x

Iklan

Gilang Ramadhan

Penyair
Bergabung Sejak: 9 Mei 2023

Kamis, 11 Mei 2023 17:06 WIB

Sajak tentang Pagi


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Purnama mulai temaram dalam dekap

Menuju kaki bumi untuk tidur terlelap

Terdengar ayam jantan berkokok dengan lantang

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bangunkan jagung dan padi melawan rintang.

 

Katak dan ikan silih berganti mandi di atas kolam

Jangkrik-jangkrik masuk belukar habis begadang

Kulihat daun-daun lambaikan harapan terpendam

Ingin masuk sebagai bagian dari sajak yang akan usang.

 

Gusar hati melihat seekor tupai mengupas harapan

Sedangkan burung beo mengoceh agar diberi makan

Saat semut pekerja bahu-membahu buat jembatan

Agar serpihan roti bisa dibawa ke kerajaan.

 

Seketika mulailah burung berkicau riang

Matahari merangkak bagai lentera

Dibuatnya padi itu menguning gembira

Lantas dipanen untuk keluarga tersayang.

 

Pedagang memanggul keranjang di atas sepeda

Berisi harapan untuk dijual di pasar lelang bersama

Untuk makan keluarga sampai pergi tamasya

Hati senang pagi menjelma dewata yang bijaksana.

 

Anak-anak kian kemari melepas tawa

Gelak tawa hiasi sawarna penuh bahagia

Matahari gembira sebab duka sejenak perlina

Karena pagi adalah waktu untuk berbagi tawa.

 

Tukang bubur jadi orkestra paling meriah

Lambat-laun ibu menjelajah di pasar beli sayuran

Pindang, sambal goreng, tak lupa kerupuk kalengan

Jadi incaran untuk makan siang keluarga di rumah.

 

Kuakhiri sejenak sajak pagi ini

Bukan berarti pagi kehilangan makna presisi

Melainkan aku harus bantu ibu memasak 

Supaya aku bisa jadi penulis sajak.

 

Sudah itu saja.

Purwadadi, 2023

Gilang Ramadhan 

Ikuti tulisan menarik Gilang Ramadhan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler