x

Iklan

Ariyo Rizky Valentino

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 September 2022

Minggu, 7 Mei 2023 09:06 WIB

Apakah Sastra Dapat di Tulis Oleh AI?

Seiring berkembangnya sistem teknologi, kita semakin sering dibuat was-was oleh kecanggihan teknologi yang siapa tahu, bisa merampas pekerjaan kita miliki. Teknologi yang baru-baru ini sangat sering di perbincangkan adalah AI, sebuah sistem yang bisa menjawab semua hal yang ditanyakan oleh penggunanya. Saya jadi berpikir, apakah AI bisa menulis bait puisi yang indah? Atau cerpen yang mengandung bumbu emosional didalamnya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bicara tentang AI, pastinya kita sudah tak asing lagi dengan "alat" tersebut. Dimana pengguna dapat bertanya, mencari informasi, bahkan memerintahkan AI seperti layaknya bos memerintah bawahannya. 

Di tengah perkembangan zaman yang ugal-ugalan, teknologi seperti ini sangat membantu umat manusia untuk mengerjakan tugas dengan mudah, bahkan tugas yang mungkin mustahil sekalipun.

Tapi, apakah benar semua tugas bisa diselesaikan dengan mudah oleh teknologi (AI)?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Disisi lain, banyak juga beberapa opini yang mengatakan bahwa AI adalah ancaman bagi manusia. Dimana posisi manusia akan diambil alih oleh "sistem" yang katanya, sangat luar biasa ini.

Mari kembali kepada judul yang sedang nongkrong diatas. Apakah Sastra Dapat di Tulis Oleh AI? Sistem yang katanya bisa menjawab semua pertanyaan dan perintah dari manusia? Menurut saya, itu sangat tidak mungkin terjadi.

Menurut saya pribadi, sastra adalah sekumpulan imajinasi, kreativitas, emosi, dan tata bahasa yang diracik sedemikian rupa dengan harapan terciptanya suatu keindahan yang memikat pembaca atau pendengar.

Maka dari itu, lagi-lagi menurut saya pribadi, saya yakin betul bahwa kecerdasan teknologi setinggi apapun tak akan mampu membuat sastra menjadi tunduk dengan AI. Karena pada dasarnya, AI hanyalah sebuah teknologi yang tak punya imajinasi, kreativitas, dan emosi. Tapi jika menyentil tata bahasa, mungkin AI berada satu langkah didepan dari manusia. Mungkin.

Para sastrawan saya kira tak perlu terlalu khawatir dengan perkembangan zaman seperti apapun. Karena sastra bekerja dengan otak dan perasaan, bukan sistem dan mesin.

Ikuti tulisan menarik Ariyo Rizky Valentino lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu