x

Generasi melek internet

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Jumat, 8 Desember 2023 19:47 WIB

Sosialisasi Hilirisasi Aspal Buton kepada Generasi Milenial dan Gen-Z

Sejatinya generasi Milenial dan Gen – Z adalah penentu dari keberhasilan Pemilu 2024, dengan wajib memilih capres dan cawapres yang paham bahwa sejatinya hilirisasi aspal Buton itu harus menjadi prioritas utama dan pertama dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Portal berita cnbc.com tanggal 5 Desember 2024 menulis artikel berjudul Gen Z – Milenial Bangga! Anda Jadi Penentu Next President. Merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU) , Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional untuk Pemilu 2024 sebesar 204,807.222 jiwa. Dari jumlah kurang lebih 55 hingga 60 persen diantaranya merupakan pemilih muda atau sekitar 106.358.447 jiwa.

Fakta menarik dalam pemilu kali ini datang dari data Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) yang menunjukkan penentu masa depan Indonesia bergantung dari pilihan generasi milenial sebagai kontributor suara tertinggi, sebesar 33%. Dan generasi-X yang akan menjadi pemilih dengan jumlah suara terbesar kedua sebanyak 28%. Sementara generasi Z akan memegang peranan dalam pemilihan sebanyak 23% suara.

Adapun generasi – X adalah generasi yang lahir pada periode (1965 – 1980). Generasi Milenial adalah generasi yang lahir pada periode (1981 - 1996). Dan generasi – Z adalah generasi yang lahir pada periode (1997 – 2012). Hal yang wajar bila kelompok Milenial dan Gen – Z paling diincar menjelang Pemilu 2024, karena mereka memiliki potensi yang besar sebagai kelompok usia produktif yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kini, generasi Milenial dan Gen – Z mulai mempertimbangkan hak pilihnya, mereka tidak mau salah memilih yang berujung dengan golput (golongan putih). Alasan mereka untuk golput karena tidak yakin suaranya akan didengar ketika membela kebenaran atau keadilan. Banyak yang masih merasa bingung mencari informasi tepat, valid, dan terpercaya tentang berbagai capres mendatang.

Permasalahan generasi Milenial dan Gen - Z adalah mereka masih merasa bingung siapakah capres dan cawapres yang harus dipilih dalam Pemilu 2024 ini. Mereka ingin mendapatkan pencerahan dan penjelasan yang masuk akal, mengapa mereka harus memilih capres dan cawapres tertentu. Apa manfaatnya bagi mereka sendiri sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan akan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka merasa risau dan galau dengan banyaknya hutang negara yang harus mereka tanggung di masa yang akan datang. Siapakah capres dan cawapres yang mau memahami dengan jujur kegundahan dan keresahan hati mereka?

Salah satu strategi untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan program hilirisasi sumber daya alam, yang untuk pertama kali dicanangkan pada tahun 2010. Program hilirisasi mineral yang sudah dilaksanakan di dalam 2 periode pemerintahan pak Jokowi adalah baru hilirisasi nikel. Sedangkan masih banyak rencana hilirisasi sumber daya alam lainnya di era pak Jokowi yang masih belum mampu dan sempat diwujudkannya. Antara lain adalah hilirisasi aspal Buton.

Mengapa hilirisasi aspal Buton ini sangat penting untuk mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia? Karena apabila Indonesia sudah mampu berswasembada aspal, maka Indonesia tidak perlu impor aspal lagi. Indonesia telah mengeluarkan devisa negara sebesar Rp 22,5 triliun per tahun untuk impor aspal. Dengan demikian dana sebesar Rp 22.5 triliun ini akan dapat dimanfaatkan dan digunakan di dalam negeri untuk menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Bisakah kita membayangkan betapa besarnya dampak pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia dengan dana Rp 22,5 triliun per tahun?

Dan mirisnya lagi, Indonesia sudah 78 tahun merdeka, dan sudah 7 kali berganti presiden, tetapi Indonesia masih belum memiliki program yang konkrit untuk mau berswasembada aspal. Mengapa hal ini bisa terjadi, dan telah luput dari perhatian para capres, dan cawapres 2024? Hal inilah yang perlu dicatat, dicari tahu, dan didalami, oleh generasi Milenial dan Gen – Z untuk memastikan apakah sebenarnya yang telah terjadi dengan nasib hilirisasi aspal Buton selama ini.

Generasi Milenial dan Gen – Z pasti paham bahwa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan menciptakan sebanyak-banyak lapangan kerja. Apakah industri hilirisasi aspal Buton akan dapat menciptakan banyak lapangan kerja? Berapa jumlahnya? Apakah hanya di Pulau Buton saja? Atau merata di seluruh Indonesia? Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang bagus dan kritis. Mereka ingin tahu serinci mungkin, karena mereka memiliki visi yang jauh ke depan. Mereka tidak mudah percaya dengan kata-kata manis, dan janji-janji muluk. Mereka ingin mendapatkan penjelasan yang masuk akal, dan dapat dicerna dengan baik oleh nalar dan logika.

Potensi industri hilirisasi aspal Buton untuk mempercepat perekonomian Indonesia adalah sangat besar, karena memiliki multiplier effect yang sangat banyak sekali. Mungkin saking banyaknya, dalam tulisan ini hanya akan dijelaskan satu hal saja, yang paling dahyat dampaknya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apakah itu? Industri hilirisasi aspal Buton adalah simbol dari semangat dan kebangkitan: “Indonesia menjadi Tuan Rumah di Negeri sendiri”. Apa maksudnya?

Menjadi tuan rumah di negeri sendiri adalah memiliki kedaulatan. Kedaulatan artinya kekuasaan tertinggi. Kekuasaan yang tertinggi untuk membuat Undang-Undang dan melaksanakannya. Sedangkan kedaulatan rakyat berarti pemerintah mendapatkan mandatnya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dengan mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton, maka hal ini berarti aspal Buton telah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Aspal Buton sudah mampu mensubstitusi aspal impor. Keberhasilan ini harus mampu membangkitkan semangat dari produk-produk lokal lainnya untuk mensubstitusi produk-produk impor. Atas dasar keberhasilan aspal Buton mensubstitusi aspal impor, maka diharapkan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024 – 2029 akan membuat Undang – Undang untuk membangun dan mengembangkan industri - industri produk - produk lokal untuk mensubstitusi produk-produk impor. Silahkan dihitung berapa banyak lapangan kerja yang akan tercipta dampak multiplier effect dari hilirisasi aspal Buton ini.

Aspal Buton pada tahun 2024 akan genap berusia 1 abad. Tetapi aspal Buton masih belum mampu menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia lebih suka mengimpor aspal, daripada mau mengolah aspal Buton, yang merupakan sumber daya alam milik negara sendiri. Inilah permasalah krusial yang harus dipahami dengan baik oleh generasi Milenial dan Gen - Z. Silahkan bertanya terus, dan bertanya serinci mungkin kepada pemerintah. Tetapi kemungkinan besar, tidak akan ada seorangpun yang mau menjawabnya. Karena pertanyaan itu kuno, sudah ketinggalan jaman, dan sudah basi.

Oleh karena itu, mungkin ada baiknya kita ingat kembali, apa kata-kata bijak dari Presiden John F. Kennedy: “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negara”. Hal ini dapat diartikan: “Jangan tanyakan mengapa pemerintah yang lama, selama ini impor aspal terus, dan tidak mau memanfaatkan aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor. Tetapi tanyakan kepada pemerintah yang baru, apakah mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor?”.

Mungkin penjelasanan ini sudah cukup lugas, terang menerang, dan masuk akal, bahwa sejatinya generasi Milenial dan Gen – Z adalah penentu dari keberhasilan Pemilu 2024, dengan wajib memilih capres dan cawapres yang paham bahwa sejatinya hilirisasi aspal Buton itu harus menjadi prioritas utama dan pertama dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu