x

Warga menyalurkan hak pilihnya

Iklan

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 15 Februari 2024 08:35 WIB

Quick Count, Ujung Tombak Terstruktur, Tersistem, dan Masif?

Siapa rakyat cerdas yang tidak tahu, bahwa tim quick count 2024 juga sudah menjadi ujung tombak pemenangan pihak tertentu. Pun sudah menyiapkan skenario pada saat KPU mengumumkan hasil real count Pemilu 2024, hasilnya akan dibuat signifikan. Bedanya hanya akan dibuat dikisaran 1 persen seperti Pemilu 2014 dan 2019?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Akademisi dan mahasiswa adalah pihak yang diharapkan untuk dapat membantu dan mengantar rakyat Indonesia lepas dari penjajahan pribumi, pembodohan, pemiskinan, dan penderitaan berkepanjangan. (Supartono JW.14022024)

Secara pribadi, saya tidak memihak paslon mana pun, tetapi secara hati nurani, cara-cara curang yang terstruktur, tersistem, dan masif, sudah menciderai demokrasi.

Saya tahu Pemilu 2014 dan 2019 tetap menjadi catatan berbagai pihak dan masyarakat tentang indikator kecurangannya. Sama dengan Pemilu 2024. Tetapi sebagai warga negara yang benar dan baik, saya selalu legawa dan tetap menjadi rakyat yang taat peraturan dan hukum di NKRI saat siapa pun yang akhirnya ditetapkan oleh KPU menjadi Presiden.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Drama 2024

Episode 1 Sandiwara Pesta Demokrasi di Indonesia khusus pencoblosan, sudah dipentaskan di seluruh Nusantara, Rabu (14/2/2024) sejak pagi hingga siang.

Episode 2 Sandiwara Pesta Demokrasi di Indonesia hasil pencoblosan, dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, hampir seluruh stasiun televisi menyiarkan quick count Pemilu 2024.

Apa hasilnya? Hingga pukul 18.00 WIB, sekitar 79 persen suara sudah masuk, tidak ada hasil quick count yang mengejutkan, karena seperti yang sudah dapat dibaca dari semua proses yang telah dijalani, berbagai pihak dan masyarakat sudah tahu jawabannya, sementara siapa yang diumumkan memenangi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Siapa rakyat cerdas yang tidak tahu, bahwa tim quick count 2024 juga sudah menjadi ujung tombak pemenangan pihak tertentu. Pun sudah menyiapkan skenario pada saat KPU mengumumkan hasil real count pemilu  2024, hasilnya akan dibuat signifikan. Bedanya hanya akan dibuat dikisaran 1 persen seperti Pemilu 2014 dan 2019?

Atas sandiwara itu, pihak yang memesan, bahkan sudah menyiapkan tempat khusus, untuk memeriahkan kemenangan semu mereka, Rabu sore (14/2/2024).

Sementara para pemodal (cukong) kini tinggal melunasi hajat mereka untuk semua pihak yang menjadi bagian terstruktur, tersistem, dan masif itu. Kipas-kipas, karena kepentingannya kembali mendapat "jalan tol" untuk bisnis mereka.

Bagaimana dengan rakyat? Selamat tinggal 14 Februari 2024. Suaranya sudah berguna untuk mereka. Apakah 5 tahun ke depan akan sembuh dari bodoh, miskin, dan menderita?

Bila ada yang percaya terhadap hasil poling dan survei baik atas hasil Pemilu 2014, 2019, 2024, serta keberhasilan Jokowi, itu karena strategi tersistem, terstruktur, dan masif ini, mustahil dapat di lawan.

Sebagai rakyat jelata, saya pun sudah menulis artikel sebelumnya, bahwa hasil Pemilu 2024, sudah ditentukan siapa pemenangnya.

Sesuai pengalaman

Artikel tentang siapa yang akan menang dalam Pemilu Presiden 2024, tentu berdasarkan pengalaman dan fakta Pemilu 2014 dan 2019.

Saat itu, saya mendengar dari berbagai pihak dan masyarakat, yang seolah memang sudah tahu bahwa Pemilu 2014, pasti pemenangnya Jokowi. Dan, benar, saat KPU mengumumkan hasil Pemilu 2014 secara resmi, Jokowi terpilih menjadi Presiden.

Sama seperti Pemilu 2014, di Pemilu 2019, berbagai pihak dan masyarakat, yang juga seolah memang sudah tahu bahwa Pemilu 2019, pasti pemenangnya Jokowi lagi. Ternyata benar. Saat KPU mengumumkan hasil Pemilu 2019 secara resmi, Jokowi terpilih menjadi Presiden di periode ke-2.

Jujur, di 2014 saya awalnya tidak yakin dengan isu Jokowi akan memenangi Pemilu 2014. Tetapi ketidakyakinan saya tidak terbukti. Faktanya, benar Jokowi pemenangnya.

Karena itu, saat Pemilu 2019, sejak proses Pemilu dimulai, saya juga sudah yakin, Pemilu ini hanya sandiwara, karena pemenang Pemilu sudah diketahui oleh berbagai pihak dan masyarakat, yaitu Jokowi.

Pemilu 2024, sama

Bagaimana di Pemilu 2024? Jawabnya sama. Saat proses Pemilu berlangsung, hingga diketahui siapa Capres-Cawapres yang akhirnya resmi disahkan oleh KPU sebagai kandidat Presiden dan Wakil Presiden, dengan berbagai drama yang terjadi, maka berbagai pihak dan masyarakat pun sudah tahu, siapa yang akan jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2024.

Sementara, dugaan siapa pemenang Pemilu 2024 sudah benar, sesuai hasil QQP 2024 pasangan nomor urut 2 sudah unggul jauh atas pasangan nomor urut 1 dan 3.

Apa hal ini merupakan hal yang kebetulan. Apakah ini merupakan hasil demokrasi yang jujur dan adil? Sebagai rakyat jelata, saya, kita, yang sudah dapat membaca arah bahwa akan terjadi hal seperti ini, seperti Pemilu 2014 dan 2019, mau bilang apa? Punya kekuasaan apa?

Apakah suara akademisi, suara mahasiswa, dan suara rakyat, signifikan dapat mengubah hasil Pemilu yang sudah dapat dibaca arahnya?

Rakyat jelata pada akhirnya percaya bahwa berdasarkan pengalaman Pemilu 2014 dan 2019, yang sangat kuat dengan narasi Pemilu yang sudah ada skenario dan disutradarai dengan terstruktur, tersistem, dan massif memang bukan isapan jempol.

Karenanya, berbagai pihak dan masyarakat pun menyadari bahwa Pemilu 2024 pun sudah ada skenario dan disutradarai dengan terstruktur, tersistem, dan masif. Sementara hasil quick count 2024 adalah faktanya.

Mau sekuat apa pun rakyat berteriak dan menyangsikan, mustahil akan melawan sandiwara yang skenarionya disutradarai secara terstruktur, tersistem, dan masif .

Apa itu terstruktur, tersistem dan masif? Terstruktur sesuai KBBI adalah sudah dalam keadaan disusun dan diatur rapi. Lalu, tersistem tidak ditemukan dalam KBBI, tetapi ada kata sistem, artinya perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas atau susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya atau metode.

Arti kata sistem di tambah ter, dari berbagai literasi, saya ambil dua makna, yaitu (1) Menyatakan kadaan atau situasi yang sudah terjadi. (2) Menunjukkan kondisi bermakna paling atau sangat.

Sementara maksud kata masif adalah utuh dan padat, di dalamnya tidak berongga, kuat, kukuh.

Atas hasil sandiwara Pemilu 2024 yang sementara memang sudah sesuai skenario dan penyutradaraan, saya hanya bisa berbagi cerita dan berdoa, semoga rakyat jelata Indonesia yang sudah menjadi obyek pembodohan, pemiskinan, dan penderitaan, tidak menyesali hal yang sudah terjadi, akibat dari perbuatan yang terstruktur, tersistem dan masif.

Pertanyaanya, apakah Pemilu 2014 dan 2019 yang disebut oleh berbagai pihak dan masyarakat sebagai Pemilu yang terstruktur, tersistem dan masif, dapat dibongkar kecurangannya? Tidak, kan? Padahal indikator dan fakta-faktanya dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat. Tetapi karena sudah terstruktur, tersistem dan masif, maka hukum saja tidak dapat menjangkau.

Bagaimana dengan Pemilu 2024, sepertinya tidak akan berbeda. Sebab, dari awal proses Pemilu 2024, indikator kecurangan memang sudah dilakonkan oleh para aktor dan aktrisnya, sesuai dengan skenario dan pengutradaraan yang terstruktur, tersistem dan masif.

Memang pengumuman hasil Pemilu 2024 secara resmi, masih akan kita tunggu di tanggal 23an Maret 2024. Tetapi, secara masif, sejak Rabu sore (14/2/2024) opini publik pun sudah digiring oleh lembaga quick count resmi dan media, dengan pemberitaan kemenangan sementara atas Paslon Capres-Cawapres yang dimaksud.

Sebab, memang sudah diskenario dan disutradari secara terstruktur, tersistem dan masif, apakah mungkin, akan ada perubahan hasil quick count 2024 dan hasil riil saat KPU mengumumkan hasil Pemilu 2024?

Saya, sebagai rakyat jelata, atas segala kisah sandiwara Pemilu sejak 2014, 2019, hingga 2024, yang sangat mudah dibaca arahnya, hanya dapat berbagi tentang kisah Pemilu ini melalui tulisan. Dan, bila atas analisis dari tulisan saya ini benar. Itu hanya sekadar analisis-analisisan seorang rakyat jelata yang memihak kepada kebenaran dan kebaikan.

Demi rakyat Indonesia lepas sepenuhnya dari penjajahan pribumi. Lepas sepenuhnya dari pembodohan, pemiskinan, dan penderitaan berkepanjangan, saya sangat berharap kepada para akademisi dan mahasiswa untuk dapat benar-benar mengawal semua kemudaratan ini, hingga berbalik menjadi kemaslahatan untuk rakyat Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu