x

Gambar oleh David Mark dari Pixabay

Iklan

Eki Saputra

Aktivis lingkungan dan penulis lepas. Seorang penikmat karya sastra dan film pendek.
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Selasa, 22 November 2022 18:10 WIB

Sampai Tiba Masa Disembuhkan Maut

kau api pertama, yang membakar hingga hangus tak bersisa tulang & nyaliku tanpa ampun,

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

kau api pertama,
yang membakar
hingga hangus
tak bersisa
tulang & nyaliku
tanpa ampun,

kau kapal berhantu,
terapung-apung sekarat
di atas samudra laraku
mengundang mara;
gelombang duka nestapa,
tak sehari pun kumau,

kau mimpi buruk,
berjatuhan bebas
& mengalir selaras
meringsak anak sungai tenang,
larat hingga mencapai
hilir masa depanku
yang buntu,

kau pedang,
sang penebas benih doa
ke mana pun kau lari
arah angin tak pernah ditemukan,
sebab alangalang harapan
rebah dihinakan,

siang jadi gulita, tenang jadi keresahan,
kemudian engkau berkeliaran dalam senyap
seperti penyamun yang mencari mestika
untuk direnggut paksa,

telah lama engkau mengancam,
akan menghadiahkan sekotak kenangan
berisi dua ratus ekor ular
untuk mengejar, menuntut,
membelenggu, mematuk,
tawa di hari-hari terakhirku,

sungguh air mataku
adalah kristal yang tak bermakna bagimu,
dan air matamu
adalah mutiara yang amat berharga bagiku,

bisakah kau sisakan padaku?
setidaknya ruang-ruang kosong
di sana 'kan kuukir aneka rasa
dengan cat hambar
dalam beragam bentuk & corak
agar kau ketahui
bagaimana wujud derajat kesedihan
paling tinggi,

kau sebatang gelisah runcing
dipakukan pada jantungku
sehingga debar
menjadi kutuk
yang hinggap abadi menemani,
sampai tiba masaku disembuhkan maut.

ES
06/11/2022

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ikuti tulisan menarik Eki Saputra lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan