x

Koeswandi

Iklan

Handoko Widagdo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 1 April 2024 08:00 WIB

Koeswandi, Membersamai Bina Swadaya Selama 48 Tahun

Koeswandi adalah sosok penting dalam perjalanan Bina Swadaya. Koeswandilah yang melahirkan dan merawat Majalah Trubus dan buku-buku pertanian terbitan Penebar Swadaya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Judul: Koeswandi – 48 Tahun Bersama Bina Swadaya

Penulis: Tim Penulis

Tahun Terbit: 2014

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penerbit: Bina Swadaya

Tebal: 156

ISBN:

 

 

Jika kita sebutkan Bina Swadaya, maka kita akan langsung ingat nama Bambang Ismawan. Padahal, selain dari Bambang Ismawan, ada satu tokoh yang perannya sangat besar. Orang tersebut adalah Koeswandi. Koeswandi sudah ikut serta membidani lahirnya Bina Swadaya. Itulah sebabnya Bambang Ismawan mengatakan bahwa Koeswandi sudah bergabung selama 48 tahun di Binda Swadaya; padahal umur Bina Swadaya baru 47 tahun.

Selain sebagai bidan, pria kelahiran Babad, Lamongan Jawa Timur pada tanggal 8 Juni 1944 ini sangat berperan dalam perkembangan Bina Swadaya, khususnya dalam pelayanan Pustaka. Koeswandilah yang mengelola penyediaan informasi kepada masyarakat. Ia sudah terlibat sejak upaya Bina Swadaya ini dalam bentuk bulletin sampai dengan menjadi Majalah Pertanian Modern yang Bernama Trubus. Selain majalah, Koeswandi juga melahirkan sebuah penerbitan buku yang menyuplai masyarakat dengan buku-buku bacaan pertanian yang mudah dicerna.

Bahkan ia sudah mengelola bulletin Tani Membangun saat masih bergabung dengan Ikatan Petani Pancasila, sebelum menjadi Bina Swadaya.

Koeswandi mengawali karir sebagai seorang nernet truk. Saat menjadi kernet inilah ia mengalami kecelakaan yang membuat tiga jarinya gepeng terlindas ban truk. Karirnya di Binda Swadaya merangkah dari bawah. Mulai dari posisi tata usaha sampai dengan posisi Komisaris salah satu badan usaha milik Bina Swadaya.

Koeswandi merasa dirinya bukan orang pintar. Itulah sebabnya semangat untuk bertanya kepada rekan kerja dan semangat untuk menambah ilmu begitu kuat pada pria penyandang gelar Sarjana Publisistik ini. Karena banyak berkecimpung dalam keuangan Lembaga, Koeswandi banyak mengambil kursus pengelolaan keuangan. Salah satunya adalah kursus di Prasetya Mulya. Koeswandi sempat juga kursus Advertising and Marketing di Ateneo – Filipina. Semangat belajar Koeswandi memang luar biasa.

Koeswandi mengawal bidang penerbitan Bina Swadaya. Seperti lazimnya sebuah usaha, penerbitan di Bina Swadaya tidaklah mulus perjalanannya. Ada masa dimana usaha penerbitan mengalami masalah. Saat itulah kemanusiaan Koeswandi diuji. Ia adalah seorang pemimpin yang tidak tega memecat karyawannya.

Selain Kata Pengantar dari Bambang Ismawan di awal buku, buku yang terbit saat Koeswandi berumur 70 tahun ini juga berisi tentang testimoni dari berbagai kolega yang telah bekerja bersamanya. Setidaknya ada 23 orang yang memberikan testimoni tentang sosok Koeswandi. Para pemberi testimoni ini sangat beragam mulai dari pengawas, direktur, rekan kerja, karyawan dan saptam. Beragamnya pemberi testimoni ini menunjukkan bahwa Koeswandi adalah sosok yang diterima di semua lapisan dalam organisasi.

Koeswandi menjadi orang berguna karena ia menuruti apa yang dinasihatkan oleh ibunya. Mandarsih, ibunya menasihati demikian: “Aku nggak peduli agamamu apa, yang penting menjadi orang baik dan ijasahmu papat.” Bagi Koeswandi, mengejar 4 ijasah bukanlah hal sulit. Tetapi menjadi orang baik adalah sulit. Sebab menjadi orang baik adalah perjuangan seumur hidup. 826

Ikuti tulisan menarik Handoko Widagdo lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler