x

Presiden Jokowi pada saat menyampaikan dukacita atas wafatnya Tjahjo Kumolo. Sumber: BPMI Setpres.

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Senin, 21 Agustus 2023 13:29 WIB

Menanti Keputusan Presiden: Indonesia akan Stop Impor Aspal pada Tahun 2024

Tahun 2024 sudah berada di depan pelupuk mata. Apakah mungkin pak Jokowi akan segera memutuskan stop impor aspal ditunda sampai waktu yang belum ditentukan? Nun di sana, samar-samar, terlihat wajah-wajah sumringah dan ceria dari para importir aspal yang tersenyum lega, dan tertawa geli.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam kunjungan ke pulau Buton, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 27 September 2022 yang lalu, pak Jokowi telah memutuskan dengan tegas, Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024. Keputusan nekad dan berani ini telah diambil, setelah pak Jokowi melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa jumlah deposit aspal alam di pulau Buton sangat melimpah. Jumlahnya mencapai 662 juta ton. Sedangkan di sisi lain, Indonesia telah mengimpor aspal selama lebih dari 43 tahun. Dan pada saat ini, Indonesia mengimpor aspal sebesar 1,2 juta ton per tahun. Atau setara dengan US$ 900 juta per tahun. Pak Jokowi merasa sangat kesal dan marah sekali melihat kenyataan pahit yang sangat mengecewakan hati. Ternyata aspal Buton selama ini tidak mau dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengsubstitusi aspal impor.

Setelah pak Jokowi datang mengunjungi pulau Buton, dan telah memutuskan dengan spontan, Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024, apa tindak lanjutnya? Semua kementerian terkait heboh. Mereka telah diminta oleh pak Jokowi untuk segera melakukan persiapan-persiapan untuk menghadapi keputusan presiden akan stop impor aspal pada tahun 2024. Kementerian Investasi telah membuat Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis, Kementerian PUPR telah berkomitmen untuk membeli semua produk-produk aspal Buton yang ada di pasar, dan kementerian Perindustrian telah membuat Peta Jalan Hilirisasi Aspal Buton. Sementara kementerian-kementerian lain masih belum terdengar apa saja persiapan-persiapan dan rencananya ke depan.

Sejatinya, sebuah keputusan itu biasanya diambil berdasarkan atas dasar data-data dan informasi yang valid, akurat, dan dapat dipercaya. Kelihatannya keputusan pak Jokowi akan stop impor aspal pada tahun 2024 ini, hanya berdasarkan data-data bahwa deposit aspal alam di pulau Buton jumlahnya 662 juta ton. Dan informasi bahwa Indonesia telah mengimpor aspal sejak tahun 1980an, dan pada saat ini Indonesia mengimpor aspal sebesar 1,2 juta ton per tahun. Atau senilai US$ 900 juta ton per tahun. Sangat disayangkan sekali, pak Jokowi tidak mau berupaya dan berinisiatif untuk mencari dan mengumpulkan data-data dan informasi pendukung yang lain, dan yang lebih lengkap, melainkan dengan sigap dan cepat langsung mengambil sebuah keputusan. Kelihatannya ini merupakan keputusan yang reaktif. Sekarang rakyat mempertanyakan, apakah keputusan pak Jokowi untuk stop impor aspal pada tahun 2024 ini sudah tepat sasaran?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kemungkinan besar keputusan ini telah diambil dengan mempertimbangkan bahwa apabila impor aspal akan distop pada tahun 2024, maka secara teoritis dan naluri bisnis, pasti akan banyak perusahaan swasta, BUMN, dan para Investor yang akan segera berlomba-lomba untuk membangun pabrik ekstraksi aspal Buton guna memproduksi aspal Buton ekstraksi. Tetapi kelihatannya, fakta di lapangan tidak sesuai dengan pemikiran dan harapan pak Jokowi. Mirisnya, tidak ada satupun perusahaan swasta, BUMN, dan para Investor yang tertarik dan tergiur dengan iming-iming pak Jokowi ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin hal ini disebabkan karena pak Jokowi tidak memiliki cukup banyak data-data dan informasi yang lengkap mengenai apa permasalahan aspal Buton yang seutuhnya.

Data-data dan informasi apa lagi yang sejatinya harus pak Jokowi miliki sebelum mengambil sebuah keputusan yang penting dan bijak? Seyogyanya, pak Jokowi berkonsultasi dengan para menterinya yang lebih paham mengenai akar masalah aspal Buton. Disarankan pak Jokowi bertanya lebih dahulu kepada PT Pertamina dan PT Wijaya Karya yang telah bersinergi sejak tahun 2015 untuk memproduksi Aspal Hibrida. Seharusnya, pak Jokowi bertanya: “Mengapa sampai sekarang, PT Pertamina dan PT Wijaya Karya masih belum mampu memproduksi Aspal Hibrida? Apa inti masalahnya? Dan bagaimana saya, sebagai presiden Republik Indonesia, akan dapat membantu kalian, agar Aspal Hibrida mampu segera berproduksi secepatnya, masih di dalam pemerintahan saya yang akan berakhir pada bulan Oktober 2024?”.

Seandainya saja hal ini yang telah dilakukan oleh pak Jokowi dalam menyelesaikan masalah aspal Buton, maka sudah tentu tindaklanjutnya akan sangat cepat, tepat, dan terukur. Sejatinya, hal ini merupakan suatu kehormatan besar bagi PT Pertamina dan PT Wijaya Karya yang telah mendapatkan perhatian besar dari presiden untuk mengemban tugas negara guna mengsubstitusi aspal impor dengan Aspal Hibrida. Adapun Aspal Hibrida adalah aspal campuran antara aspal Buton ekstraksi dengan Decant Oil dari Pertamina. Aspal Hibrida ini adalah karya anak bangsa yang patut didukung dan diapresiasi oleh pak Jokowi, sebagai presiden Republik Indonesia.

Kelihatannya, keputusan Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024 telah dilakukan oleh pak Jokowi dengan terburu-buru, dan dalam keadaan tidak nyaman, geram, dan emosi. Pak Jokowi merasa sangat jengkel, dan murka melihat anak buahnya tidak bekerja dengan benar dan baik. Mengapa potensi aspal Buton yang sangat luar biasa besarnya ini telah diabaikan oleh pemerintah? Dan mengapa Indonesia lebih memilih untuk impor aspal yang harganya sangat mahal? Saking marahnya, pak Jokowi tanpa berpikir panjang lagi, telah memutuskan akan stop impor aspal pada tahun 2024. Sedangkan bagaimana dampak negatif dari keputusan tersebut, biar nanti para menterinya saja yang akan memikirkannya. Yang penting sekarang ini, sebuah keputusan presiden sudah dibuat.

Dengan asumsi pak Jokowi akan menghentikan impor aspal pada bulan September 2024, maka pak Jokowi tinggal memiliki waktu 12 bulan lagi. Apa yang sudah para menteri terkait persiapkan? Apakah pak Jokowi sudah menanyakan kepada mereka? Apakah pak Jokowi sudah puas dengan penjelasan dan keterangan mereka? Apakah masih ada hal-hal lain yang masih perlu dipastikan lagi, bahwa kebutuhan aspal nasional masih cukup untuk keperluan pembangunan infrastruktur jalan-jalan di seluruh wilayah Indonesia? Dan apakah aspal Buton sudah dioptimalkan untuk dapat dimanfaatkan guna mengsubstitusi aspal impor? Bagaimana dengan rencana untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton? Dan mungkin pak Jokowi juga perlu datang kembali ke pulau Buton untuk memastikan lagi, bahwa aspal Buton akan mampu 100% mengsubstitusi aspal impor yang berjumlah 1,2 juta ton per tahun.

Keputusan Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024 sudah diambil dengan sadar dan bertanggung jawab. Kelihatannya keputusan ini sudah merupakan harga mati. Tentunya pak Jokowi tidak mau main-main dengan membuat keputusan ini. Berita mengenai keputusan Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024 sudah viral di media-media massa. Hampir seluruh rakyat Indonesia sekarang sudah tahu. Para menteripun sudah berupaya sekuat tenaga untuk melakukan persiapan-persiapan menghadapi momemtum bersejarah ini. Dan sejatinya pada saat ini, semua rakyat Indonesia juga sedang menantikan dengan hati yang berdebar-debar. Yaitu; saat-saat yang akan membahagiakan bagi aspal Buton. Karena aspal Buton telah mendapatkan perhatian dan penghargaan yang sangat besar dari pak Jokowi.

Di balik semua harapan manis dan indah tersebut, terselip rasa miris, trenyuh, dan kuatir. Bagaimana jadinya apabila pak Jokowi nanti tidak jadi akan stop impor aspal pada tahun 2024?. Bagaimana nasib aspal Buton selanjutnya? Apakah aspal Buton akan menderita dan merana kembali? Rasa was-was ini timbul, karena tahun 2024 sudah dekat. Tahun 2024 adalah tahun depan. Sudah berada di depan pelupuk mata. Namun persiapan-persiapan pun kelihatannya masih nihil, dan belum ada bukti-bukti yang konkrit. Apakah mungkin pak Jokowi akan segera memutuskan stop impor aspal ditunda sampai waktu yang belum ditentukan?

Nun dari kejauhan di sana, samar-samar, terlihat sekilas wajah-wajah sumringah dan ceria dari para importir aspal yang tersenyum lega, dan tertawa geli.

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler