x

Iklan

zahra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Agustus 2023

Senin, 28 Agustus 2023 08:04 WIB

Alat Kontrol Nutrisi Hidroponik dari Tim PMM Kelompok 61 Gelombang 5

Alat Kontrol Nutrisi Hidroponik Sederhana merupakan alat yang bekerja untuk memonitoring kualitas air (ppm) dan memberikan nutrisi secara otomatis untuk tanaman hidroponik.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

(Sabtu, 12/8) Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu tim Mahasiswa UMM tergabung dalam PMM Kelompok 61 Gelombang 5 menciptakan alat pengontrol nutrisi sederhana untuk membantu perawatan bibit sayuran dengan sistem hidroponik guna memberikan hasil panen yang berkualitas untuk warga Perumahan Sengkaling Indah 1, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Warga Perumahan Sengkaling Indah I mendapatkan sumbangan bibit sayuran dari Dinas Lingkungan Hidup, diharapkan warga mampu melaksanakan ketahanan pangan dengan merawat bibit tanaman sayuran hingga panen. Namun, kendala yang dihadapi oleh warga juga muncul untuk melaksanakan hal itu.

“Di sini kan warganya banyak yang sesepuh, kebanyakan kerja juga pulang sore jadi bibit yang di kasih ya bisa dibilang kebanyakan mati,” ujar Bapak Imam Hidayat, S. Pd. selaku Ketua Rukun Warga (RW) 08, Sengkaling Indah I.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terkendala waktu dan usia menjadi halangan berat untuk melaksanakan ketahanan pangan. Selain itu, bibit yang disumbangkan diharapkan bermanfaat untuk kebutuhan nutrisi dan gizi warga Sengkaling Indah I.

Dengan permasalahan ini, Bapak Imam memutuskan untuk menanam bibit menggunakan sistem semi-hidroponik. Sistem itu yakni menggunakan tanah untuk tegaknya tanaman dan di bawahnya diberikan wadah untuk air. Hanya menggunakan galon bekas, beliau memanfaatkan barang tersebut untuk membuat pot semi-hidroponik dengan metode wick (sumbu).

Metode wick sendiri memanfaatkan sumbu atau kain flanel sebagai perantara membawa air dari bawah ke atas, sehingga tanah ataupun tanaman tetap mendapatkan pasokan air tanpa disiram.

Kendala lain muncul, warga jarang mengisi ulang air untuk pot tersebut. Sehingga sebagian tanaman menjadi layu karena kekurangan air. Hal ini menjadi permasalahan yang akan dipecahkan oleh Tim PMM.

Tim PMM menciptakan alat yang membantu melaksanakan misi tersebut. Alat tersebut bekerja dengan cara memantau tingkat nutrisi air dan memberikan nutrisi tambahan secara otomatis dengan bantuan sensor TDS. Menggunakan ESP32 Board, sensor TDS dapat menjadi patokan kapan nutrisi akan diberikan yakni ketika kualitas air di bawah 1000ppm.

Kegiatan pendukung lainnya yang tidak kalah penting dalam program tim PMM ini yakni membuat kolam hidroponik untuk menunjang alat serta memberikan nutrisi untuk semua pot semi-hidroponik dalam satu tempat. Kolam ini ditujukan kepada warga yang ingin merawat tanamannya namun memiliki waktu yang jarang dalam perawatan.

Kolam yang cukup luas diperlukan pompa air untuk meminimalisir kekeruhan dan memenuhi kebutuhan oksigen terlarut tanaman. Tim PMM membuat pompa manual menggunakan konsep hidrolik daripada menggunakan listrik. Mekanisme pompa air ini yakni menghisap air dari kolam dengan syarat tiada udara dalam pompa, kemudian di keluarkan kembali ke kolam.

Dengan adanya tiga fasilitas tersebut, diharapkan warga di Perumahan Sengkaling Indah 1 dapat memperoleh sayuran yang lebih sehat dan bergizi. Selain itu, alat pengontrol nutrisi sederhana tersebut juga diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Tim PMM juga memberikan pembekalan kepada warga mengenai sistem hidroponik. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan warga memiliki bekal ilmu jika ingin menanam sayuran atau tanaman lain di rumah dengan hidroponik.

Bagaimana menurut Anda? Apakah inovasi tersebut akan sangat bermanfaat untuk kebutuhan warga perkotaan?

Ikuti tulisan menarik zahra lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan