x

Sekumpulan Sajak

Iklan

Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 4 Agustus 2023 15:31 WIB

Mungkin Matahari Malas Pagi Ini

Sepertinya gumpalan kesedihan ada dalam pikiranku berserah—mendedikasikan api di pembakar dupa kepada suara tangisnya yang semakin menggapai Tuhan apakah harus berakhir?—apakah harus secepat hari ini? - Silivester Kiik

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Karya: Silivester Kiik

 

Di pagi hari setiap kali membuka mata

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

mengalir cerita-cerita lama yang tak disembuhkan

seperti musim kemarau—menggugurkan daun-daun

menyesal tak dihiraukan angin muson timur.

 

Waktu begitu cepat berlari—tanpa pikir panjang kepada setiap napas

merobek tunas-tunas saat matahari terbit

tetapi di luar jendela—awan sibuk menutupi udara

mungkin matahari malas pagi ini.

 

Saat setitik sinar matahari mulai memeluk jendela yang terbuka

suara seekor pipit kecil mencapai telingaku

tetapi menyusuri taman kecil—di mana ia sedang meminta keheningan

untuk mencari air mata kepada induknya.

 

Sepertinya gumpalan kesedihan ada dalam pikiranku

berserah—mendedikasikan api di pembakar dupa

kepada suara tangisnya yang semakin menggapai Tuhan

apakah harus berakhir?—apakah harus secepat hari ini?

kepada:

batu!

tanah!

air!

dengarlah!   

 

Atambua, 03 April 2023

#SekumpulanSajak

#Buku_Puisi_Sebab_Sunyi_Tak_Lagi_Melahirkan_AirMata

#SilivesterKiik

 

 

Ikuti tulisan menarik Silivester Kiik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler