x

Bakal Capres tahun 2024

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Kamis, 25 Januari 2024 08:13 WIB

Swasembada Aspal, Gagasan Trisakti Bung Karno

Swasembada aspal merupakan implementasi dari gagasan Trisakti Bung Karno untuk rumusan kedua: “Berdikari secara ekonomi”. Seluruh rakyat Indonesia sudah tidak sabar lagi ingin menyaksikan Indonesia akan mampu berdikari dan swasembada aspal.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Gagasan Trisakti Bung Karno memiliki tiga rumusan, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Apakah gagasan Bung Karno ini sudah diimplementasikan dengan baik oleh pak Jokowi? Khusus untuk rumusan kedua: “Berdikari dalam ekonomi”, kelihatannya masih belum. Indonesia masih mengimpor aspal sampai sekarang. Indonesia sudah 45 tahun lamanya mengimpor aspal. Dan mirisnya lagi, sampai saat ini Indonesia masih belum memiliki program yang konkrit untuk mau swasembada aspal. Bung Karno pasti akan menangis pilu dan tersedu-sedu, apabila mengetahui fenomena yang sangat menyedihkan dan menyayat hati ini.

Pada tanggal 14 Februari 2024, seluruh rakyat Indonesia akan mengadakan Pemilu 2024, dengan mencoblos capres periode 2024 – 2029. Ini adalah momentum yang terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperbaiki kesalahan - kesalahan Indonesia di masa lalu. Apa kesalahan Indonesia? Kesalahan terbesar Indonesia selama 78 tahun merdeka adalah Indonesia masih belum mampu mandiri secara ekonomi. Indonesia masih banyak mengimpor produk - produk kebutuhan pokok untuk pembangunan infrastruktur jalan - jalan. Dari semua produk - produk yang diimpor Indonesia tersebut, yang sungguh sangat memalukan adalah Indonesia sudah mengimpor aspal selama 45 tahun. Padahal deposit aspal alam di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, jumlahnya sangat melimpah. Apakah pak Jokowi selama ini tidak mau peduli sama sekali dengan gagasan Trisakti Bung Karno?

Dalam memilih capres periode 2024 – 2029, yang perlu mendapatan perhatian istimewa dari seluruh rakyat Indonesia adalah paslon nomor urut berapakah yang akan mampu mengimplementasikan gagasan Trisakti Bung Karno ini secara bertanggung jawab?. Apakah gagasan Trisakti Bung Karno ini sudah melebur di dalam misi dan visi dari masing – masing capres periode 2024 – 2029? Rakyat Indonesia harus lebih mampu memahami, dan mendalami lagi perihal gagasan Trisakti Bung Karno ini. Jangan sampai kita salah memilih presiden lagi. Karena gagasan Bung Karno untuk berdikari secara ekonomi ini adalah salah satu kunci utama keberhasilan Indonesia untuk mencapai cita-cita kemerdekaan: “Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera”.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengutip berita dari aminajadulu.com, visi paslon nomor urut 1 adalah: “Indonesia Adil Makmur untuk Semua”. Apakah gagasan Trisakti Bung Karno sudah ada di dalam visi ini? Di dalam misi paslon nomor urut 1, antara lain disebutkan: “Menyediakan Kebutuhan Pokok melalui Kemandirian Pangan, Ketahanan Energi dan Kedaulatan Air”. Mungkin misi ini dapat dianggap sebagai bukti nyata dari keseriusan hati paslon nomor urut 1 untuk mengimplementasikan gagasan Bung Karno. Khususnya untuk rumusan kedua: “Berdikari dalam ekonomi”. Apabila anggapan ini benar, maka swasembada aspal sudah tersirat, dan merupakan bagian yang terintigrasi dari misi paslon nomor urut 1.

Mengutip berita dari news.detik.com, visi dari paslon nomor urut 2 adalah : “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Apakah gagasan Trisakti Bung Karno sudah ada di dalam visi ini? Di dalam misi paslon nomor urut 2, antara lain disebutkan: “Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.  Mungkin misi ini dapat dianggap sebagai bukti nyata dari keseriusan hati paslon nomor urut 2 untuk mengimplementasikan gagasan Bung Karno. Khususnya untuk rumusan kedua: “Berdikari dalam ekonomi”. Apabila anggapan ini benar, maka swasembada aspal sudah tersirat, dan merupakan bagian yang terintigrasi dari misi paslon nomor urut 2.

Mengutip berita dari news.detik.com, visi paslon nomor urut 3 adalah : “Menuju Indonesia Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari”. Apakah gagasan Trisakti Bung Karno sudah ada di dalam visi ini? Di dalam misi paslon nomor urut 3, antara lain disebutkan: “Mempercepat Pembangunan Ekonomi Berdikari Berbasis Pengetahuan dan Nilai Tambah”.  Mungkin misi ini dapat dianggap sebagai bukti nyata dari keseriusan hati paslon nomor urut 3 untuk mengimplementasikan gagasan Bung Karno. Khususnya untuk rumusan kedua: “Berdikari dalam ekonomi”. Apabila anggapan ini benar, maka swasembada aspal sudah tersirat, dan merupakan bagian yang terintigrasi dari misi paslon nomor urut 3.

Dari data - data di atas, misi dan visi paslon nomor urut 1, 2, dan 3, kelihatannya semuanya sudah mencakup gagasan Trisakti Bung Karno. Tetapi paslon nomor urut berapakah yang paling bisa dipercaya dan diyakini oleh rakyat yang akan benar - benar mampu melaksanakan gagasan Trisakti Bung Karno tersebut? Memang tidak mudah untuk membedakan antara misi dari satu paslon dengan paslon lainnya. Sejatinya, harus ada pembeda yang jelas, konkrit, dan signifikan, yang akan menunjukkan dengan terang, paslon nomor urut berapakah yang memiliki prioritaskan tertinggi untuk mampu mengimplementasikan gagasan Trisakti Bung Karno ini. Khususnya untuk rumusan kedua: “Berdikari secara ekonomi”.  

Paslon nomor urut 1, menempatkan misi: “Menyediakan Kebutuhan Pokok melalui Kemandirian Pangan, Ketahanan Energi dan Kedaulat Air”, sebagai misi prioritas nomor 1, atau prioritas utama.

Dan paslon nomor urut 2, menempatkan misi: “Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru”, sebagai misi prioritas nomor 2. Atau misi setelah prioritas utamanya adalah: “Memperkokoh ideologi Pancasila, dan hak asasi manusia (HAM).

Sedangkan paslon nomor urut 3, menempatkan misi: “Mempercepat Pembangunan Ekonomi Berdikari Berbasis Pengetahuan dan Nilai Tambah”, sebagai misi prioritas nomor 3. Atau misi setelah prioritas utamanya adalah: “Mempercepat Pembangunan Manusia Indonesia Unggul yang Berkualitas, Produktif. Dan Berkepribadian”.

Untuk mengetahui paslon nomor urut berapakah yang sangat peduli dengan gagasan Trisakti Bung Karno, khususnya, mengenai rumusan kedua: “Berdikari secara ekonomi”, ternyata adalah paslon nomor urut 1, yang menempatkan prioritasnya di urutan pertama. Paslon nomor urut 2 menempatkan prioritasnya di urutan kedua. Dan paslon nomor urut 3 menempatkan prioritasnya di urutan ketiga. Mungkin kita merasa agak terkejut dengan hasil pengkajian dan analisa ini. Tetapi hal ini tentunya bukanlah merupakan suatu kebetulan. Karena antara misi dan visi itu saling berkait dan berhubungan. Apabila misinya sudah tepat sasaran, maka visinya akan tepat sasaran juga.

Swasembada aspal merupakan implementasi dari gagasan Trisakti Bung Karno untuk rumusan kedua: “Berdikari secara ekonomi”. Seluruh rakyat Indonesia sudah tidak sabar lagi ingin menyaksikan Indonesia akan mampu berdikari dan swasembada aspal. Tetapi langkah awal untuk menuju ke sana, kita harus memilih capres periode 2024 – 2029 terlebih dahulu, yang memahami dengan baik sekali gagasan Trisakti Bung Karno. Dan pastinya akan mampu juga untuk mewujudkannya. Menuliskannya di dalam misi dan visi saja, tidak cukup.

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu