x

Patah Hati

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 20 Oktober 2023 07:09 WIB

Patah Hati (Lagi)

Mulai merasakan krisis kepercayaan diri.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hari ini aku patah hati.

Aku masih sama. Seperti diriku yang biasanya. Aku menangis. Aku bersedih. Dan aku bersyukur untuk itu. Karna ternyata aku punya cinta dan merasakan cinta itu.

Tidak apa jika seseorang tidak menghargai cinta yang telah ku beri padanya. Itu urusannya. Urusanku adalah memastikan bahwa aku memberi dan menabur cinta. Ku pastikan bahwa diriku adalah pribadi penuh cinta.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aku pergi setelah aku tahu bahwa aku tidak dihargai. Keberadaanku dianggap tidak penting. Walau sekarang dia tidak terlalu pusing memikirkan hal itu. Kelak dia akan menyesali perbuatannya.

Aku pergi bukan sengaja agar dikejar. Aku memastikan bahwa ada batasan. Dan batasan ini aku yang membuatnya secara sadar. Karna aku tahu diriku begitu berharga. Seorang pun tidak ada yang boleh menganggap remeh perasaanku.

Dia mungkin bisa menolak cintaku. Atau mungkin mengusir keberadaanku saat hadir di dalam hidupnya. Tapi ku pastikan dia tidak akan mendapatkan kesempatan kedua.

Hari ini aku patah hati. Tidak masalah. Aku bersedih beberapa hari. Aku akan menangis. Dan aku tidak akan menahan airmataku. Ku biarkan jatuh satu per satu. Ku usap setiap tetes airmataku yang jatuh.

Ini patah hatiku yang kesekian kalinya.

Walau kadang aku jadi bertanya pada diriku, kurangku apa? Kenapa aku selalu disia-siakan? Kenapa aku dianggap remeh? Bagaimana caranya agar aku menjadi sempurna?

Aku bosan dengan penolakan. Aku bosan mendengar kata-kata kasar yang tak jarang ku dengar dari wanita yang tidak tahu caranya menghargai dan berempati.

Kadang aku jadinya memandang diriku terasa jijik. Apakah ini diriku? Siapa ini? Aku tidak mengakui diriku.

Aku mulai jadi krisis kepercayaan diri.

Tapi kenapa ya, aku tetap punya cinta? Kenapa setiap kali wanita hadir dan masuk ke dalam hidupku selalu saja aku bisa bersikap ramah? Kenapa aku tidak negatif thinking aja terhadapnya? Kenapa aku harus memberi cintaku yang tulus secara cuma-cuma.

Aku cukup heran memandang diriku. Udah disakiti tapi masih saja mudah memaafkan dan menerima kembali.

Patah hati kali ini aku harus belajar!

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan