Menengok Empat Masjid Tertua di China, Ada yang Dibangun oleh Sahabat Nabi - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Affan Ghiyatsa Hadiid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Oktober 2022

Jumat, 21 Oktober 2022 08:05 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Menengok Empat Masjid Tertua di China, Ada yang Dibangun oleh Sahabat Nabi

    Bagaimana sejarah, bentuk, dan kondisi empat masjid paling tua di China dulu maupun sekarang? Ada masjid yang sudah hancur tetapi dibangun kembali oleh dinasti yang berkuasa. Bahkan Dinasti Ming menyebarkan fatwa untuk melindungi Masji Qingjing dan umat muslim di negeri tirai bambu itu.

    Dibaca : 1.571 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Masjid adalah fasilitas umat Islam yang relatif mudah ditemukan di hampir semua kota di China. Masjid yang dibangun pertama kali di China ialah saat kekaisaran Dinasti Tang (618-907). Itulah saat Islam diperkenalkan dan disebarkan oleh pedagang– pedagang Arab. Pembangunan masjid itu juga karena adanya utusan Khalifah Utsman bin Affan, yaitu Saad bin Abi Waqqas dan 15 sahabat lainnya kepada Dinasti Tang .

    Masjid pertama kali dibangun di pemukiman Arab di Tiongkok, termasuk Beijing, Shanghai, Hangzhou, Quanzhou, dan Guangzhou. Hingga 2012 lalu terdapat setidaknya 45 ribu masjid di negeri komunis itu. Diperkirakan jumlah akan bertambah terutama di kota–kota yang sebagian besar penduduknya beragama Islam.

    Berikut kondisi 4 masjid tertua di China.

    1. Masjid Huaisheng, Guangzhou

    Masjid paling sepuh ini sudah berdiri sejak 1300 tahun yang lalu tepatnya pada 627 saat zaman Dinasti Tang (618-907). Huaisheng berarti “Mengingat Orang Bijak”. Penamaan ini bertujuan untuk menghormati Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam. Konon masjid ini dibangun oleh sahabat nabi, yaitu Saad bin Abi Waqqas.  

    Masjid Huaisheng pernah hancur dua kali, yakni pada 1350 dan 1695, namun dibangun kembali. Masjid ini menjadi salah satu tonggak keislaman di China yang paling penting. Luas Masjid Huaisheng adalah 3600 meter persegi dan tinggi sekitar 36 meter. Masjid ini memiliki perpaduan antara gaya arsitektur China dan Arab. Hal itu bisa dilihat [ada kaligrafi Arab yang terdapat di pilar maupun dinding masjid.

    2. Masjid Qingjing, Quanzhou

    Masjid Qingjing memiliki arti “Bersih dan Murni” dan dibangun pada tahun 1009. saat Dinasti Song (960-1271) berkuasa. Luas bangunan masjid ini sekitar 2500 meter persegi dengan gaya arsitektur Arab.  Di kota pelabuhan ini memang banyak pedagang Arab yang mukim.

    Masjid ini dibangun oleh seseorang Zheng He dan memiliki balai, aula, serta gerbang yang menghadap ke arah selatan. Pintu masjid ini terbuat dari diabas atau dolerite dan granit putih yang terdiri dari 4 gapura yang menyatu. Tak diketahui apa sebabnya, Qingjing pernah direkonstruksi pada zaman Dinasti Yuan (1271-1368) dan Dinasti Ming (1368-1644). Kaisar Zhu Di, yaitu kaisar ketiga dari Dinasti Ming, menyebarkan fatwa untuk melindungi Masji Qingjing dan umat muslim di China.

    3. Masjid Zhenjiao, Hangzhou

    Masjid Zhenjiao didirikan pada masa Dinasti Yuan dan pembangunannya dilakukan oleh Gubernur Zhinzeng yang menjabat dari tahun 1341-1368. Masjid ini pernah direnovasi pada zaman Dinasti Ming dan dan diperluas pada zaman Dinasti Qing. Hingga sekarang masjid ini dirawat oleh penduduk muslim setempat di Shanghai.

    Masjid Zhenjiao memiliki paduan gaya arsitektur China dan Arab yang bisa dilihat dari gerbang depan masjid, atap yang berbentuk pagoda, serta pada bagian menara masjid. Terdapat juga pintu depan yang bertuliskan “Qing Zhen Si” yang berarti masjid.

    Masjid ini juga dikenal dengan nama “Masjid Phoenix”. Masjid Zhenjiao memiliki bangunan seluas 1370 meter persegi yang mencakup area seluas 2600 meter persegi dan didalamnya juga terdapat peninggalan budaya dan prasasti yang kuno dari umat Islam China dulu kala.

    4. Masjid Libai, Yangzhou

    Masjid yang dikenal dengan sebutan masjid burung bangau, ini dibangun pada masa Dinasti Yuan, tepatnya tahun 1275. Sebutan burung bangau muncul karena desain masjid yang berbentuk paruh burung bangau yang besar. Masjid ini dibangun pertama kali untuk memfasilitasi ibadah para pedagang Arab yang datang, kemudian dibangun dua kali saat zaman Dinasti Qing.

    Masjid Libai memiliki pohon pinus dan gingko biloba yang diyakini berusia 800 tahun. Masjid Libai dibangun dengan dipadu kaligrafi China yang digantung di salah satu aula. Ada sekitar 3600 muslim di Yangzhou tetapi yang menjadi Jemaah tetap di Masjid Libai hanyalah 50 orang pada hari jumat.

    Selain 4 masjid diatas, terdapat juga masjid –masjid kuno yang lain tetapi sebagian mereka sudah hancur dan hilang. Sebagai contoh Kota Shuzou yang dijuluki “Kota Masjid yang Terlupakan” yang dahulunya terdapat lebih dari 10 masjid namun hingga detik ini yang bertahan hanyalah satu yaitu yang bernama Masjid Taipinfang.

    Ikuti tulisan menarik Affan Ghiyatsa Hadiid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Bayu Lukmana

    Selasa, 8 November 2022 17:43 WIB

    Lagu Satu Jiwa Lambang Toleransi Keragaman

    Dibaca : 753 kali