Tujuan dan Aspek dalam Keberhasilan Membaca - Analisis - www.indonesiana.id
x

Haekal Julianto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 April 2022

Rabu, 30 November 2022 18:12 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Tujuan dan Aspek dalam Keberhasilan Membaca

    Berdasarkan paparan materi yang sudah saya utarakan mengenai aspek-aspek membaca, sudah sepatutnya kita mengetahui bagaimana menghasilkan sebuah peserta didik yang berkualitas dengan tentunya dibekali pengetahuan mengenai aspek-aspek membaca tersebut. Aspek-aspek membaca ini pun terdiri dari mengenal tujuan membaca secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi membaca baik secara internal dan eksternal, delapan aspek proses membaca, dua aspek penting menurut Broughteen serta jenis-jenis pemahaman penting dalam aspek keterampilan membaca. Oleh karena itu, diharapkan kualitas peserta didik dalam literasi dan membaca meningkat karena adanya pengetahuan lebih mendalam mengenai aspek-aspek membaca ini.

    Dibaca : 464 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi dari sumber tertulis. Informasi ini diperoleh melalui proses pemaknaan terhadap bentuk-bentuk yang ditampilkan.

     

    Secara lebih khusus membaca sebagai suatu ketrampilan bertujuan untuk mengenali aksara dan tanda-tanda baca, mengenali hubungan antara aksara dan tanda baca dengan unsur linguistik yang formal, serta mengenali hubungan antara bentuk dengan makna atau meaning (Broughton, et.al., dalam Sue, 2004: 15). Berdasarkan maksud, tujuan atau keintensifan serta cara dalam membaca, Anderson dalam Tarigan (1979:9-10) mengemukakan beberapa tujuan membaca antara lain:

     

    1. Membaca untuk memperoleh perincian perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts).
    2. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas).
    3. Membaca untuk mengetahui ukuran atau susunan, organisasi cerita (reading for sequenceor organization).
    4. Membaca untuk menyimpulkan atau membaca inferensi (reading for inference).

     

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Membaca

     

              Menurut Susanti (2022: 6), faktor yang mempengaruhi keberhasilan membaca dapat disarikan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan kedua faktor tersebut faktor internal seseorang lebih dominan mempengaruhi keberhasilan membaca daripada faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan membaca adalah sesuatu yang ada pada diri si pembaca, seperti kesehatan fisik, terutama kesehatan mata, minat dan motivasi membaca, niat dan tujuan membaca, kebiasaan dalam membaca, dan skemata pembaca terdapat bacaan yang tersedia. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi hasil membaca adalah seperti bacaan yang digemari, keterbacaan wacana yang dibaca, dan lingkungan tempat membaca, seperti keberhasilan, kenyamanan, ketersediaan alat pelengkap ruangan tempat membaca, dan cahaya matahari atau lampu ruangan.

    Delapan Aspek Proses Membaca

     

    Burns, dan kawan-kawan (1984) menjelaskan bahwa dalam proses membaca terlibat berbagai aspek, meliputi:

    1. Aspek sensori: aspek kemampuan untuk memahami simbol-simbol tertulis.
    2. Aspek perseptual: aspek kemampuan menginterpretasi apa yang dilihatnya sebagai simbol atau kata.
    3. Aspek urutan: aspek kemampuan mengikuti pola-pola urutan, logika dan gramatikal teks.
    4. Aspek asosiasi: aspek kemampuan mengenal hubungan antara simbol bunyi dan antara kata-kata dan yang dipresentasikan.
    5. Aspek eksperiensial: aspek kemampuan menghubungkan kata-kata dengan pengalaman yang telah dimiliki untuk memberikan makna kata itu.
    6. Aspek belajar: aspek kemampuan mengingat apa yang telah dipelajari dan menghubungkannya dengan gagasan dan fakta yang baru dipelajarinya.
    7. Aspek berpikir: aspek kemampuan membuat inferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari.
    8. Aspek efektif: aspek yang berkenaan dengan minat membaca dan berpengaruh terhadap kegiatan membaca.

     

    Dua Aspek Penting Membaca Menurut Broughteen

     

    Menurut Broughteen ada dua aspek penting dalam membaca, yaitu:

    1) Keterampilan yang bersifat mekanis yang dianggap berada di urutan lebih rendah, di dalamnya mencakup pengenalan huruf, pengenalan unsur unsur linguistik (fonem, kata, frasa, klausa, kalimat, dll.), dan pengenalan hubungan pola ejaan bunyi, dan kecepatan membaca bertaraf lambat.

    2) Keterampilan bersifat pemahaman yang dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi, aspek ini mencakup dalam memahami secara signifikan makna atau maksud dan tujuan pengarang, mengevaluasi penilaian (isi dan bentuk), dan kecepatan membaca bertaraf fleksibel yang memudahkan penyesuaian dengan keadaan (Susanti, 2022: 8).

     

    Jenis-Jenis Pemahaman Penting dalam Aspek Keterampilan Membaca

     

                   Jenis-jenis membaca pemahaman tersebut, secara ringkas diuraikan seperti berikut ini.

    1. Pemahaman Literal: menurut Susanti (2022: 8), pemahaman literal adalah jenis pemahaman yang paling dasar untuk mencapai pemahaman yang lebih tinggi, yaitu membaca untuk memperoleh detail-detail yang efektif.
    2. Pemahaman Interpretatif: menurut Susanti (2022: 9), pemahaman interpretatif yaitu proses untuk memperoleh ide-ide yang tidak dinyatakan secara langsung dalam bacaan. Pemahaman interpretatif antara lain mencakup kemampuan (1) membuat kesimpulan, (2) membuat generalisasi, (3) mencari hubungan sebab-akibat, (4) membuat perbandingan, (5) menemukan hubungan antarproporsi.
    3. Pemahaman Kritis

    Menurut Susanti (2022: 9), pemahaman jenis ini ditandai kemampuan (1) membandingkan isi bacaan dengan pengalaman siswa sendiri, (2) mempertanyakan maksud penulis, (3) mereaksi secara kritis gaya penulis dalam menyampaikan gagasan-gagasannya.

    1. Pemahaman Kreatif: membaca kreatif adalah membaca yang melibatkan pencarian makna dibalik materi yang dinyatakan oleh pengarang (Burns, dkk., 1996: 293). Menurut Susanti (2022: 10), jadi, membaca pemahaman tingkat kreatif tidak hanya memahami makna tersirat (implisit) yang terdapat dalam bacaan, tetapi dalam kegiatannya melibatkan imajinasi pembaca.
    • Analisis: Menurut saya, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya mengenai paparan aspek-aspek membaca bahwa dalam generasi penerus bangsa Indonesia dimulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) sampai kepada Perguruan Tinggi (PT) harus sudah dibiasakan untuk mengetahui apa pentingnya membaca dan bagaimana aspek-aspek membaca yang harus dipenuhi agar informasi yang disampaikan dalam buku yang kita baca terserap dengan baik oleh para pembacanya.

     

    Ikuti tulisan menarik Haekal Julianto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.