Kerikil - Fiksi - www.indonesiana.id
x

image: Art by Szilajka

Suko Waspodo

... an ordinary man ...
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 22 Agustus 2022 18:36 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Kerikil

    Sastra, Fiksi, Puisi

    Dibaca : 467 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    waktu telah menjadi panik
    kita gerakkan dengan sangat cepat
    terlalu sering kewalahan
    kehilangan pandangan tentang karunia hidup
    kemewahan yang tak ternilai
    tidak bisa memutar kembali waktu
    tujuan sebenarnya tersembunyi
    di belakang gerendel dan kunci

    berhenti sejenak
    ambil saja kuncinya
    tutup matamu, hembuskan
    tenggelam dalam melodi hidup
    mendambakan sinar matahari
    hujan mengguyur atapmu
    hari-hari kegembiraan
    tidak pernah tersesat

    jadilah spontan dan bebas
    selalu melakukan hal yang tak direncanakan
    hargai taman mawar ini
    jangan biarkan itu lolos dari tanganmu
    antisipasi semua
    kemalangan dan kebahagiaan
    selalu rendah hati
    beri ibumu ciuman

    jangan anggap remeh
    setiap kerikil unik
    diperlukan untuk saluran
    aliran sungai kita
    yang berliku-liku
    ke tempat yang tak diketahui
    mengungkap permata itu
    yang menunjukkan engkau telah tumbuh

    maka ikuti selalu simfoni
    setiap gerakan dan ukuran
    bersantai dengan setiap jeda 
    karena itu membawa kesenangan abadi

    trofi dan harta karun yang mewah
    tidak  membuktikan engkau kaya
    mata ke surga
    bersyukurlah engkau sehat
    triliunan tidak dapat membeli
    sepuluh jari tangan, sepuluh jari kaki
    senyum malaikat
    hanya anak perempuan yang mengungkapkan

    penawaran tanpa pamrih
    payung untuk berteduh
    lengan panjang untuk kenyamanan
    saat suhu terasa pahit
    menahan pintu untuk orang asing
    dan orang-orang yang engkau kagumi
    baik, gerakan kecil
    berikan hidup ini lebih banyak lagi

    mataharimu sekarang terbenam
    bayangan terakhir dilemparkan
    air mata tidak akan berhenti mengalir
    bendera dikibarkan setengah tiang
    tetapi semua akan bersukacita
    saat engkau berbaring untuk beristirahat
    setelah menghabiskan setiap detik
    menjalani hidup dengan sebaik-baiknya

    jangan anggap remeh
    setiap kepingan salju harus mencair
    waktu selalu berputar
    kartu yang engkau bagikan
    hati sepenuhnya memerah
    tercapai semua impianmu
    kombinasi retak
    kunci meledak di jahitannya

    selesaikan simfonimu
    melalui bass dan treble
    membangun gunung yang sehat 
    dari semua kerikil ini

    ***
    Solo, Senin, 22 Agustus 2022. 11:53 am
    'salam hangat penuh cinta'
    Suko Waspodo
    suka idea
    antologi puisi suko

     

    Ikuti tulisan menarik Suko Waspodo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mukhotib MD

    14 jam lalu

    Kulihat

    Dibaca : 86 kali