Praktik Pinjaman Online dalam Perspektif Etika Komunikasi Bisnis - Analisis - www.indonesiana.id
x

pinjaman online

Yusuf Pazri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2022

Rabu, 30 November 2022 12:14 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Praktik Pinjaman Online dalam Perspektif Etika Komunikasi Bisnis

    Pinjaman online diminati banyak masyarakat karena tidak membutuhkan jaminan yang sulit, dan bisa dengan mudah dilakukan melalui telepon genggam. Pengguna yang mengakses aplikasinya dapat langsung mendaftar dan mendapatkan pinjaman melalui transaksi daring.

    Dibaca : 375 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Artikel ini bertujuan untuk membahas praktik pinjaman online dari perspektif etika komunikasi bisnis. Kemajuan teknologi berdampak bagi aspek kehidupan ekonomi masyarakat. Munculnya finansial teknologi dalam bentuk pinjaman online memberikan kemudahan untuk mendapatkan dana yang diinginkan dengan waktu yang singkat dan mudah prosesnya.

    Kegiatan pinjaman online bisa dilakukan dengan saling menjaga kepercayaan yang memiliki pengaruh besar terhadap reputasi perusahaan. Apabila perusahaan tersebut ilegal dapat memicu terjadinya tindak pidana seperti penipuan, pencucian uang atau penyalahgunaan data milik konsumen. Kondisi tersebut dipicu oleh masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai bisnis finansial teknologi.

     Pinjaman online diminati banyak masyarakat karena tidak membutuhkan jaminan yang sulit, dan bisa dengan mudah dilakukan melalui telepon genggam. Pengguna yang mengakses aplikasinya dapat langsung mendaftar dan mendapatkan pinjaman melalui transaksi daring. Pemohon tidak harus pergi ke bank, mengisi formulir dan persyaratan lain. Pinjaman online merupakan salah satu bukti kemajuan komunikasi bisnis. Pengguna cukup mengisi formulirnya secara online sekaligus melakukan proses verifikasi, kemudian mengajukan kredit sesuai jumlah dana yang dibutuhkan. Pengguna akan menerima pinjaman dana setelah proses pencairan atau persetujuan oleh perusahaan peminjaman oline.

    Di era teknologi modern semuanya serba mudah. Dengan modal yang sama, jika sebelumnya orang Indonesia sulit mendapatkan pinjaman, sekarang sangat mudah mendapatkan pinjaman. Salah satu yang memudahkan adalah platform penyedia pinjaman digital atau biasa disebut pinjaman online (pinjol). Sejak awal diajukan hingga dana sampai ke tangan nasabah, perusahaan pinjaman online hanya memerlukan waktu tidak lebih dari 24 jam. Keunggulan inilah yang membuat produk keuangan begitu cepat populer dan digunakan oleh semakin banyak orang dari berbagai kalangan.

    Sayangnya, tidak sedikit orang yang menggunakan produk pinjaman online ini secara tidak baik dalam pelunasan pinjaman online sehingga dibalik kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh pinjaman olnine. Dalam hal pinjaman online, biaya untuk administrasi yang dikenakan tidak transparan. Oleh karena itu, nasabah berisiko tinggi harus membayar utang lebih tinggi dari kontrak atau perjanjian saat awal melakukan peminjaman online. Selain itu, nasabah juga harus membayar biaya keterlambatan dan denda lainnya yang dinyatakan tidak masuk akal karena terlambat saat membayar pinjaman online.

    Keberadaan pinjaman online ini masih kontroversial karena rendahnya literasi keuangan masyarakat Indonesia. Hal ini tentu berisiko bahwa peminjam online untuk terjebak jeratan utang yang terlalu berat hingga tak mampu membayar cicilannya. Banyak berita yang tersebar di media, yang menceritakan berbagai ancaman yang akan mengintai kalau sampai tidak mampu melunasi cicilan pinjaman online. Kasus pinjaman online ilegal masih marak terjadi di Indonesia. Saat pemberian data diri pada pinjaman online membuat nasabah mudah dikejar-kejar oleh debt collector karena harus membayar utangnya di pinjaman online.

    Di dalam perusahaan pinjaman online terdapat jasa yang ditawarkan mulai dari menegosiasikan utang dengan pihak perusahaan pinjol, negosiasi dengan penagih utang (debt collector), restrukturisasi utang misalnya menghapuskan denda pinjaman dari tahihan utang, hingga membantu proses mediasi antara pemimjam dengan pihak pinjaman online guna meminta keringanan cicilan dan lain sebagainya sesuai dengan permintaan peminjam.

    Dalam menawarkan pinjaman online perusahaan pinjaman online mampu membujuk atau merayu nasabahnya dengan janji-janji menisnya sehingga tergoda untuk melakukan pinjaman online. Contohnya, dengan tergoda dalam menawarkan yang tidak masuk akal dari iklan pinjaman online dan janji manis untuk memberikan bunga yang rendah saat melakukan pinjaman online. Media promosi pinjaman online sangat banyak untuk promosi mulai dari iklan di youtube sampai di media sosial lainnya sehingga mebuat para pengguna media sosial tergiur akan halnya iklan pinjaman online.  

    Ikuti tulisan menarik Yusuf Pazri lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.