akan menyuguhkan peluang dan tantangan yang berbeda.  Maka pendidikan keluarga, pola asuh mesti disesuaikan dengan perubahan yang sedang terjadi agar anak cucu kita mampu menjawab tantangan jaman dan meraih peluangnya.

Sekarang kita hidup di jaman ketika perubahan terjadi secara eksponensial di berbagai bidang, baik iptek, finek, sosial, politik, dan budaya.  Coba lihat di awal tahun 2020 siapa yang membayangkan apalagi memikirkan tentang pembelajaran jarak jauh?  Ada sih tapi cuma satu dua pakar.  Mendadak kita orang Indonesia harus menyelenggarakan pendidikan formal di rumah secara maya.  Akibatnya semua orang tergagap.  Bagaimana cara mengajar, bagaimana cara belajar, bagaimana cara membiayai sekian juta pelajar yang belajar secara maya, masih menjadi persoalan pelik.    Terbukti bahwa cara pendidikan generasi baby boomers berbeda dengan generasi milenial, gen z dll.

 

Para pakar sudah meramalkan bahwa dunia kerja akan mengalami perubahan besar gara gara revolusi industri keempat yang ditambah oleh faktor Covid ini.  Konon katanya di masa depan akan banyak pekerjaan yang hilang dan akan tercipta banyak pekerjaan yang sekarang belum ada.   Ada yang meramalkan pada tahun 2030 perubahan itu sudah terjadi.  Dengan munculnya Covid mungkin akan dipaksa dipercepat. 

 

Generasi masa lalu mungkin terkejut dengan perkembangan kekinian.  Bayangkan perusahaan transportasi besar tidak memiliki satu kendaraanpun.  Jaringan hotel besar tidak memiliki satu kamarpun.  Penyedia konten besar tidak pernah menulis satu artikelpun.  Tapi untung mereka banyak.  Nah di masa depan yang dekat (in the near future) orang bisa bekerja di rumah sambil merawat anak atau orang tua tapi uang terus datang sendiri. 

pola asuh kekinian

 

Oleh karena itu orang tua jaman sekarang dituntut mampu mengembangkan pendidikan keluarga yang lebih baik daripada yang didapatnya dulu.     Melihat tantangan jaman yang demikian itu, maka pendidikan keluarga kekinian mesti dirancang agar anak anaknya mampu memiliki kreativitas sangat tinggi.

Maka sejak awal (calon) pasutri harus sudah menyiapkan garis besar haluan keluarga, atau rencana strategis pembangunan keluarga.  Paling tidak gagasan pokok tentang keluarga berkualitas  tinggi yang akan mereka bangun sudah harus ada.  Pendidikan keagamaan, pendidikan kreativitas, pembentukan karakter anak yang mandiri dan positif mesti ada. Hasil pendidikannya anak anak mesti memiliki karakter ulet, kreatf, proaktif, tidak hanya pasif.  Mereka diharapkan menjadi pemberi kerja, bukan pencari kerja. Pengambil prakarsa, bukan sekedar pengikut. Secara singkat pendidikan keluarga modern itu ibarat menyiapkan lahan subur.  Anak keturunan yang tumbuh diharapkan akan menjadi ”ulul albab”. 

Masalahnya di mana para (calon) orang tua belajar parenting?  Sampai sekarang mayoritas mereka tidak balajar secara formal di bangku kuliah.  Oleh karena itu dibutuhkan buku untuk mempelajari parenting.    

Karena itulah saya sedang menyiapkan sebuah buku untuk mendukung para (calon) pasutri modern membangun keluarga idaman.  Tidak menutup kemungkinan orang tua mereka, generasi ”baby boomer” ikut membacanya. 

Ringkasan

Setiap jaman menyuguhkan tantangan dna peluangnya sendiri.  Maka para (calon) orang tua harus memiliki pola asuh yang berbeda dengan cara yang dipakai oleh orang tuanya dulu.  Mereka harus mampu menyiapkan anak anaknya menjadi generasi yang unggul dan mampu mengatasi tantangan jamannya. Pendidikan agama di keluarga menjadi wajib. Demikian juga pendidikan karakter dan pendidikan ketrampilan berpikir. Parenting, karenanya, menjadi sangat penting.

 

 

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB