Motor Karbu Anda Kurang Bertenaga? Berikut Cara Meningkatkan Performa - Urban - www.indonesiana.id
x

Harun Wisnu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Desember 2022

Rabu, 21 Desember 2022 17:32 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Motor Karbu Anda Kurang Bertenaga? Berikut Cara Meningkatkan Performa

    Di dalam pembahasan menjelaskan tentang motor yang dapat membantu pembaca tidak hanya informasi secara umum tapi secara detil permasalahan yang terjadi, jadi membatu pembaca juga jka memilki kendala

    Dibaca : 1.329 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Motor karbu Anda kurang bertenaga? Sering ketinggalan saat riding bareng? Solusinya mudah dan ramah di kantong! Simak sebab dan beberapa cara untuk meningkatkan performa motor karbu Anda! 

    Motor karbu memang terkenal dengan tenaga yang besar dan torsi yang sangat gede. Selain itu, motor karbu juga memiliki mesin yang bandel dan juga irit bensin. Salah satu motor karbu yang terkenal bandel dan irit adalah Ninja rr karbu dengan tahun produksi 2015.

    Mesin karbu juga tidak memiliki limiter yaitu gunanya untuk membatasi putaran mesin agar tidak melebihi kecepatan dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Tetapi apa yang menyebabkan mesin karbu kurang bertenaga? 

    Terdapat beberapa penyebab mesin karbu Anda kurang tenaga yang perlu diketahui. Tanpa berlama-lama simak ulasan berikut ini! 

    Filter Udara  

    Sebagai komponen yang menyalurkan bahan bakar, karburator yang kotor akan menghambat aliran bahan bakar dan membuat tenaga mesin ikut berkurang. Hal ini kerap disebabkan oleh filter udara yang kotor yang akhirnya menjadi tumpukan kotoran dan masuk ke dalam karburator.

    Selain itu, filter udara yang kotor juga akan menghambat masuknya udara bersih ke dalam sistem pembakaran bahan bakar, kedua kendala ini yang akhirnya membuat pembakaran menjadi tidak optimal dan membuat motor tearasa ngempos tak bertenaga. Saya sendiri pernah mengalami filter udara kotor dengan warna filter yang sudah berubah dari warna putih cerah menjadi hitam pekat. Sehingga motor menjadi tidak bertenaga dan tidak responsif saat di gas. 

     

    Kampas kopling 

    Di balik permasalahan pada inti mesin, masalah pada kopling juga harus diperhatikan karena bisa membuat motor ngempos ketika digunakan. Selain itu, keausan pada kampas kopling dapat memperlambat perputaran mesin dan menjadi tidak enak saat kita menggunakannya. Akhirnya seringkali kita engga menggunakan motor karena lamban dan tidak bertenaga. Untuk mengurangi masalah pada bagian ini, Anda harus rutin servis berkala supaya tarikan lebih enteng dan tidak ngempos. 

     

    Setingan klep 

    Ketika tenaga motor Anda mulai drop, hal yang harus lebih diperhatikan adalah melihat setelan klep pada mesin. Sebab, seiring pemakaian untuk jangka waktu yang panjang celah klep pada mesin dapat bergeser menjadi terlalu rapat. Jika klep terlalu rapat, maka pembuangan angin pada mesin menjadi tidak seimbang dan cepat boros. Akibatnya mesin menjadi cepat panas dan tarikan gas terasa berat saat digunakan. Ini juga dapat menimbulkan suara-suara gelitik pada mesin serta munculnya panas berlebih pada mesin saat motor menyala. 

    Mesin sudah optimal tapi ingin tenaga yang lebih? Simak beberapa ulasan berikut! 

     

    Mengganti karbu racing 

     Dengan mengganti karburator racing dari standar pabrik bisa bikin akselerasi motor karbu meningkat. 

    Karburator jadi perantara untuk proses pengabutan bensin sebelum masuk ruang bakar. Selain itu, menurut Denny Helen, dari B-Nana Racing, dengan mengganti karburator racing membuat proses pembakaran makin sempurna. Untuk pilhan karburator racing sangat beragam sekali dipasaran Indonesia sendiri, mulai dari harga 500-900 ribu. Untuk memilih karburator racing saya bisa merekomendasikan asal honda NSR SP, yaitu Keihin PE 28 atau Keihin PE 24 yang digunakan pada Honda Sonic, yang sering jadi andalan para mekanik pada brand motor ternama di Indonesia. 

     

     Lalu bolehkah pasang karburator racing dengan diameter yang lebih gede dibandingkan karburator standar? 

     

    Menurut laman web GridOto.com, untuk penggantian karburator dengan ukuran diameter lebih besar sah-sah saja atau boleh saja, tapi disarankan ukurannya tidak kelewat besa, karena tidak cocok untuk mesin yang standar. 

     

    Mengganti busi dengan iridium 

     

    Penggantian busi juga bisa membuat motor Anda lebih bertenaga. Karena jika menggunakan busi iridium mesin akan lebih fokus dan stabil karena percikan api yang bagus. Dan juga durabilitas yang dihasilkan juga lebih baik dari pada busi konvesional. Sebab itu, umur pemakaian busi ini lebih panjang dari busi-busi lain. Meskipun Anda mengganti busi iridium tenaga yang dihasilkan sudah pasti tinggi, tetapi busi ini tidak memerlukan tegangan listrik besar dalam memunculkan percikan api. Dan busi iridium dirancang sangat kecil sampai 0,4 mm, durabilitasnya lebih baik ketimbang busi standar.

    Tentunya umur busi iridium lebih lama diganti setelah menginjak 50.000 km pada motor dan 10.000 km pada busi iridium mobil. Fungsi busi sendiri yaitu untuk penghasil percikan api diruang pembakaran mesin kendaraan, busi dapat memicu kendaraan untuk menghasilkan energi. Tujuannya adalah untuk membakar udara dan mengkompresi bahan bakar kendaraan. Setelah bahan bakar terkompresi, mesin akan mengeluarkan energi untuk kemudian dapat dilajukan. Busi berbahan iridium akan meminimalisir keausan pada elektroda. Rata-rata elektroda pada busi iridium bisa dipakai hingga 100.000 mil, kemudian sebaiknya jika sudah lewat bisa menggantinya dengan busi yang baru. 

     

    Itulah beberapa cara yang bisa membuat untuk menambah performa motor karbu kita supaya tidak terasa “ngempos” dan ketinggalan di jalan dengan pengendara lain. 

     

    Harun Wisnu Putra, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya 

     

     

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Harun Wisnu lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 449 kali