Warisan APBD 2021 Kota Cilegon, Ada Pelaksana Proyek yang Belum Dibayar - Analisis - www.indonesiana.id
x

Foto Projek Gagal Bayar

Kang Nasir Rosyid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 6 Desember 2022 05:58 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Warisan APBD 2021 Kota Cilegon, Ada Pelaksana Proyek yang Belum Dibayar

    Kinerja Pemkot Cilegon Banten

    Dibaca : 628 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pelaksanaan APBD 2021 Kota  Cilegon Banten, telah meninggalkan satu legasi tentang buruknya kinerja Pemkot Cilegon  dalam pelaksanaan pembangunan. Hal itu ditandai dengan  penyerapan anggaran rendah, SILPA menggunung, projek gagal lelang dan projek gagal bayar.

    Tentang yang terahir (proyek gagal bayar) ini, BantenNews memberitakan sebuah fakta tentang dampak dari projek gagal bayar. Menurut BantenNews, beberapa pelaksana projek mengeluh pekerjaannya belum dibayar, pelaksana projek mengalami kerugian lantaran harus membayar bunga bank.

    "Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Alih alih berharap profit dari kue APBD, mereka saat ini justru terlilit fasilitas kredik perbankan atas pinjaman modal usahanya yang tak mampu dibayarkan lantaran belum mendapat [embayaran dari DPU-TR Cilegon hingga saat ini. Tidak tanggung tanggung, nilai bunganya kreditnyapun bahkan telah mencapai puluhan bahkan ratusan juta," kata sumber tersebut (BantenNews 14/ 7/22).  .

    Ya, itu akibat Pemkot Cilegon tidak bisa membayar pekerjaan fisik APBD tahun berjalan (2021), penyebabnya bisa jadi karena persoalan administrasi, bisa jadi karena memang projeknya belum/tidak selesai.

    Pihak pelaksana projek akan dibayar pada tahun berikutnya yakni tahun anggaran 2022, itupun belum bisa di bayar melalui APBD 2022 reguler lantaran tidak ada pos anggaran untuk itu, pekerjaan itu hanya bisa dibayar melalui APBD-P 2022.

    Ada juga pekerjaan yang sudah selesai, tapi karena tak kunjung dibayar pelaksana projek, material  pengaman jalan (guadrial) yang sudah dipasang kemudian di copot kembali oleh yang nge-sub pekerjaan itu.

    Setelah projek itu dilunasi pembayarannya oleh dari Pemkot Cilegon menjelang ahir tahun 2022 ini ternyata masih meninggalkan duka dan masalah. Pelaksana projek sudah menikmati pelunasan walaupun ada kemungkinan kepayahan membayar bunga  bank, karena tak sesuai kontrak.  Apalagi jika ada kolaborasi antara pemilik perusahaan dengan pihak lain --untuk tidak menyebut pinjam bendera --, ada kemungkinan perusahaan mengalami kerugian.

    Namun ternyata hal  ini membawa dampak ikutan bagi pegusaha perorangan yang ikut mengerjakan projek atau istilah orang kampung disebut nge-sub pekerjaan dari pelaksana projek. Hingga saat ini, per 1 Desember 2022,  masih ada yang gigit jari sampai jual mobil untuk membayar hutang material di toko bangunan. Sebabnya, dia belum dibayar oleh pelaksana projek. Inilah warisan berbentuk duka dari Pelaksanaan APBD Cilegon 2021.

    Saat ini umur APBD 2022 tinggal menghitung jari, anggota DPRD Cilegon mungkin sudah bisa membayangkan, kira kira warisan APBD Cilegon  2022 akan berbentuk suka atau atau duka.

    Ikuti tulisan menarik Kang Nasir Rosyid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.