x

Biar Waktu yang Menyembuhkan Luka

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Rabu, 18 Oktober 2023 08:22 WIB

Tak Lagi Sama

Hingga pada akhirnya waktu berbaik hati untuk menyembuhkan luka.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hingga akhirnya waktu menjawab semua ini. Pertanyaanku sebelumnya. Aku sering bertanya saat berada di keheningan malam. Aku nikmati sepinya malamku. Setiap hari malam terasa sepi. Dingin dan menusuk.

Aku tanya, sampai kapan aku seperti ini? Aku butuh jawaban. Aku butuh kepastian. Kalau wanita ini bukan bagianku, segera pisahkan kami. Bawa dia pergi dariku. Ucapku begitu.

Semesta mulai bekerja mencari cara untuk memberitahuku bahwa wanita ini bukan seorang yang tepat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baiklah, tidak apa. Wanita ini memang ditakdirkan hadir di dalam hidupku untuk memberi pelajaran saja. Bukan untuk dimiliki karna memang bukan bagianku. Aku tidak berhak untuk itu.

Sekarang aku tidak akan lagi menunggunya. Walau sempat menjadi kegemaranku dan menggebu-gebu hatiku ini menanti kabarnya. Menebak apakah dia rindu padaku atau tidak. Ternyata dia datang saat dia merasa kesepian saja.

Lalu dia pergi lagi sesuka hatinya. Berhasil merepotkan hatiku yang aku kira dia juga cinta ternyata tidak. Ku kira perhatiannya karna menaruh rasa lebih. Harusnya aku sadar diri. Jangan terlalu bawa perasaan. Bisa aja dia senang becanda. Mungkin itu kesukaannya.

Apakah dulu dia pernah tersakiti? Merasakan sakit hati? Patah hati paling terhebat mungkin sudah pernah dia rasakan. Jadi menganggap aku akan sama seperti orang yang pernah melukai hatinya.

Hatiku lah yang dilukainya kali ini. Ya, mungkin aku pun dikirim padanya untuk menjadi pelajaran. Semesta ingin kami saling belajar. Bukan saling memiliki.

Jika suatu saat merindukan diriku yang dulu, ingatlah hari ini bagaimana caramu menyakitiku. Perkataanmu. Perlakuanmu. Ingat lagi. Dan aku sudah memaafkan segalanya.

Aku tidak marah.

Maaf, aku tidak akan pernah lagi sama. Aku berubah mulai hari ini. Tidak akan sehangat dulu. Semuanya sudah berakhir. Mungkin waktu "kita" yang sudah habis.

Jangan marah.

Kembali asing, bukan itu mauku. Tapi mungkin takdir kita. Tapi aku merasa itu karna ulahmu. Andai tahu caranya berempati dan menghargai perasaan seseorang yang tulus pada dirimu.

Seseorang itu adalah aku.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 16 Februari 2024 14:31 WIB

Terkini

Semangat

Oleh: Malik Ibnu Zaman

8 jam lalu

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 16 Februari 2024 14:31 WIB