x

Siswa menghitung perolehan suara calon ketua OSIS

Iklan

Ratna Nisrina Puspitasari

Pengajar di SMP Negeri 1 Doplang
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Minggu, 5 Februari 2023 07:58 WIB

Belajar Berdemokrasi Melalui OSIS

Demokrasi sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah hak semua warga negara. Demokrasi bukan hanya tentang memilih atau pun dipilih, namun tentang proses pendewasaan diri, tidak terkecuali seorang siswa yang sedang belajar mengenali diri dan lingkungannya. Melalui demokrasi, siswa dapat belajar banyak hal, contohnya belajar menghargai orang lain dan belajar untuk menumbuhkan rasa percaya diri di dalam dirinya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Demokrasi sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah hak semua warga negara. Demokrasi bukan hanya tentang memilih atau pun dipilih, namun tentang proses pendewasaan diri, tidak terkecuali seorang siswa yang sedang belajar mengenali diri dan lingkungannya. Melalui demokrasi, siswa dapat belajar banyak hal, contohnya belajar menghargai orang lain dan belajar untuk menumbuhkan rasa percaya diri di dalam dirinya.

Salah satu kegiatan yang mencerminkan kehidupan berdemokrasi di sekolah dapat ditemukan di kegiatan-kegiatan organisasi yang berkembang di sekolah. Salah satunya melalui organisasi yang hampir di setiap sekolah ada yaitu OSIS. OSIS yang merupakan kepanjangan dari Organisasi Intra Sekolah adalah satu organisasi yang vital dalam menggerakan demokrasi di sekolah. Hampir di setiap sekolah, OSIS punya peran penting.

Lazim dijumpai kegiatan-kegiatan unik dan kreatif di sekolah yang inisiatornya adalah OSIS. Bahkan tak jarang mereka mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut tanpa campur tangan guru. Osis mampu secara mandiri melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut. Ini menandakan bahwa secara tidak langsung OSIS mampu mendewasakan siswa-siswa menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif. Sebuah hal yang positif dan perlu dijaga agar atmosfer positif yang sudah terbangun semakin berkembang ke arah yang lebih baik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sepak terjang OSIS yang demikian tidak dapat terlepas dari budaya demokrasi yang berkembang di setiap sekolah. Semakin demokratis sebuah sekolah, semakin baik pula sepak terjang setiap organisasi yang ada di dalamnya, khususnya OSIS. Termasuk pula di dalamnya dalam proses rekrutmen anggota OSIS, harus didasarkan pada nilai-nilai demokrasi. Artinya, semua siswa boleh untuk mengikuti rekruitmen anggota OSIS.

Kaderisasi OSIS

Semua siswa yang mendaftar dan mengikuti rekruitmen pun punya hak yang sama sehingga punya kesempatan yang sama untuk menjadi anggota. Idealnya tidak boleh ada diskriminasi sehingga hanya siswa tertentu saja yang dapat menjadi anggota OSIS. Jika memang harus melalui proses seleksi, maka sebaiknya panitia yang diberikan tanggung jawab dapat bersikap adil dan objektik yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Panitia juga harus transparan dalam setiap tahapan seleksi sehingga siswa yang terpilih benar-benar dapat mengemban tugas-tugas di OSIS.

Proses pengaderan OSIS memang bukan hal yang mudah. Perlu sinergi antara siswa dan warga sekolah agar OSIS benar-benar mampu berfungsi secara positif melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif. Sekaligus dapat memberikan contoh yang baik bagi siswa-siswa lainnya melalui kegiatan atau pun program yang dibuat oleh OSIS. Melalui OSIS lah aspirasi siswa dapat ditampung dan disuarakan, siswa boleh mengusulkan kegiatan-kegiatan yang ingin diselenggarakan di sekolah. Oleh karena itu, keberadaan OSIS diharapkan dapat menjadi media belajar siswa untuk belajar berdemokrasi dan mendewasakan diri ke arah yang lebih baik.

Ikuti tulisan menarik Ratna Nisrina Puspitasari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler