x

Iklan

Vina Melani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Januari 2022

Jumat, 17 Februari 2023 07:40 WIB

Ujian dalam Musibah

"Katakanlah kepada mereka yang memenuhi hatinya dengan pestimistis dan memenuhi alam sekitar kita dengan harapan kesempitan. Rahasia kebahagiaan adalah baik sangkamu kepada yang Menciptakan Kehidupan dan Membagi-bagi Rezeki." (Abdul Aziz Jasir, Lathaiful Quran wal Arabiyyah, hlm. 187)

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Siapa yang saat ini sedang merasa jiwa raganya sedang tidak baik-baik saja? merasa kondisinya sedang terpuruk, rapuh dan paling menderita. Ditinggalkan oleh seseorang yang paling dicintai, kehilangan harta dan jabatan, kehilangan mimpi-mimpi yang sedang diperjuangkan, kehilangan keluarga dan kerabat, bahkan parahnya kehilangan nikmat untuk beribadah.

Atau siapa diantara kita yang sedang merasa senang dan gembira, merasa lurus-lurus saja karena sedang memiliki harta berlimpah, dikelilingi orang tercinta, saldo rekening Unlimited, pekerjaan yang nyaman, bertemankan jabatan serta berada diposisi sukses karena berhasil mencapai tujuan.

 Dan semua kejadian yang membuat perasaan ini tidak baik-baik saja sedang saya alami saat ini, AlhamdulillahJ guru saya pernah berkata ‘berhati-hatilah jika kita merasa aman dan damai tanpa merasakan ujian’

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Musibah adalah segala sesuatu yang menimpa kita dan tidak menyenangkan. Baik dirasakan oleh lahir maupun batin, sedangkan nikmat adalah kebalikannya. Musibah dan nikmat adalah ujian. Rasulullah SAW, meminta kita untuk memliki 2 sifat :

  1. Jika diberi kesenangan dia bersyukur
  2. Jika diberikan kesulitan dia bersabar

Rata-rata kita pasti hanya ingat dengan kesulitan sebagai ujian namun nyatanya sebuah kesenangan pun termasuk kedalam ujian, karena tak jarang sebuah kesenangan membuat lalai dan lupa akan rasa syukur. Kita akan mudah merasa hebat karena telah sukses dan berhasil menggapai tujuan, padahal itu semua ada Izin dan Campur Tangan Allah didalamnya

Semua orang pasti pernah merasakan ujian dimanapun dan kapanpun. Berbagai macam jenis ujian menghampiri kita disetiap masanya dan sebagaimana kita berusaha menghindari hal tersebut, ujian akan tetap datang sesuai waktu yang sudah ditetapkan. Tapi ternyata ujian yang kita rasa sangat berat, dan tidak ada apa-apanya dibandiingkan ujiannya para Nabi dan Rasul.

Contohnya Bayangin aja deh ya, di jamannya Nabi dan Rasul itu belum ada teknologi sehingga kita akan berfikir bagaimana mereka berkomunikasi ya, memberikan kabar kepada saudaranya yang jauh ketika sedang dihadapkan ujian, pasti memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk memberikan notifikasi. Kita si mudah ya kalau lagi kena musibah minimal bisa berkabar dengan cepat memberikan informasi kepada keluarga dan kerabat secara sat-set-sat-set bahkan orang seperti saya kalau lagi ngerasa diuji update status di ig atau wa :D ya, tapi hebatnya, para Nabi dan Rasul kalau sedang mendapatkan ujian langsung koneknya ke Allah mereka langsung menyerahkan urusannya Kepada Allah yang Maha Kuasa agar Allah yang menyelesaikan permasalahannya.

Ada dua macam musibah :                                  

  1. Musibah terjadi karena kehendak Allah (gempa bumi/bencana alam, kematian, kiamat dll)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَ هَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ 

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah"

(QS. Al-Hadid 57: Ayat 22)

  1. Musibah terjadi karena perbuatan manusia (karena dosanya)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

Apakah ujian datang begitu saja tanpa tujuan? Untungnya yang menimpa kita senang atau kurang menyenangkan selalu memiliki alasan terbaik karena tidak ada perubahan yang sia-sia

Tujuan adanya musibah antara lain:

  • Musibah sebagai ujian

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-ankabut :

وَلَقَدْ فَتَـنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَـعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ

"Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta."

(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2-3)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman Al-anbiya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِا لشَّرِّ وَا لْخَيْرِ فِتْنَةً ۗ وَاِ لَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35)

  • Musibah untuk mengangkat derajat

Jangan sedih lagi ya ketika kita sedang merasa terpuruk, barangkali nama kita sedang Allah banggakan di hadapan penduduk langit dan  derajat kita Allah angkat karena mau bersabar menghadapi ujian-Nya

  • Musibah sebagai peringatan untuk memperbaiki diri

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

Cara belajar menghadapi ujian :

  • Terima dengan lapang hati

Walau sangat sulit, tapi seiring berjalan waktu hal ini akan mudah kita lakukan, percayalah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ 

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)

  • Yakini bahwa ujian akan menghapuskan dosa-dosa yang tidak bisa dihapuskan oleh amalan
  • Yakini bahwa setelah kesulitan ada kemudahan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"

(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)

  • Selalu berfikir positif atau husnudzon bahwa yang menimpa kita adalah sebuah kebaikan
  • Selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah berikan, karena Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

  • Berikhitar untuk menyelesaikan masalah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)

  • Berdoa memohon pertolongan-Nya
  • Asah jiwa kita dengan kesabaran

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

  • وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"

(Qs. Al-Baqarah : 155)

Ujian diberikan untuk mengukur Ruh kita sehat atau tidak, karena pada hakikatnya setiap manusia itu untuk diuji. ‘besarnya pahala tergantung besarnya ujian’ selamat ya kepada aku dan siapapun yang sedang merasakan sesak dadanya, gelap matanya, kakinya sulit melangkah, waktunya lama berputar, nikmatilah apapun kondisimu sampai kau merasa sangat berat menghadapi hari esok, pahala besar menanti mu. ‘setiap orang akan menemui hari terbaiknya, bersiaplah’

Wallahu’alam

Ikuti tulisan menarik Vina Melani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu