x

Ilustrasi Ramah Lingkungan. Gambar oleh Rommel Diaz dari Pixabay

Iklan

Ali Efendi (Headmaster - Tinggal di Komunitas Nelayan Lamongan)

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Februari 2022

Rabu, 12 Juni 2024 08:21 WIB

Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis P5

Tema PLH dalam muatan P5 dirancang dan dilaksanakan bersama-sama antara guru dari berbagai mata pelajaran dengan peserta didik, serta berkoordinasi dengan pimpinan lembaga. Ada proses pembelajaran bagi peserta didik yang terlibat langsung dalam kegiatan P5.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Setiap tanggal 5 Juni diperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia (World Environment Day), peringatan HLH merupakan agenda tahunan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Environment Programme (UNEP) sejak tahun 1972.

Berdasarkan informasi dari laman resmi UNEP Tema peringatan HLH tahun 2024 adalah ‘Restorasi Lahan, Penggurunan dan Ketahanan Terhadap Kekeringan’ (Land Restoration, Desertification, and Drought Resilence), dengan slogan ‘Tanah Kita, Masa Depan Kita, Restorasi Generasi’ (Our Land, Our Future, Generation Restoration).

Beragam kegiatan yang diselenggarakan aktivis lingkungan hidup di penjuru dunia dalam rangka memperingati HLH. Lembaga pendidikan merupakan salah satu institusi yang berperan aktif dalam peringatan HLH Sedunia dengan melakukan kampanye kelestarian lingkungan hidup melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) secara formal dan aksi nyata.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Secara subtansi materi pokok PLH pada satuan pendidikan di dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Contoh dalam bab Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia yang terbagi menjadi beberapa materi, di antaranya; lingkungan makhluk hidup, abiotik, biotik, ekosisten, kerusakan habitat, konservasi dan sebagainya.

Berdasarkan Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, bahwa kegiatan P5 untuk memproyeksi lintas disiplin ilmu dengan kontekstual yang berbasis pada kebutuhan masyarakat dan berbasis masalah di lingkungan sekolah.

Tema P5 ditetapkan Kemedikdikbudristek yang bisa dikembangkan sesuai dengan jenjang satuan pendidikan. Di antara uraian materi dan tema P5 yang ditetapkan sebagai berikut; Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI, Kewirausahaan, dan Kebekerjaan (SMK).

Salah satu tema P5 yang berkaitan dengan PLH adalah Gaya Hidup Berkelanjutan (Susteineble Lifestyle), materi tersebut merupakan cara pandang hidup yang mengedepankan konsep pembelajaran berjenjang dan jangka panjang. Tema Gaya Hidup Berkelanjutan merupakan pembahasan yang mengajarkan pendidikan kepada peserta didik agar mampu berbuat ramah terhadap lingkungan sekitarnya.

Tema Gaya Hidup Berkelanjutan dapat dieksplorasi secara luas berkaitan dengan PLH berbasis P5 secara luas. Ada banyak alternatif tema lingkungan yang diperingati setiap tahun, baik berskala nasional maupun internasional. Tema peringatan tersebut dapat direlevansikan dengan kegiatan P5 di sekolah.

Beberapa contoh tema yang berkaitan dengan lingkungan hidup, di antaranya; Hari Gerakan Sejuta Pohon, Hari Lahan Basah Sedunia, Hari Peduli Sampah Nasional, Hari Konservasi Alama Sedunia, Hari Hutan Internasional, Hari Air Sedunia, Hari Bumi Sedunia, Hari Keanekaragaman Hayati, Hari Konservasi Alam Nasional, Hari Habitat Sedunia, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Hari Pohon Sedunia, dan lainnya.

Alur kegiatan kegiatan PLH berbasis P5 melalui proses berikut; tahap pengenalan, kontekstual, aksi, refleksi, dan tahapan akhir menyusun langkah strategis. Dalam mencintai lingkungan peserta didik diajarkan kerangka berfikir yang rasional sesuai dengan konsep yang diajarkan, diterapkan dalam aksi kegiatan kongkrit, melakukan refleksi kegiatan yang telah dilakukan, dan melakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Tujuan PLH berbasis P5 untuk membantu guru dalam menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur peserta didik. Bagi peserta didik, dengan kegiatan P5 akan membantu menemukan jawaban yang diharapkan. Sedangkan bagi satuan pendidikan dapat membantu mengembangkan modul ajar dan modul proyek sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berbasis kearifan lokal (local genius).

Imbas positif yang diharapkan PLH terintegrasi dengan P5 dalam jangka panjang adalah peserta didik adalah mencintai lingkungan sekitarnya. Maka lahirlah sifat dan sikap turut serta dalam menjaga, merawat, dan melestarikan agar lingkungan hidup, serta turut serta dalam mencegah degradasi lingkungan.

Muatan PLH dalam Kurikulum Merdeka terkandung dalam kegiatan tersendiri pada P5 yang terintegrasi dengan tema mata pelajaran lainnya. Di samping itu, seluruh proses tahapan aktivitas P5 akan direkam dalam sebuah dokumen kegiatan tersendiri berupa rapor pendidikan kegiatan P5.

Tema PLH dalam muatan P5 dirancang dan dilaksanakan bersama-sama antara guru dari berbagai mata pelajaran dengan peserta didik, serta berkoordinasi dengan pimpinan lembaga. Maka bukan hasil yang menjadi target utama, tetapi proses dari sebuah upaya pembelajaran yang menjadikan nilai kepuasan dan kesenangan tersendiri bagi peserta didik yang terlibat langsung dalam kegiatan P5, serta menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sekitarnya.

Ikuti tulisan menarik Ali Efendi (Headmaster - Tinggal di Komunitas Nelayan Lamongan) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler