Tetap Menulis Walau Sedikit yang Baca - Urban - www.indonesiana.id
x

Seorang wanita menuliskan kata-kata untuk memberi dukungan di sebuah monumen saat pertemuan pro-Ukraina di Mariupol, 14 September. REUTERS/Vasily Fedosenko

Topik Irawan

Fulltime Blogger
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Tetap Menulis Walau Sedikit yang Baca

    Kini menulis lebih mudah, namun bukan berarti dimudah mudahkan, perlu ketekunan agar tulisan kita benar benar punya ruh, agar pembaca pun menikmati olah pikiran kita sebagai penulis.

    Dibaca : 4.126 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di zaman serba internet, di saat data semakin mudah ditemukan karena jasa mbah Google, sebenarnya menulis bukanlah momok yang menakutkan, observasi data bisa dilakukan dengan sekali klik, beda dengan zaman dahulu yang harus pontang panting ke perpustakaan misalnya hanya untuk menelaah sumber sumber dari buku buku.

    Kini menulis lebih mudah, namun bukan berarti dimudah mudahkan, perlu ketekunan agar tulisan kita benar benar punya ruh, agar pembaca pun menikmati olah pikiran kita sebagai penulis. Sekarang pun makin banyak jmlah blog keroyokan, sebuah blog yang sengaja di dirikan oleh raksasa media tanah air, ada Tempo yang menyediakan blog publik dimana semua orang bisa menuliskan ide idenya dan tentu saja harus menjadi member dulu, maka ada namanya Indonesiana, juga dari grup Kompas dengan Kompasiana, ada blog detik dan banyak lagi blog rame rame lainnya.

    Setiap postingan mempunyai keunikan keunikan, dan tentu saja ada pembacanya, walau hanya dibaca oleh beberapa gelintir orang, jangan bersedih, jangan takut, teruslah menulis, seperti apa yang menjadi kutipan terkenal tokoh sekaliber Buya Hamka yang berkata"Biarkanlah tulisan menentukan nasibnya". Terus menulis karena nasib memang siapa tahu.

    Harry Potter dengan penulis JK Rowling yang begitu booming, sebelumnya JK Rowling harus menemui berbagai penerbitan dan ditolak, namun kini siapa tak kenal karakter si penyihir cilik bernama Harry Potter rekaan penulis Inggris Raya ini. Ada juga dengan penulis lokal bernama Raditya Dika, tulisan tulisan blognya malah menjadi hits ketika dibukukan, Kambing jantan Raditya Dika menembus jumlah ribuan kopi, padahal Raditya Dika tak pernah menyangka tulisannya bisa diapresiasi dengan baik oleh publik tanah air.

    Terus masihkan kita minder untuk menulis? jangan minder, jangan takut, teruslah menulis, siapa tahu memang nasib akan mengubah hidup kita, teruslah menulis, daripada kita menulis di buku harian dan tak pernah dibaca orang lain, menulislah di blog keroyokan seperti Indonesiana, ya paling apes tulisan kita dibaca dua orang, kita sendiri dan admin, tapi percayalah suatu ketika pembaca pun akan menunggu tulisan kita, percayalah dan teruslah menulis!

    Ikuti tulisan menarik Topik Irawan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.