x

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Kamis, 26 Oktober 2023 07:25 WIB

Memohonlah dengan Berdoa kepada Allah agar Menjadi Orang Beriman Sebelum Terlambat

Maka berdoalah menjadi orang beriman sebelum terlambat. Karena kelak menjelang hari kiamat nanti, orang-orang yang masih belum teruji imannya, diuji imannya oleh Al-Masih Ad-Dajjal.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Surah Al-Ankabut ayat 2 menegaskan:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji?"

Sejatinya menjadi seorang yang beriman kepada Allah dan ajaran-Nya, itu disebabkan rahmat Allah. Allah adalah sebab kita menjadi orang beriman, kita termasuk menjadi orang beriman karena kita dikehendaki oleh-Nya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lantas bagaimana agar kita menjadi seorang beriman menimbang kedatangan Hari Kiamat (Hari Kebangkitan) makin dirasa di depan mata, karena tanda-tandanya sudah bermunculan? Yakni dengan memohon berdoa kepada Allah "Ya Allah hamba mohon jadikanlah hamba termasuk orang yang beriman kepada-Mu, Malaikat-Mu, Rasul dan Nabi-Mu, Kitab-Mu, Ketetapan-Mu, dan Hari Kiamat."

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 186:

"Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Memang dampak dari memanjatkan doa tersebut sangatlah besar. Karena setelah kita memanjatkan doa itu, kita mengalami ujian Iman yang dahsyat. Jika kita lulus ujian Iman sebagai uji kepantasan layak tidaknya kita menjadi seorang beriman, maka kita termasuk golongan yang dipilih Allah seorang yang beriman. Namun jika gagal, itu disebabkan kita kufur nikmat. 

Sebagaimana jika kita memohon kepada Allah menjadi orang kaya, maka kita diuji kepantasan menjadi orang kaya, melalui cobaan kemiskinan dan hal lainnya berkaitan dengan harta. Jika kita memohon kepada Allah menjadi orang berilmu, maka kita diuji kepantasan menjadi orang berilmu, melalui cobaan kurangnya pengetahuan dan hal lainnya berkaitan dengan ilmu.

Jika kita memohon kepada Allah menjadi orang sabar, maka kita diuji kepantasan menjadi orang sabar, melalui cobaan yang menguji kesabaran kita. Jika kita memohon kepada Allah menjadi orang baik, maka kita diuji kepantasan menjadi orang baik, melalui cobaan yang menguji kebaikan tulus kita. Dan sebagainya ... dan sebagainya.

Allah akan menanamkan kita alasan yang rasional dan logis, apabila kita lulus dalam uji coba atas doa yang kita panjatkan, mau jadi orang seperti apakah kita seperti yang kita minta. Maka mohonlah kepada Allah yang paling terbaik, dengan menjadi orang beriman.

Karena orang beriman selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Allah. Allah melebihkan segala hal dan kemampuan kepada orang beriman diatas seluruh manusia lainnya, yang belum meminta menjadikan dirinya beriman. Sebagaimana bunyi surah Al-Imran ayat 139:

"Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin (orang beriman)."

Maka berdoalah menjadi orang beriman sebelum terlambat. Karena kelak menjelang hari kiamat nanti, orang-orang yang masih belum teruji imannya, diuji imannya oleh Al-Masih Ad-Dajjal. Jika ia teguh dalam keimanan, maka di hari kiamat ia selamat, namun jika ia gagal dalam ujian iman menghadapi angkara murka Dajjal, maka ia termasuk orang-orang yang celaka lagi sesat.

Allah membersihkan muka bumi dari orang-orang yang menutup hatinya dari kebenaran mutlak-Nya saat Dajjal terbunuh oleh Al-Masih Isa kedatangan kedua, seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an surah Al-Imran ayat 55:

"(Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.”

Apabila seorang muslim dalam keadaan wafat dan belum mengalami ujian iman, baik melalui doa kita kepada Allah atau tidak mengalami Zaman Dajjal. Maka saat wafat, seorang muslim tersebut akan mengalami fitnah kubur.

Dimana seorang muslim saat menjelang ajal, diuji dengan dahaga yang hebat, dan setan hadir dalam wujud seorang yang amat sang muslim cintai dan sayangi, menggoda sang muslim dengan iming iming air minum pelepas dahaga agar menjadi orang yang tidak beriman kepada Allah. Jika lulus dalam ujian ini, maka seorang muslim wafat dalam keadaan beriman. Namun jika tidak lulus, sungguh seorang muslim tersebut bernasib malang.

Demikianlah ... sejatinya kita dikumpulkan dengan orang yang memiliki keinginan yang selaras kualitasnya dengan kualitas keinginan kita, atau disebut dengan kalimat lain yakni satu frekuensi.

Maka tanamkanlah keinginan luhur, dengan menjadi orang beriman. Niscaya kita kelak di akhirat dikumpulkan dengan orang-orang yang berada dalam keselamatan yang kekal di sisi Allah. Sebagaimana bunyi Al-Qur'an surah Al-Muminun ayat 60:

"Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya."

Cimahi, 25 Oktober 2023.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu