x

Chairil Angkatan 45

Iklan

Budi Saputra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2021

Kamis, 11 Agustus 2022 13:00 WIB

Memento Senja untuk Chairil

Lomba Puisi Teroka Indonesiana

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

(1)

Setelah hujan petang berlari seperti hewan tunggangan,

maka terbitlah cahaya itu. Cahaya seratus tahun memapah  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

sayap-sayap burung berpulangan. Cahaya yang menyapih

daun-daun dan benih-benih yang mulai tunas.

Tungkai-tungkai rusa mengenal jalan pulang dari makna

       pohon-pohon dan setapak yang bermandikan

       keringat  puisimu yang sublim. Membentuk sajak putih

yang lain dalam sebuah ruas abad tertata rapi dalam

bentang semesta ini. Komposisi udara, bersama

hutan-hutan tropis menghadap mata angin yang jingga.

Segenap aroma rempah bagai  mengenal aroma darah

      bohemian yang telah jauh lewat di rel yang panjang.

      Seekor kedasih telah lama meninggalkan  senja

di pelabuhan dengan menggemakan alunan sunyi

      menyelimuti hari-hari yang silih berganti  dalam luka

dan tawa manusia. Di dunia ketiga, perang  dan sekam hari

      yang merah telah lama berlalu dengan para serdadu

berhamburan bagai manik-manik lepas

di ladang-ladang keniscayaan.

 

2)

Dengan penuh haqqul yaqin, bahwa akulah sajak  yang kini

melintasi kebun-kebun ranum.  Bagai seekor kuda putih

       kemiri di bawah langit Tuhanmu. Tak hilang bentuk

       dan tak  remuk, tapi hela napas dan keras tapal  berlari

menapak jalan sunyi yang lembab ini, sungguh  ingin melepas

dahaga dalam timbunan makna doa yang pernah kau

ucapkan penuh khidmat. Aku ingin terus berlari menuju

pedalaman negeri asing. Menyibak pintu musim

dan meletakkan keping riwayatmu yang masyhur dalam

       sebentuk misykat di dinding-dinding petilasan manusia.

Sekalipun sebesar dzarrah perjuanganmu, sekalipun sebesar

roti jewawut impianmu  menggenggam peta sebuah pagi

sebening porselin dengan seekor kuda beserta pelananya,

maka semua telah disimpan, maka semua telah dicatat.

       Di  negeri zamrud khatulistiwa, orang-orang akan

senantiasa mengenangmu dalam api puisi, dalam api cinta,

dalam makna yang kekal beribu tahun  matahari menyiram  

      segenap tanah perjuangan.  

 

 2022

 

.

 

 

Ikuti tulisan menarik Budi Saputra lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler