x

Narasumber INCQURST

Iklan

Tatang Hidayat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 2 Agustus 2023 19:10 WIB

STIQ ZAD Sukses Hadirkan Narasumber Seminar Internasional dari Berbagai Negara

Seminar ini merupakan salah satu bentuk kegiatan akademik yang bertujuan membuka wawasan pengetahuan para peserta seputar peran ulama Indonesia dalam studi Al-Qur’an dari berbagai bidang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

ZAD Media, Cianjur, 31/7/2023 - Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ZAD Cianjur sukses menggelar Seminar Internasional bertajuk "The Role of Indonesian Ulema in the Study of the Quran". Yang dilaksanakan 29 Juli 2023 di Auditorium STIQ ZAD, Cianjur, Jawa Barat. 

Adha Saputra, Lc., M.E selaku Ketua STIQ ZAD Cianjur mengatakan tujuan seminar ini supaya tidak melupakan peran ulama Indonesia dalam studi Al-Qur’an.

“Tujuan The 2nd International Conference Quranic Studies and Tafseer (INCQURST) 2023 digelar supaya tidak melupakan Peran Ulama Indonesia dalam Studi Al-Quran," ungkapnya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seminar Internasional ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh STIQ ZAD Cianjur dibawah koordinator P3M STIQ ZAD dan bekerjasama dengan BEM STIQ ZAD.    

"Insya Allah seminar ini akan menjadi acara tahunan demi terwujud salah satu dari 10 kriteria standar lulusan ZAD diantaranya memaparkan hasil penelitian dalam seminar parallel dan publikasi dalam jurnal atau prosiding," ujarnya.

Ketua Panitia Seminar Tatang Hidayat, M. Pd. dalam sambutannya menyampaikan seminar ini merupakan salah satu bentuk kegiatan akademik yang bertujuan membuka wawasan pengetahuan para peserta seputar peran ulama Indonesia dalam studi Al-Qur’an dari berbagai bidang.

“Seminar ini merupakan bentuk kegiatan akademik untuk membuka wawasan pengetahuan para peserta seputar peran ulama Indonesia dalam Studi Al-Qur’an dari berbagai bidang seperti qiro’at, tajwid, tafsir, studi manuskrip, tafsir mukhtasar di Indonesia dan Peran STIQ ZAD dalam membumikan Studi Ilmu Al-Qur'an di Indonesia,” ungkapnya. 

“Seminar Internasional ini juga merupakan wadah untuk berbagi gagasan dan inovasi antara para praktisi, akademisi, peneliti dan pemerhati pendidikan di Indonesia,” tutur Tatang Hidayat.  


STIQ ZAD menyelenggarakan seminar ini mengundang berbagai tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, & tokoh-tokoh mahasiswa. Seminar utama diselenggarakan dari pagi hingga siang dengan pemaparan makalah dari narasumber utama yang diramaikan dengan diskusi.

Seminar ini dibuka oleh Syaikh Prof. Dr. Abdussalam Al-Majidy, Lc., M.A. sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Qiroat dan Ulumul Quran Universitas Qatar sebagai pembicara kunci (Keynote Speaker) dengan memaparkan makalah perkembangan tafsir di Dunia Islam. 

Syaikh Prof. Dr. Abdussalam Al-Majidy, Lc., M.A. menjelaskan bahwa metodologi yang digunakan Nabi Muhammad Shallalhu ‘Alaihi Wa Sallam dalam mengajarkan Al-Quran ada dua, yaitu dengan menjelaskan makna lafadz Al-Quran dan tafsirnya.

“Manhaj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam mengajarkan Al-Quran ada dua, yaitu mengajarkan lafadz Al-Quran dan mengajarkan tafsirnya,” ungkapnya.

Pembicara internasional dan nacional yang hadir antara lain: Prof. Dr. Mohammad Lamatt Achinqity dari Mauritania memaparkan Perkembangan Tafsir di Dunia Islam (Negara Chinguetti, Mauritania adalah sebuah model). Dr. Nabil Ahmed Tarmom, Lc., M.A. Doktor lulusan Universitas Al-Azhar Cairo memaparkan peran ulama Indonesia dalam bidang Qiro’at. Dr. Saeed Abdullah Al-Katiry, Lc., M.A., Doktor lulusan Unviersitas Aden Yaman memaparkan peran ulama Indonesia dalam bidang Tajwid. Dr. Ammar Al-Gumaei, Lc., M.A., Doktor lulusan Universitas Islam Madinah memaparkan peran ulama Indonesia dalam bidang tafsir. Dr. Abdulkhaleq Al-Maswary, Lc., M.A., Doktor lulusan University of The Holy Qur’an and Islamic Science memaparkan studi manuskrip tafsir di Indonesia, Dr. Lira Erlina, Lc., M. Pd. Doktor lulusan Universitas PTIQ Jakarta memaparkan Tafsir Mukhtasar di Indonesia dan Dr. (C) Adha Saputra, Lc., M.E kanditat Doktor Universitas PTIQ Jakarta memaparkan Peran STIQ ZAD dalam Membumikan Studi Ilmu Al-Qur'an di Indonesia.

Syaikh Dr. Nabil Ahmed Tarmom, Lc., M.A memaparkan hasil penelitianya tentang peran ulama Indonesia di dalam ilmu Qiroat.  

Syaikh Dr. Ammar Al-Gumaei, Lc., M.A melaporkan data bahwa kitab tafsir yang pertama kali ditulis oleh ulama Indonesia lengkap 30 juz adalah Tafsir Turjmanul Al-Mustafid karya Syaikh Abdurrauf As-Singkili. Kitab tersebut ditulis dengan bahasa melayu dan menggunakan tulisan arab pegon.

“Kitab tafsir yang paling awal memuat seluruh surat Al-Quran di Indonesia adalah Turjuman Al-Mustafid karya Syaikh Abdurrauf Al-Fansuri As-Singkili. Kitab ini ditulis dengan bahasa melayu dengan tulisan arab  pegon,” tuturnya.

“Diantara kitab tafsir yang paling indah dan mendalam dari karya tafsir ulama Indonesia adalah Tafsir Marah Labid karya Muhammad bin Umar Nawawi Al-Jawi,” imbuhnya.

Kemudian beliau menjelaskan kenapa kitab-kitab tafsir ulama Indonesia tidak banyak dikenal di dunia Islam. Sebabnya adalah karena kebanyakan kitab tersebut ditulis dengan selain bahasa arab, sehingga hanya terbatas untuk bangsa Indonesia.

Narasumber selanjutnya ada Syaikh Dr. Abdulkhaleq Al-Maswary, Lc., M.A yang meneliti studi manuskrip-manuskrip tafsir yang ada di Indonesia. 

Selanjutnya Syaikh Dr. Saeed Abdullah Al-Katiry, Lc., M.A mengulas referensi kitab-kitab tajwid yang dipelajari di berbagai pondok pesantren di Indonesia.

‘’Ada sekitar 36 kitab yang  terkenal (unggul) diantaranya ada yang bersumber dari penulisnya sendiri dan ada juga yang berupa terjemahan dari bahasa arab yang berupa penjelasan dari manzhumah-manzhumah yang terkenal, seperti Manzhumah Tuhfathul Athfal yang ditulis oleh Imam Sulaiman Al-Jamzuri dan Manzhumah Muqaddimah Al-Jazariah yang ditulis oleh Imam Ibnu Al-Jazari dan Manzhumah Hidayatush Shibyan yang ditulis oleh Syekh Said Bin Said bin Nabhan Al-Hadhrami. Kitab-kitab ini dijadikan mata pelajaran di berbagai pondok pesantren di Indonesia,” ungkap Saeed Abdullah Ak-Katiry.

Dilanjutkan Dr. Lira Erlina, Lc., M.A. yang mengupas secara singkat tentang tafsir-tafsir ringkas yang dikarang oleh ulama asli Indonesia.

Acara seminar inti diakhiri dengan pemaparan pembicara terakhir yaitu Dr (c) Adha Saputra, Lc., M.E. tentang peran STIQ ZAD dalam membumikan studi ilmu Al-Quran di Indonesia. 

“STIQ ZAD didirikan dalam rangka mencetak kader-kader ahli tafsir yang hafal 30 juz Al-Quran. Para mahasiswanya ditargetkan mempelajari Kitab Tafsir Al-Mukhtashor 30 juz dalam 3 tahun dengan pengantar Bahasa arab. Selain itu STIQ ZAD juga menerbitkan jurnal ilmiah Bernama Zad Al-Mufassirin yang berfokus tentang kajian Al-Quran yang telah terakreditasi Sinta 4. Beliau juga menambahkan bahwa STIQ ZAD berusaha meningkatkan mutu Pendidikan dengan menjalin Kerja sama baik lingkup nasional maupun internasional, salah satunya dengan Akademi Tafsir yang bermarkas di Arab Saudi,” ungkapnya.

Seminar Parallel menjadi 7 kelas. 1 kelas diselenggarakan secara online, dan 6 kelas diselenggarakan secara offline. Adapun dalam seminar parallel dipresentasikan hasil penelitian dari para akademisi yang berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, IAIN Langsa, UIN Raden Mas Said Surakarta, STIBA Ar Raayah Sukabumi, STDI Imam Syafi’i Jember, Universitas Darussalam Gontor, Universitas PTIQ Jakarta, UIN Syarif Kasim Riau, Universitas Pelita Bangsa dan para mahasiswa tingkat akhir dari STIQ ZAD Cianjur.

Para presenter dan peserta seminar internasional ini memberikan apresiasi kepada terselenggaranya seminar internasional ini.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada STIQ ZAD Cianjur atas diselenggarakannya seminar yang luar biasa ini. Saya berharap agar kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun. Insya Allah, Kami dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor akan mengambil banyak manfaat pada tahun yang akan datang,” ujar Muhammad Anwar Aditya yang merupakan Ketua BEM UNIDA Gontor.

“Saya mendapatkan pengalaman, wawasan dan pengetahuan baru dari para pembicara yang luar biasa dan masyaikh hafidzahullah jami’an. Dan saya juga mendapatkan teman-teman baru yang menginspirasi saya untuk menjadi lebih baik lagi,” uangkap Ferdiansyah, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Panitia seminar telah menerima puluhan artikel dari dalam dan luar negeri dibahas pada seminar ini. Artikel-artikel yang terpilih akan dipublikasikan dalam ZAD Al-Mufassirin: Jurnal Ilmu Al-Qur’an & Tafsir yang sudah terakreditasi SINTA 4 dan terindeks bereputasi serta naskah lainnya akan diterbitkan dalam bentuk prosiding online. 

Seminar Internasional ini didukung oleh Bank Muamalat, PT Sketsa Prima Putra, PT Genki Pro Indonesia,  The Tamar Village, Hikmah Grafika, Quadra dan ZAD Media []

 

 

Ikuti tulisan menarik Tatang Hidayat lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB