PBB: Pencemaran Plastik Dapat Dikurangi 80% pada 2040 dengan Tindakan Tepat

Rabu, 17 Mei 2023 12:56 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, pencemaran plastik dapat dikurangi sebanyak 80% pada tahun 2040.

Sebuah laporan yang dirilis Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) pada tanggal 16 Mei 2023 mengungkapkan potensi penurunan plastik sebesar 80% pada 2040 jika langkah-langkah yang tepat diambil saat ini. Laporan yang diterbitkan The Guardian ini menyatakan masalah pencemaran plastik telah mencapai tingkat krisis global yang membutuhkan tindakan segera. Diperkirakan sekitar 11 juta ton sampah plastik mencemari lautan setiap tahun menyebabkan kerusakan ekologis serius bagi kehidupan laut dan ekosistem secara keseluruhan.

Namun, laporan tersebut memberikan harapan dengan menunjukkan bahwa dengan penerapan tindakan yang tepat, pencemaran plastik dapat dikurangi hingga 80% dalam waktu 17 tahun. Untuk mencapai tujuan ini, beberapa langkah penting perlu diambil.

Pertama, laporan tersebut merekomendasikan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dengan memperkenalkan kebijakan yang kuat. Beberapa negara dan kota besar telah melarang atau membatasi penggunaan kantong plastik, sedotan, dan wadah makanan sekali pakai. Tindakan ini bertujuan untuk mendorong penggunaan bahan alternatif yang ramah lingkungan dan mengurangi limbah plastik.

Kedua, perlu dilakukan investasi dalam infrastruktur daur ulang yang lebih baik. Daur ulang plastik menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan daripada membuangnya ke tempat pembuangan akhir. Diperlukan pembaruan infrastruktur daur ulang yang efisien dan inovasi dalam teknologi daur ulang untuk meningkatkan tingkat daur ulang dan mengurangi ketergantungan pada bahan plastik baru.

Selain itu, laporan PBB juga mendorong pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik dan mendorong perilaku ramah lingkungan. Pendidikan yang melibatkan masyarakat, terutama melalui media kampanye, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta, penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif pencemaran plastik dan mempromosikan praktik penggunaan plastik yang bertanggung jawab.

Para ahli lingkungan mendukung laporan ini dan menggarisbawahi perlunya kerjasama internasional dalam mengatasi masalah pencemaran plastik. Permasalahan ini tidak mengenal batas negara, dan kerjasama antara pemerintah, lembaga internasional, dan sektor swasta sangat penting untuk mengembangkan kebijakan yang efektif, bertukar pengetahuan, dan berbagi teknologi dalam upaya mengurangi pencemaran plastik.

Dalam kesimpulan, laporan dari UNEP ini menggarisbawahi urgensi penanganan pencemaran plastik dan memberikan panduan tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencapai penurunan pencemaran plastik sebesar 80% pada tahun 2040. Langkah-langkah ini meliputi:

  1. Kebijakan dan regulasi yang kuat: Pemerintah perlu menerapkan kebijakan dan regulasi yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, sedotan, dan wadah makanan. Langkah ini dapat meliputi larangan, pelanggaran, atau pengenaan pajak pada produk plastik sekali pakai, yang akan mendorong perusahaan dan konsumen untuk beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.
  2. Investasi dalam infrastruktur daur ulang: Dibutuhkan investasi yang signifikan dalam infrastruktur daur ulang yang efisien dan inovatif. Ini termasuk pembangunan fasilitas daur ulang yang canggih dan pembaruan teknologi untuk memungkinkan pemrosesan dan daur ulang ulang yang lebih efektif dari limbah plastik. Peningkatan tingkat daur ulang akan membantu mengurangi kebutuhan produksi plastik baru dan mengurangi jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan.
  3. Inovasi dalam desain produk: Perusahaan perlu mengadopsi pendekatan desain produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik dalam produk mereka. Ini dapat mencakup penggunaan bahan alternatif yang ramah lingkungan, pemilihan kemasan yang dapat dilakukan ulang, dan desain produk yang mudah dilakukan ulang. Dengan mengurangi ketergantungan pada plastik dan mendorong penggunaan alternatif yang lebih berkelanjutan, kita dapat mengurangi limbah plastik yang berakhir di lingkungan.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler