x

Iklan

Bojes

Seorang Penggiat Alam Terbuka. Pendaki gunung dan Penulis.
Bergabung Sejak: 29 November 2023

Jumat, 8 Desember 2023 19:16 WIB

Kabut Ciremai

Sepilihan sajak cinta.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kabut Ciremai

Oleh : Bojes

 Lagi – lagi hujan turun rintih – rintih di desaku, Desa yang di teduhi besar Gunung Ciremai.

Aku senang jika hujan jatuh disini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Udaranya akan terasa begitu segar,

Hijau dedaunan seperti baru saja di cat kembali, dan aku, bisa berteduh di bawah halismu yang tajam itu.

Sejak kecil aku telah merasakan dingin dan hawa nafasnya menabrak ke tubuhku , angin gunung.

Walaupun tak setiup angin di lautan sana , Awan masih bisa tergeser, membentuk banyak pola, Dan ingatan akan sesuatu.

awan itu membentuk sebuah serigala ataupun angsa, walaupun seseringnya mewujud semar si tukang kentut. Tapi , Aku selalu tahu awan itu menggambar kita juga, kekasih. Ketika ia berselendang mesra di pucuknya Ciremai.

Apalagi saat senja akan mati,

Kumpulan awan terlihat samar, lalu menghilang.

Jangan salah, ketika malam hari, awan itu lebih erat memeluk sebuah gunung..

Kulitnya satu sama lain bersentuhan, dan terasa lebih syahdu Sama seperti kita berdua sedang menuntaskan teka teki rindu.

Lewat puisi – puisi yang aku tulis.

Sebab cahaya bulan hanya dapat menyelinap sedikit saja, untuk masuk diantara rambut hutan yang masih lebat.

Sebab rasa nafsu hanya dapat menengok sedikit saja, ketika kalimat puitis Hinggap di bibir mulutmu yang ranum.

Hujan selalu rintih di desa ku ,

Dan mendung yang menambah aroma cekamnya .

Mendung tidak pernah mau ketinggalan.

sama seperti seorang anak ber umur 3 tahun yang selalu ada, jika ibunya hadir disuatu tempat dimanapun.

Tapi aku, tidak bilang kalo mendung itu anak dari hujan.

Kamu tak perlu menyukai mendung.

Karena mendung selalu membuat mu meningkatkan kecepatan dan kecemasan.

Aku juga tak suka mendung, tak suka mencemaskanmu. Aku lebih suka kabut yang pura – pura misterius, menghadang jalan untuk menuju ke rumahmu, memberi wewangi Aroma tanah yang basah. Menyentuh kulitku dengan embun nya yang lugu.

Kabut selalu merasa dirinya itu maskulin Manggawangi hadir dan perginya hujan.

Padahal kabut sama seperti sifatmu yang perhatian. Kekasih

Ia merasa begitu, selalu merasa kuat, karena warna nya yang kelabu.

Padahal warna, tidak ada urusannya dengan rasa kasih sayang dan cinta

Kecuali untuk kenangan juga rindu , itu berwarna ungu, warna cat kamarmu.

Aku menyukai kabut, dia benda langit yang menyentuh bumi,

Awan yang turun ke daratan, Sama seperti hujan.tanpa ragu – ragu.

Kabut sering datang ke desaku, kekasih. Tepat di waktu mu mandi

Pagi hari atau sore tiba,

Itu kabut Ciremai. yang sering aku bicarakan, sesuatu yang membuatku cemburu. Tapi aku senang bersaing dengannya, aku sudah berteman dengan rasa dinginnya.

Jika boleh tau apa kamu tahu kabut itu ? Kabut Ciremai

Yang sering menghadangmu ketika kamu masih kecil, saat kamu berangkat sekolah..

Yaa , itu benar , itu Kabut Ciremai muda, warna yang masih solid keputih - putihan..

Kamu tahu berapa lama lagi umur kabut Ciremai ? mungkin ada di kisaran 6 tahun lagi dimana kita berdua sudah menikah dan beranak pinak. kabut ciremai akan mati !

ketika kamu tau rambut dari gunung ciremai saja akan hilang, kekasih

Majalengka, November 2023.

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Bojes lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu