x

Bakal Capres tahun 2024

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Sabtu, 9 Desember 2023 20:37 WIB

Visi Aspal Buton: Menjadikan Indonesia Sebagai Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Pilihlah capres dan capres yang setuju dengan visi aspal Buton untuk menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah di negeri sendiri. Setuju untuk menjadikan: “Indonesiaku adalah Surgaku”.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pada saat ini adalah tahun politik, dimana Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden baru periode 2024 – 2029. Pesta demokrasi 5 tahun sekali ini telah diwarnai dengan berbagai macam adu gagasan, dan janji-janji manis untuk memakmurkan dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Adapun visi dari pasangan Anies – Muhaimin adalah: “Indonesia Adil Makmur untuk Semua”. Pasangan Prabowo – Gibran membawa visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”. Dan pasangan Ganjar – Mahfud mengusung visi ”Menuju Indonesia Unggul: Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari”.

Visi merupakan suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Atau dalam hal ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi bisa dikatakan visi menjadi tujuan masa depan NKRI. Visi berisi pikiran-pikiran yang terdapat di dalam benak para pendiri NKRI.

Mengutip berita dari menpan.go.id, yang menyatakan, visi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia adalah: ”Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong”. Anehnya, visi-visi dari para capres dan cawapres Pemilu 2024, kok berbeda ya? Bukankah seharusnya visi-visi dari ke 3a capres dan cawapres tersebut semuanya sama?. Seharusnya yang membedakannya adalah hanya misinya saja. Bagaimana strategi dan gagasan mereka untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdarakan gotong royong?.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengapa aspal Buton tidak pernah menyerah dan berputus asa untuk berteriak-teriak sekuat tenaga mengenai potensi aspal Buton yang sangat besar untuk mensubstitusi aspal impor? Karena Indonesia sudah 78 tahun merdeka. Dan sudah 7 kali berganti presiden. Tetapi mirisnya, aspal Buton masih belum mampu mensubstitusi aspal impor di usianya yang 1 abad. Ah, seandainya ke 7 presiden sadar dan paham bahwa visi presiden, sejatinya  adalah untuk mewujudkan  Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong, maka aspal Buton seharusnya sudah mampu mensubstitusi aspal impor sejak dulu. Apa buktinya?

Indonesia Maju adalah sebuah representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah simbolisasi dari Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan, dan kesatuan Indonesia.

Apa yang dapat kita pahami dari definisi Indonesia Maju di atas? Kata-kata yang harus kita catat dengan huruf besar dan tebal adalah: “Pancasila, Kedaulatan, Persatuan, dan Kesatuan”. Dan kalau kita peras lagi makna dari kata-kata ini menjadi sebuah kalimat, maka kalimat itu adalah: “Menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah di negeri sendiri”. Coba sekarang mari kita bayangkan bersama-sama, kita sedang membangun sebuah rumah idaman dan impian untuk anak-anak kita. Fondasinya terdiri dari “Pancasila”, lantainya terbuat dari “kedaulatan”, dindingnya terbuat dari “persatuan”, dan atapnya terbuat dari “kesatuan”. Dan kita menjadi “Tuan Rumah” di rumah sendiri. Bagaimanakah perasaan diri kita? Apakah mungkin ini adalah yang dimaksud oleh Nabi Muhammad SAW sebagai: “Rumahku adalah Surgaku?”.

Mungkin kalau aspal Buton bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden 2024, maka visi yang akan diusung adalah: “ Indonesialu adalah Surgaku”. Dan salah satu strategi dan misinya adalah mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor. Pemikiran ini seolah-olah sepele, tetapi sejatinya memiliki makna yang sangat besar. Apa maksudnya? Maksudnya adalah untuk mengkritisi ke 3 calon presiden pemilu 2024, bahwa sejatinya Indonesia masih dijajah secara ekonomi. Mengapa capres – capres ini tidak sadar diri dan mampu merasakan getarannya. Bukankah aspal Buton seharusnya sudah mampu mensubstitusi aspal impor sejak dulu? Tetapi mengapa sampai sekarang masih ini masih tetap menjadi penonton? Karena sejatinya, sampai saat ini Indonesia masih dijajah oleh aspal impor. Apakah para capres ini tidak tahu?

Aspal Buton memohon kepada KPU untuk mengadakan debat antar capres 2024 dengan topik: “Mewujudkan Industri Hilirisasi Aspal Buton untuk Mewujudkan Indonesia Maju”. Apakah mereka akan berdebat mengenai “Pancasila, Kedaulatan, Persatuan, dan Kesatuan?”. Yang terbayang adalah mereka pasti akan berdebat dan menyalahkan pemerintahan pak Jokowi, yang masih belum mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton di masa 2 periode pemerintahannya. Kemudian mereka akan mengajukan argumen-argumen bahwa hilirisasi aspal Buton dampak ekonominya adalah sangat kecil, apabila dibandingkan dengan hilirisasi nikel, dan hilirisasi mineral lainnya. Akhirnya, masa debat sudah habis, tanpa menghasilkan adanya solusi yang jelas. Setelah acara debat seleai,  apakah akan ada capres yang berani membuat kontrak politik untuk mulai mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton di dalam 100 hari masa pemerintahannya? Rasanya tidak.

Selama ini industri hilirisasi aspal Buton dianggap tidak penting, karena Indonesia sudah merasa sangat nyaman mengimpor aspal selama 45 tahun. Dan DPR yang seharusnya mempertanyakan hal ini, juga tidak tergugah hati nuraninya. Padahal kerugian Indonesia karena tidak mau memanfaatkan aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor adalah sangat besar sekali. Tetapi anehnya lagi, kok semua pejabat negara menutup mata atas fakta yang tidak terbantahkan ini? Bagaimana Indonesia bisa maju, kalau gajah di depan pelupuk mata saja tak tampak. Tetapi kuman jauh di seberang lautan, tampak?

Setelah mengamati visi – visi dari ke 3 capres dan cawapres 2024, ternyata berbeda dengan visi dari Presiden RI yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Jadi bagaimana dengan Pemilu 2024 selanjutnya? The show must go on. Silahkan dilanjutkan saja dengan visi masing-masing capres dan cawapres. Yang penting rakyat sudah tahu bahwa seorang presiden itu adalah manusia juga. Tidak sempurna. Bisa saja berbuat salah. Oleh karena itu rakyat harus mau memberikan masukan, pemikiran yang positip, gagasan, dan kritik yang membangun untuk kemajuan bangsa dan negara.

Kesimpulannya dari ke 3 capres dan cawapres 2024, siapakah yang paling siap mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor? Rasanya mereka masih bingung, aspal Buton itu apa sih?. Oleh karena itu, pilihlah capres dan capres yang setuju dengan visi aspal Buton untuk menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah di negeri sendiri. Setuju untuk menjadikan: “Indonesiaku adalah Surgaku”. Apakah anda setuju?

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu