x

Nanoteknologi. Gambar oleh pete Linforth dari Pixabay.com

Iklan

Janu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2023

Sabtu, 25 November 2023 13:58 WIB

Kuno yang Kini

Puisi ini bercerita menentang cara berpikir kuno/konservatif yang masih dipertahankan hingga kini. Pemikiran-pemikiran itu mengekang orang-orang masa kini untuk bertindak dan sudah seharusnya tidak dipaksakan. Orang-orang tengah berada di bawah kuasa stigma konservatisme. Puisi ini juga menggambarkan sebuah perasaan yang terbelenggu oleh perasaan-perasaan masa lalu. Luka masa lalu seharusnya tidak ditunjukkan untuk menakut-nakuti generasi saat ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mengingat abad dua puluh satu lebih seperempat

enggan pergi dan masih di sini

Tak ada yang sempat

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

dan kolotmu selalu menggangguku

 

Menimbang abad dua puluh satu lebih seperempat

masih di sini dan tak berempati

Tak ada lagi lauk dan tempat

sungguh tak ada lagi yang tersedia untukmu

 

Memutuskan abad dua puluh satu lebih seperempat

tak akan kujumpai kembali

Bulat tanpa ralat

dan tak ada sampai jumpa untukmu

Ikuti tulisan menarik Janu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu