NIilai dan Peran Guru Penggerak - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

guru penggerak

Nina Septiningrum

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Selasa, 22 November 2022 08:59 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • NIilai dan Peran Guru Penggerak

    TERGERAK, BERGERAK DAN MENGGERAKKAN...

    Dibaca : 754 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kolaborasi  antara nilai dan peran guru penggerak dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara adalah seorang guru dapat menjalankan nilai dan perannya  sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam, yakni guru dapat menerapkan nilai mandiri dan reflektif. Sementara kodrat zaman yaitu guru dapat menerapkan nilai inovatif, kolaboratif, pembelajaran yang berpusat pada murid.

    Guru juga dapat mengimplementasikannya dalam  pembelajaran yang bermuatan pendidikan karakter seperti yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara dalam Trilogi Pendidikan, yakni  ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Pada refleksi koneksi antar materi, para calon guru penggerak mampu menghasilkan kesimpulan berdasarkan materi modul nilai dan peran guru penggerak serta kaitannya dengan modul  filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

    Setelah saya mempelajari modul, ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi saya (Model Refleksi 4P), meliputi:

    PERISTIWA

    Mengikuti program CGP dengan materi yang beranekaragam memberi pengetahuan yang bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru PPKn. Momen yang cukup menantang dalam proses pembelajaran di filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Hal ini membawa proses berpikir saya bahwa memahami filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagaimana seorang guru bertindak sebagai among yang menuntun muridnya mencapai kebahagiaan serta menghamba pada anak namun tetap mengedepankan kemandiriannya dalam berproses dengan bimbingan.  

    Menganalisa masing-masing nilai dan peran guru penggerak yang berkaitan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Koneksi antar materi tentang  peristiwa  yang saya temui diantaranya misalnya:  Dalam modul ini kami belajar bersama, berdiskusi dan mendapatkan dasar-dasar filosofis dari kegiatan pendidikan di Indonesia. Belajar tentang hakikat pendidikan, tujuan pendidikan, alat pendidikan, syarat pendidikan, prinsip-prinsip pendidikan, berdasarkan pada konsep-konsep pemikiran Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara.

    Mempelajari macam-macam konsep yang mendukung pada terealisasinya profil pelajar pancasila melalui peran aktif guru penggerak. Dari berapa konsep tersebut diataranya adalah:   Manusia’ tergerak; dalam memahami ini dibahas beberapa hal, misalnya: Kinerja otak (triune brain, berpikir cepat-lambat), Kebutuhan genetis (5 kebutuhan dasar manusia), serta tahap-tahap tumbuh kembang anak.

    Perasaan

    Penuh perasaan takjub saat saya memahami mengenai teori otak triune, berarti  three in one (Dave Meier, 2002: 83). Menurut teori otak ini, otak manusia di bagi menjadi tiga, yaitu otak reptil, sistem limbik, dan neokorteks. Dr.Paul Maclean mencetuskan konsep tiga otak dalam satu kepala (otak triune). Menurut teori ini, otak manusia sebenarnya terdiri dari tiga bagian otak. Otak reptil, otak mamalia, dan otak neo kortex.

    Ketika mempelajari 2 modul ini saya mendapatkan informasi yang sangat penting sekali dalam hubungan saya dengan murid-murid bahwa saya harus memperhatikan unsur kebahagiaan berperan dalam kesuksesan proses pembelajaran pada peserta didik serta saya harus peka untuk menggali kemampuan atau bakat anak agar dapat dikembangkan.

    Pembelajaran

    Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa mendidik dan mengajar  adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental , jasmani dan rohani. Hal positif yang bisa diterapkan di kelas/sekolah sesuai dengan budaya Jawa/ orang Banyumas yang berkarakter seperti tokoh Banyumas yaitu Semar/ Bawor yang sifatnya adalah suka momong, walaupun sakti beliau tidak pernah sombong dan selalu memperhatikan akhlak yang mulia (memperhatikan tata krama terhadap orang tua, juga sayang terhadap yang lebih muda, dekat dengan Tuhan). 

    Bekerja itu tidak hanya mengandalkan otak semata, tetapi juga dengan kerja keras, maka dibutuhkan keterpaduan kerja otot dan otak untuk hasil yang maksima, rajin, suka bekerja keras dan cekatan. Hal inilah yang sangat menginspirasi bagi diri saya sebagai guru.

     

    Penerapan

    Profil Pelajar Pancasila merupakan target dari pelaksanaan program guru penggerak. Guru Penggerak harus mampu membentuk siswa yang memiliki keinginan belajar sepanjang hayat. Dari Guru Penggerak itu juga nantinya diharapkan lahir pelajar yang memiliki jiwa pemimpin. Untuk itu guru penggerak harus dapat memberikan pendidikan yang holistic, mampu mendorong tumbuh kembang anak, orientasi Guru Penggerak harus berpihak kepada murid. Diharapkan juga mampu membuat guru menjadi mentor. Agar guru penggerak sendiri dapat bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesinya yang bukan guru penggerak, membuat ekosistem yang berdaya, selalu belajar berbagi.

    Selain itu salah satu Peran Guru Penggerak adalah menjalin komunikasi yang efektif dengan guru lain melalui komunitas praktisi, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Guru penggerak dapat mengajak rekan guru lain untuk menjadi tim untuk menggerakkan komunitas praktisi di sekolahnya.

    Untuk bisa melakukan amanah besar tersebut seorang guru terlebih dahulu harus paham benar beragam kompentensi utama dari guru penggerak, yakni memimpin pembelajaran, mengembangkan diri dan orang lain, memimpin manajemen sekolah, memimpin pengembangan sekolah. Ia harus memahami tentang nilai- nilai yang mutlak melekat pada sosok guru penggerak yakni, mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid.

    Ikuti tulisan menarik Nina Septiningrum lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.