Cara Mendidik Anak Usia Tujuh Tahun

Sabtu, 29 Juni 2024 16:17 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mendidik anak usia 7 tahun bukanlah hal yang sulit bagi setiap orang tua. Pada usia tersebut anak sudah siap menempuh pendidikan dasar.

Mendidik anak usia tujuh tahun bukanlah hal yang sulit bagi setiap orang tua. Pada usia tersebut maka anak sudah bisa dikatakan siap untuk menempuh pendidikan dasar. Namun anak juga sudah melalui pendidikan usia dini sehingga sudah memahami tahapan memasuki lingkungan sosial.

Berbagai upaya mungkin juga sudah Anda lakukan, seperti mendidik anak agar percaya diri dan berani. Namun, ketika anak mencoba melawan orang tuanya, biasanya hal tersebut membuat orang tuanya cukup panik. Berikut ini Cara Mendidik Anak usia 7 tahun yang sering berkelahi agar ia bisa menjadi penurut dan santun.

Cara Mendidik Anak Usia 7 Tahun

Selalu Berbicara Dengan Anak

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jangan biarkan anak Anda memberontak ketika sedang berbicara. Ini adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi. Ketika Anda sudah mengajarkan cara melatih anak berbicara, maka sejak saat itulah anak harus mampu berbicara dalam berbagai kondisi.

Jika anak Anda menolak untuk mengobrol, maka Anda bisa mengajaknya untuk duduk bersama. Tanyakan pada anak kenapa dia berkelahi, kenapa dia tidak menurut dan pertanyaan lainnya. Dari cara bicara ini, Anda tahu mengapa anak Anda melawan orang tuanya.

Berikan Aturan Yang Jelas

Kasus yang paling sering terjadi adalah ketika anak sama sekali tidak mampu melaksanakan atau menaati batasan orang tuanya. Masalah ini sering dialami oleh anak manja. Sebagai orang tua sebaiknya Anda menetapkan aturan yang jelas agar anak tahu apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Kemudian pertimbangkan untuk menjaga komunikasi ketika anak Anda melanggar batasan. Jangan sekali-kali menerapkan hukuman sampai Anda sudah berbicara dengan anak tersebut dan anak tersebut mengetahui batasan mana yang telah dilanggar.

Cobalah Memberi Waktu Tenang

Ketika anak melawan, mereka sebenarnya tahu bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu Anda bisa berusaha menjaga komunikasi selama itu. Sebaiknya Anda dan anak membuat kesepakatan untuk saling diam hingga mendapatkan waktu yang tenang. Hal ini bahkan dapat mengurangi kemungkinan Anda berteriak yang dapat berdampak pada membentak anak Anda.

Misalkan Anda mencoba diam selama 10 menit dan berpikir. Setelah itu, lihat kembali anak Anda dan mulailah berbicara jujur padanya. Tanyakan kepada anak-anak apa yang mereka pikirkan selama 10 menit itu.

Selalu Berbicara Hal Positif

Memiliki pikiran negatif terhadap anak merupakan kebiasaan orang tua yang paling sering tidak disadari. Namun hal ini juga menjadi masalah karena anak akan selalu merasa terpojok. Sebaiknya orang tua mempunyai pandangan yang positif. Kembalikan anak untuk diajak bicara lalu tanyakan semuanya kepada anak.

Mengapa anak melanggar peraturan atau melakukan hal buruk yang tidak pantas. Anda harus mengetahui alasan anak tersebut agar tahu mengapa hal itu terjadi. Dan selama proses tersebut, teruslah berbicara positif dengan anak Anda.

Melatih Anak Untuk Memecahkan Masalah

Kesempatan untuk bisa mengatasi masalah sudah selayaknya menjadi hal yang wajib dilakukan oleh orang tua. Jika anak Anda merasa kesulitan, maka ada baiknya Anda membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat anak berada dalam tekanan, anak akan berusaha melawan. Jika orang tua mencoba mencari solusi, maka anak akan merasa mendapat perhatian yang lebih. 

Terapkan Hukuman Yang Tegas

Hukuman merupakan hal yang bisa diberikan orang tua ketika anaknya melawan. Namun Anda juga harus berpikir agar hukuman tersebut tidak merugikan anak. Jangan memukul karena ada efek memukul pada anak usia 2 tahun ke atas.

Sebaiknya Anda memberikan hukuman yang wajar agar anak tidak mengulanginya. Misalnya dengan menyuruh anak membersihkan kamar atau menyimpan mainannya. Anda juga bisa mengetahui jenis hukuman yang sebenarnya diinginkan anak Anda.

Terapkan Nilai Rasa Hormat

Anda harus berusaha menghormati anak tanpa mengharapkan kondisi. Ketika anak melakukan kesalahan, beri tahu mereka bahwa mereka melakukan kesalahan tetapi kemudian beri mereka cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Ini merupakan langkah yang sangat tepat karena anak akan mengetahui kapan ia juga harus melakukan hal yang sama. Dan jangan pernah meminta anak untuk menghormati orang tuanya sedangkan orang tua bersikap kasar kepada anak.

Mengajarkan Sejak Usia Dini

Orang tua harus mengajarkan nilai sopan santun agar suatu hari nanti anak tidak berani untuk melawan. Jangan mengajarkan hal ini karena sangat buruk bagi perkembangan anak. Ajarkan nilai-nilai interaksi yang paling penting pada anak agar anak mengetahui kapan sebaiknya berdebat dengan baik dan kapan tidak boleh berdebat.

Memberi Contoh Yang Tepat

Memberi contoh yang baik merupakan hal yang wajib diterapkan oleh semua orang tua. Oleh karena itu, kebiasaan ini bahkan wajib dilakukan saat anak masih bayi. Salah satu contoh yang baik adalah ketika Anda harus memberikan nama panggilan Anda dengan cara yang benar. Biasakan menelepon sesuai tingkat usianya. 

Mengakui Kebaikan Anak

Saat anak berkelahi atau berdebat, sebenarnya ia ingin mendapatkan pengakuan. Sebagai orang tua, maka Anda perlu mengakui kebaikan yang telah diperbuat oleh sang anak. Ketika seorang anak ingin melakukan sesuatu hal yang baik, maka support anak tersebut agar bisa hidup mandiri.

Bahkan ketika anak Anda melakukan sesuatu yang buruk, Anda harus mencari solusi agar anak Anda dapat kembali normal. Ajarkan keterampilan sosial agar anak mengetahui cara bergaul dalam masyarakat dan mengetahui kebiasaan baik dengan orang tuanya.

Tidak Memaksa dengan Sopan Santun

Orang tua harus mengajarkan anak untuk tidak pernah berkelahi dengan siapapun. Namun, pola pengajaran ini bisa Anda pertahankan dengan tidak pernah memaksakannya. Pemaksaan dapat membuat anak mempunyai pola pikir bahwa apa yang diinginkannya harus didapatkan. Akibatnya, ketika anak tidak mendapatkan sesuatu, mereka mulai memaksakannya. Usahakan agar anak bersikap sopan karena memang harus sopan, bukan karena terpaksa.

Demikian ulasan tentang Bagaimana Cara Mendidik Anak Usia 7 Tahun? Berikut Penjelasan Lengkapnya seperti yang dilansir alexistogel, Semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Refa Muhammad

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler