Reog Sepuh, Kesenian Turun-temurun Desa Bedingin, Ponorogo.

Rabu, 10 Juli 2024 06:11 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Disebut Reog Sepuh dikarenakan para pelaku atau penarinya sudah berusia senja. Reog Sepuh ditampilkan saat acara-acara tertentu saja.

Desa Bedingin adalah salah satu desa berkembang yang terletak di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Desa ini juga merupakan desa yang membudidayakan kesenian tradisional hingga saat ini, jika desa lain memiliki Reog unggulan pada masing-masing daerah, tak terkecuali dengan Desa Bedingin yang memiliki karakter unggulan yaitu Reog Sepuh.

Reog Sepuh atau yang dahulu dikenal dengan nama Reog Gaplok ini memiliki perbedaan dari Reog yang ada di festival lokal sekarang. Disebut Reog Sepuh dikarenakan para pelaku atau penarinya sudah berusia senja, dan hal ini membuat Reog Sepuh dapat ditampilkan saat acara-acara tertentu saja. Tak hanya itu, Reog Sepuh atau Reog Gaplok ini menampilkan dengan ciri khasnya sendiri yaitu klasik, asing, dan lawakan lawasnya yang menghibur penonton sehingga akhirnya dapat menarik hati Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Wawancara Online dengan Kepala Desa dari Desa Bedingin

Menurut Kepala Desa Bedingin, dibandingkan dengan pementasan Reog dahulu dan sekarang pastinya sudah terdapat beberapa perubahan baik pementasan Reog Festival ataupun Reog Sepuh. "Reog itu kan sebetulnya ada rangkaiannya sendiri dari dadak merak yang besar itu, ada bujang ganong, ada jathil. Nah dari situ reog jaman dulu sama reog jaman sekarang itu sudah berbeda, mulai dari seni tari sampai seni musiknya itu sudah beda." ucap Pak Marjuki, beliau juga mengatakan bahwa munculnya Reog Sepuh ini juga sebagai salah satu kesenian khas Desa Bedingin yang akan terus diturun temurunkan kepada generasi penerus untuk tetap menjaga keaslian dari Reog Sepuh sendiri.

 

Sebagai penutup Pak Marjuki sang Kepala Desa juga turut menyampaikan pesan kepada para generasi muda untuk terus melestarikan dan menjaga kebudayaan Reog terkhususnya Reog Sepuh dengan segala keunikan gaya klasik andalan tanpa menambahkan budaya modern.

 

Penulis :

Vania Abigail P.A

Diva Zahra H.W

Andini Putri A

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya 

Untuk memenuhi penilaian EAS Mata Kuliah MICE

Dosen : Drs. Widiyatmo Ekoputro, MA

Bagikan Artikel Ini
img-content
Vania Abigail

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua