x

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 4 April 2024 12:00 WIB

Di Balik Kasus Ibu Samurai, Jangan Bertindak Membahayakan Diri Sendiri dan Orang Lain

Di balik kasus Ibu samurai yang membunuh penjaga toko, jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bertindaklah baik tanpa melukai

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Saat membaca seorang Ibu di Tangerang yang membunuh penjaga toko akibat tidak terima ditegur sandalnya kotor, jujur saya tidak habis pikir. Hanya urusan sepele kok bisa-bisanya emosi lalu menusuk samurai hingga tewas. Ada apa gerangan dengan emosi dan nafsu manusia?

Apapun alasannya, jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ajarannya memang begitu, jangan dibantah. Haram mendatangkan madharat atau bahaya kepada orang lain dan diri sendiri. Manusia itu berperilaku baik saja belum tentu masuk surga, apalagi bertindak jahat. Karena kita tidak tahu apa yang ada dalam hati manusia? Mau urusan kehormatan, agama, jiwa, akal, atau harta sekalipun jangan pernah bertindak yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Eling, eling dan waspada!

Siapapun dilarang melakukan perbuatan yang menimbulkan bahaya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Maka kendalikan diri. Bila belum terjadi, segera antisipasi dan tahan diri agar tidak menyebabkan bahaya. Bila sudah terjadi, siapapun wajib untuk menghilangkan dan menghapus sisa-sisanya. Rasulullah SAW berkata, “idak boleh memudharati diri sendiri dan orang lain.” (HR. Ibnu Majah no. 2341).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di bulan puasa seperti, orang berpuasa pun berbahaya. Karena puasanya hanya mendapatkan lapar dan haus semata. Kenapa? Karena pahala puasanya hilang akibat melakukan perbuatan tercela. Berdusta, bergunjing, atau melampiaskan hawa nafsu yang jelek. Karena perbuatan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Apa gunanya berpuasa bila perilakunya buruk?

Hati-hati dalam bersikap dan bertindak, di mana pun. Apalagi yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Jangan menyusahkan orang lain akibat perbuatan kita. Punya samurai kok buat membunuh orang lain. Punya uang kok untuk menghina orang lain. Apalagi tidak punya apa-apa tapi kerjanya menzolimi orang lain. Merampas hak orang lain, memusuhi, memfitnah, bahkan membenci tanpa ujung. Di tempat-tempat umum, di jalanan, di pasar tidak boleh menggangu orang lain. Apalagi bertindak yang membayakan diri sendiri atau orang lain. Itulah nasihat dan hikmah berpuasa.

Siapapun, silakan maju tanpa menyingkirkan. Naiklah setinggi mungkin asal jangan merendahkan orang lain. Jadilah baik tanpa menjelekkan orang lain. Dan jadilah benar tanpa perlu menyalahkan orang lain. Jadilah cerdas tanpa perlu menyebut bodoh orang lain. Itulah spirit yang dipegang Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Hanya menyediakan tempat membaca bagi anak-anak usia sekolah dan warga yang selama ini tidak punya akses bacaan.

Ketahuilah, barangsiapa membahayakan orang lain maka Allâh akan membalas bahaya kepadanya dan barangsiapa menyusahkan orang lain, maka Allâh pun akan menyulitkannya. Sekali lagi, jangan bertindak yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Salam literasi #NgabubuRead #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler