x

Iklan

Andrie Hidayat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Juni 2022

Rabu, 28 Desember 2022 11:58 WIB

Berakar pada Marxisme, Apa Perbedaan Sosialisme dan Komunisme?

Marxisme juga dapat bertransformasi menjadi komunisme. Meskipun beberapa ada yang mengatakan bahwa komunisme merupakan wujud lanjutan dari sosialisme. Komunisme, juga dikenal dengan Marxisme-Leninisme, merupakan pemikiran Karl Marx yang dicampuri dengan pemikiran Lenin.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Marxisme merupakan suatu ideologi yang menjadi landasan bagi dua ideologi besar dunia, yakni sosialisme dan komunisme. Marxisme didasarkan pada pemikiran Karl Marx, berupa kritik terhadap sistem ekonomi negara yang berhaluan pada paham kapitalisme. Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menitik-beratkan pada pemerolehan keuntungan bagi sang pemilik modal.

Marx mengungkapkan bahwa terdapat suatu kesalahan dalam penerapan sistem ekonomi kapitalis. Menurutnya, kekayaan tidak diperoleh secara seimbang dan merata kepada semua anggota masyarakat. Hanya golongan tertentu yang memperoleh keuntungan dan semakin sejahtera, sedangkan golongan lain tidak demikian. Dari sini, Marx kemudian membagi masyarakat menjadi dua kelas sosial, yakni borjuis, dan proletariat.

Borjuis merupakan kelas menengah ke atas dari golongan masyarakat pemilik modal. Dalam praktiknya, borjuis lah yang memegang kendali alat-alat produksi. Sedangkan, Proletariat merupakan kelas para pekerja. Jika Borjuis yang mengendalikan alat produksi, maka Proletar yang mengoperasikannya. Tentunya di bawah kekuasaan Borjuis, karena Proletar tidak mememiliki kendali penuh atas alat produksi tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Paham Marxisme bertolak pada adanya pertentangan antara dua kelas ini. Hal yang paling mendasar dari pertentangan mereka adalah keuntungan hanya diperoleh kaum borjuis saja, sedangkan kaum proletar tidak memperoleh upah yang setara dengan tenaga yang dikeluarkan olehnya. Terlebih, upah yang harusnya diberikan kepada proletar, dialihkan dengan wujud keuntungan terhadap borjuis. Marxis menyebut ini sebagai penindasan terhadap proletariat.

Dimulai dari sini, Marx menganggap proletar harus melakukan revolusi dan merebut kendali alat produksi dari kaum borjuis. Tujuan dari gerakan ini adalah menghapus adanya kelas-kelas sosial dan menciptakan suatu bentuk sistem perekonomian baru bernama sosialisme.

Sosialisme adalah sistem ekonomi yang menekankan pada kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Dalam sosialisme, tidak ada hak milik pribadi atas alat-alat produksi dan semua kegiatan perekonomian diatur oleh negara. Sehingga hal ini diharapkan dapat mengurangi jarak kesenjangan antara sang pemilik modal dan kaum pekerja, bahkan bisa saja menghapus adanya kelas sosial masyarakat.

Marxisme juga dapat bertransformasi menjadi komunisme. Meskipun beberapa ada yang mengatakan bahwa komunisme merupakan wujud lanjutan dari sosialisme. Komunisme, juga dikenal dengan Marxisme-Leninisme, merupakan pemikiran Karl Marx yang dicampuri dengan pemikiran Lenin. Komunisme juga dapat diartikan sebagai paham yang berlandaskan pada kepemilikan bersama alat-alat produksi, dengan menghapuskan hak milik perseorangan. Untuk mewujudkannya, komunis perlu untuk mengambil alih alat produksi dari para borjuis dengan peran partai komunis.

Sekilas, sosialisme dan komunisme tampak serupa. Namun, ketika ditelisik secara mendalam, juga terdapat perbedaan pada keduanya. Komunisme sedikit lebih radikal daripada sosialisme. Satu contoh ketika dilihat dari sistem pemerintahannya. Sosialisme menggunakan sistem hukum yang berpusat pada negara, tetapi masih mempertimbangkan aspirasi rakyatnya. Berbeda dengan komunisme, keputusan pemerintahan berpusat sepenuhnya kepada negara. Tak jarang, beberapa penguasa di negara-negara komunis melakukan penindasan kepada rakyat yang tidak mematuhi aturan negara. Meskipun juga tak menutup kemungkinan, satu dua penguasa negara komunis juga tidak melakukan perlakuan frontal seperti penindasan.

Jadi, secara garis besar dapat dikatakan bahwa marxisme merupakan akar dari dua ideologi besar sosialisme dan komunisme.

Ikuti tulisan menarik Andrie Hidayat lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler