x

Congo Square pada abad ke-18 adalah tempat ritual musik yang dimainkan budak-budak kulit hitam dari Afrika.

Iklan

Puspo Lolailik Suprapto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Juli 2023

Kamis, 20 Juli 2023 12:04 WIB

Permainan di Balai Kota

Mari kita bangun dan suarakan kebenaran. Tuntut perubahan yang nyata, tak hanya kata-kata.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di balai kota tercinta yang indah,

Para pemimpin berkumpul dalam rasa bangga,

Berjanji merubah kota yang penuh dusta,

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tapi apa yang terjadi? Janji hanya jadi angin lalu.

 

Mereka bersumpah untuk bekerja tanpa henti,

Tapi tampaknya mereka lebih suka berpesta dan senang-senang,

Di balai kota yang megah, makan malam mewah,

Sementara rakyat menderita, kelaparan dan tergusur.

 

Janji manis keluar dari mulut mereka,

Tapi kenyataannya, mereka bermain-main di negeri dongeng,

Berjanji mengurus rakyat dengan cinta,

Tapi hanya memikirkan dompet penuh mereka sendiri.

 

Ketika pemilu datang, mereka datang berkampanye,

Dengan janji-janji baru yang menggoda,

Kami diberi harapan palsu, sekali lagi,

Ketika kebenaran sebenarnya adalah tipuan dan drama.

 

Mereka berbicara tentang transparansi dan kejujuran,

Tapi aksi mereka begitu jauh dari kenyataan,

Korupsi dan nepotisme merajalela,

Sementara rakyat terus tertekan dan menderita.

 

Di balai kota tercinta ini,

Bermain permainan politik yang busuk,

Rakyat menjadi budak dari elite,

Dan janji-janji manis hanya basa-basi.

 

Mari kita bangun dan suarakan kebenaran,

Tolak pembohongan mereka yang menyedot darah,

Satirkan mereka yang bermain-main di balai kota,

Dan tuntut perubahan yang nyata, tak hanya kata-kata.

- Lola, Surabaya Juli 2023.

Ikuti tulisan menarik Puspo Lolailik Suprapto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu