x

cara cerdas memanfaatkan modem wifi untuk hp android

Iklan

Jumat, 15 Maret 2024 11:05 WIB

Puasa Mencegah Tangan Sebar Informasi Hoaks

Orang berpuasa yang mampu menjaga tangannya dari perbuatan kemungkaran, maka dipastikan puasanya akan selamat dengan mendapatkan derajat ketakwaan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Puasa Ramadan merupakan salah ibadah wajib yang istimewa bagi umat Islam, karena waktu pelaksanaan di bulan suci yang dipenuhi dengan ampunan dan penuh barakah. Banyak peristiwa besar yang senantisa diperingati dan ditunggu kehadirannya, seperti; Nuzul Quran tanggal 17 Ramadan dan kedatangan Lailatul Qadar di penghujung bulan.

Perpuasa tidak hanya menahan makan, minum, dan bertubuh bagi suami istri di siang hari, tetapi seluruh panca indera harus ikut berpuasa. Dengan membatasi aktivitas yang bisa mengurangi pahala dan membatalkan puasa, seperti; mata puasa melihat, telinga puasa mendengar, hidung puasa mencium, mulut puasa bicara, dan tangan puasa meraba.

Indera tangan memiliki peranan yang urgen untuk aktivitas kebaikan dan amal ibadah, tetapi tangan juga bisa mengantarkan manusia menuju jurang kemaksiatan dan kejahatan. Maka membatasi gerakan tangan menjadi suatu keharusan, terutama di era kemajuan teknologi dan informasi saat ini pada industry level 4.0.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kemajuan teknologi dan informasi melahirkan penduduk dunia maya yang disebut dengan netizen. Penduduk dunia maya menggunakan media  smartphone dan gawai yang beraktivitas melalui media sosial (medsos) secara online, seperti; Facebook (Fb), Instagram (IG),  Twitter, Youtube, Line, Tiktok, dan sebagainya.

Netizen secara fisik tidak banyak bergerak dalam beraktivitas, tetapi jari-jari tangan dengan lincah menari di atas keybord smartphone dan gawai berselancar mengirim (share) berita dan informasi tanpa difilter dulu. Harusnya yang dikirim dan disebar informasi kebaikan sehingga membawa nilai ibadah dan dapat membawa manfaat baik bagi umat.

Fenomena perilaku netizen dalam bermedsos melanggar etika dan hukum yang berlaku menjadi pemandangan yang biasa di kalangan masyarakat. Seringkali netizen mengirim link berita, gambar, dan video tidak benar alias hoaks, bahkan terkadang komentar dengan kata-kata sangat kasar dan jorok.

Netizen saat itu sedang menjalankan ibadah puasa lisannya memang diam, tetapi jari-jari tangan terus bergerak meluncurkan berita hoaks. Padahal smartphone dan gawai dapat dijadikan salah satu media untuk beribadah dengan menebarkan informasi dan berbagi kebaikan kepada sesama secara online.

Rasulullah SAW telah mengingatkan perkara penting terkait dengan lidah (mulut) dan tangan (jari-jari) sebagaimana yang diriwayatkan Abu Musa r.a. berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, wahai Rasulullah SAW, muslim manakah yang paling utama? Beliau menjawab, yaitu muslim selamat dari lidah dan tangannya” (HR. Bukhari).

Orang berpuasa yang mampu menjaga tangannya dari perbuatan kemungkaran, maka dipastikan puasanya akan selamat dengan mendapatkan derajat ketakwaan. Sebaliknya orang yang berpuasa dan tidak mampu menjaga tangannnya, maka dipastikan kualitasnya sangat rendah. Sebagaima yang disabdakan Rasululllah yang artinya; “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR. Ath-Thabrany).

Makna puasa secara harfiyah adalah menahan (bahasa Arab: imsak), maka seorang yang berpuasa seharusnya mampu menahan segala macam informasi yang hoaks. Maka setiap menerima informasi harus ditahan dulu untuk diseleksi dan diproses melalui validasi (tabayyanu: periksa dengan teliti). Hal ini sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

Artinya: “Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpahkan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al-Hujurat/49: 6).

Semoga Allah memberikan kekuatan untuk menjaga tangan dan jari-jari kita mampu menahan berita dan informasi hoaks sehingga amal ibadah puasa selama Ramadan tetap berkualitas dan memperoleh derajat ketakwaan. Amin. (*)

Ikuti tulisan menarik Ali Efendi (Ka. SMPM-14 PP. Karangasem Paciran – Tinggal di Kampung Nelayan Lamongan) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu