Suka-suka Menjadi Guru - Hiburan - www.indonesiana.id
x

cover buku Suka Suka Menjadi Guru

Handoko Widagdo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 25 September 2022 06:25 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Suka-suka Menjadi Guru

    Kisah Lanny Anggawati yang dianggap anak PKI menjadi seorang guru dan berbakti kepada Nusa dan Bangsa.

    Dibaca : 1.905 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Judul: Suka-suka Menjadi Guru

    Penulis: Djie Siang Lan alias Lanny Anggawati

    Tahun Terbit: 2004

    Penerbit: Wisma Sambodhi

    Tebal: 200

    ISBN:

     

     

    Profesi sebagai guru adalah profesi paling mulia. Sebab guru berperan besar dalam menyiapkan masa depan seseorang. Gurulah yang memberikan ilmu pengetahuan, membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai penting bagi seseorang sebagai bekal masa depannya.

    Buku “Suka-suka Nebjadi Guru” adalah buku ketiga dari 6 buku seri tentang kehidupan Lanny Anggawati alias Djie Siang Lan. Setelah mengawali bukunya (jilid 1) tentang bagaimana ia ditempa oleh kekacauan keluarganya akibat G30S 1965, ia mengisahkan perjalanannya menjadi guru (jidil 2). Ia menuliskan pengalamannya kuliah di Sanatadharma Jogja sampai dengan lulus sarjana muda. Pada bagian ketiga ini, Cik Lan (demikian ia dipanggil), mengisahkan bagaimana ia haru menyelesaikan kuliah doktoralnya sambil bekerja sebagai dones/guru.

    Seperti dua buku sebelumnya, kisah-kisah tragis dalam hidupnya disampaikan dengan renyah dan penuh humor. Cik Lan memang orang yang bisa menertawakan dirinya sendiri.

    Sebagai guru/dosen, Cik Lan adalah sosok yang riang dan sangat akrab dengan para mahasiswanya. Namun demikian ia juga seorang guru/dosen yang memegang teguh kejujuran dalam proses belajar. Ia secara khusus mengisahkan salah satu mahasiswanya yang menyalahartikan kedekatan hubungan dengannya sebagai “tiket” untuk bisa seenaknya dalam ulangan. Cik Lan yang sudah memeringatkan sang mahasiswa untuk serius (tidak nyontek), malah dianggap candaan saja. Akibatnya, si mahasiswa harus keluar kelas dan tidak lulus. Sang mahasiswa harus mengulang mata kuliah tersebut pada semester berikutnya. Demikianlah seharusnya seorang guru. Akrab, tetapi memegang teguh disiplin dan kejujuran.

    Dalam buku ini Cik Lan juga mengisahkan bagaimana suka dukanya mendirikan Lembaga Kursus Bahasa Inggris “Columbia.” Lembaga kursus yang dirintisnya ini terbukti membawa berkah bagi anak-anak di Klaten. Melalui kursus inilah anak-anak SMA di Klaten dipersiapkan supaya bisa mempunyai bekal Bahasa Inggris yang memadai saat masuk perguruan tinggi.

    Kisah menjadi guru privat keluarga Pak Djoenaidi (Konimex) mengambil banyak halaman di buku ini. Cik Lan mengakui bahwa bukan dia yang sebenarnya menjadi guru, tetapi Pak Djoen, Bu Djoen dan anak-anaknyalah yang justru menjadi guru baginya. Sebagai pengusaha sukses dan mempunyai vivi sosial yang tinggi, Djoenaidi memberikan banyak pelajaran kepada Cik Lan. Kedermawanannya dalam membantu Cik Lan dalam mengembangkan Lembaga Kursus dan TK di Klaten sangat terbukti. Dalam buku ini juga dikisahkan bahwa Pak Djoen adalah pribadi yang suka bercanda.

    Selain dari kisah tentang pergumulannya yang penuh suka sebagai guru, dalam buku ini Cik Lan juga bercerita tentang kondisi kesehatannya yang kurang prima. Beberapa kali ia harus menjalani operasi untuk membetulkan bagian tubuhnya yang berulah. 703

     

    Ikuti tulisan menarik Handoko Widagdo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Bayu Lukmana

    Selasa, 8 November 2022 17:43 WIB

    Lagu Satu Jiwa Lambang Toleransi Keragaman

    Dibaca : 754 kali