Keluarga adalah Indonesia - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Koleksi Pribadi: Photo by Digital image.

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 05:54 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Keluarga adalah Indonesia

    Artikel cinta Bumi Indonesia. Karena Indonesia adalah keluarga. Salam Indonesia Merdeka, saudaraku.

    Dibaca : 608 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Setiap pagi riuhlah obrolan di meja makan keluarga. Suara bahagia seputar meja makan bersiap menempuh tugas kewajiban kepada tujuan sebagaimana mestinya. 

    Adik ke-sekolah. Kakak ke-kampus. Bunda mungkin ke-kantor, atau bergiat di rumah. Ayah mengajar, ke-kantor, atau sesuai profesinya.

    Obrolan di meja makan, sampai pada bermacam kegiatan masing masing, makin seru, saling bertanya tentang hal pendidikan, bidang pekerjaan hingga seputar kegiatan di dalam rumah. Interaksi antar tetangga dari berbagai usia. 

    Tanpa terasa telah sampai pada hari jadi Republik Indonesia, ke-77 tahun. 17 Agustus 1945-2022. Indonesia adalah keluarga. Pertumbuhan sebuah bangsa, merdeka, berdaulat. 

    Edukatif, terus memupuk laju pertumbuhan berbagai sektor kehidupan, kebudayaan, keilmuan. Mewartakan perdamaian nurani diri kepada semesta cita cita kebangsaan.

    Mengibarkan pencapaian prestasi para pelajar. Orang muda terus tumbuh berkat keteladanan dari generasi sebelumnya, kepada kini, lanjut ke akan datang. 

    Itu sebabnya pula kewajiban bagi manusia dewasa terus memberi bimbingan perilaku kesantunan, tutur kata, inteligensi, akalbudi, di berbagai bidang moral keilmuan. Berkewajiban pula menolak kultus identitas negatif.

    Alangkah indahnya melihat negeri hijau nyiur melambai, tanpa polusi. Langit biru membentang bagi semua anak bangsa. 

    Telah mencapai, setara, menempuh tujuan, keindahan ruang ruang pendidikan dasar, menengah, mencapai pendidikan tinggi. Hingga, perbatasan ke perbatasan negeri tercinta ini. Sebuah harapan.

    Tak perlu bersuara keras tentang 'aku', ataupun, 'kamu', paling berjasa membangun sebuah negeri di atas awan awan. Pahlawan telah lahir memberi makna kebaikan di kebenaran. 

    Tak sekadar olah kata niskala opini tak bermanfaat, bagai kusir memecut kuda tak terperi, sekadar berlari dalam deru campur debu, akhirnya terperosok ulah sendiri. Korupsi atau melanggar tata kelola aturan publik. Jangan ya.

    Demi tertib hukum untuk kepentingan berbangsa, ayo, mencipta keberhasilan membanggakan, disektor apapun, bersama, bergiat di negeri tercinta ini. 

    Namun, di sisi lain, moral oknum bermental koruptif, hal itu, bukan contoh baik bagi para pelajar, pemuda Indonesia, tengah menempuh pendidikan, peduli, membangun negeri tercinta ini. 

    Anehnya lagi, oknum koruptor kakap itu berpendidikan tinggi. Namun, gagal paham disektor moral edukatif. Enggak malu ya dengan almamater-mu. Insyaf-lah wahai koruptor.
    ***

    Sajak Elang Muda. 

    Terbanglah setinggi angkasa kau mau. Ke-semua benua di muka bumi ini. Kabarkan dengan lantang. Negeri adil makmur ini baik baik saja.

    Kibarkan. Benderamu! Kibarkan. Bendera kalian! Kibarkan. Benderaku! Aku, hanya ingin menjadi, aku. Karena aku-Indonesia Raya.
    ***

    Jabodetabek Indonesia, Agustus 13, 2022.

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.