x

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Berani Berpikir Beda

Orang kreatif menunjukkan cara pandang yang berbeda. Untuk berpikir beda, seseorang membutuhkan keberanian, sebab yang ia hadapi mungkin konvensionalitas, tradisi, kelaziman, bahkan mungkin pula kebersamaan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

“When we all think alike, no one thinks very much.”
--Albert Einstein (Ilmuwan, 1879-1955)

Sebagai klerk junior di sebuah bank lokal, George Eastman sebenarnya sudah punya pekerjaan yang bila ditekuni bakal menjanjikan masa depan yang cukup bagus. Tapi ia anak muda yang gelisah dan ingin mandiri. Pada tahun 1881, Eastman pun meninggalkan pekerjaannya itu dan membulatkan tekad untuk membangun perusahaan sendiri—tindakan yang tidak lazim ketika banyak orang ingin merasa aman dalam bekerja.

Apa bidang perusahaannya? Sama sekali berbeda dengan dunianya semula. Ia memilih fotografi. Langkah ini menunjukkan betapa ia berani mengambil risiko. Eastman menjalankan usahanya dengan tekun hingga tumbuh.

Tujuh tahun kemudian, ia mengambil risiko lain yang lumayan besar, yakni mengubah nama perusahaannya menjadi ‘Kodak’. Sungguh, ini pilihan yang aneh, sebab kata Kodak tidak mempunyai arti secara harfiah maupun simbolis. Lagi pula, pada masa itu sangat jarang orang berani memberi sebarang nama untuk sesuatu yang serius. Ya, bisnis di bidang fotografi adalah sesuatu yang serius.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa alasan Eastman memilih nama Kodak? Selain karena kata ini singkat, sangat kecil terjadi salah ucap, Kodak juga tidak dapat diasosiasikan dengan sesuatu yang lain. Itulah alasan George Eastman. Ketika itu, bahkan hingga kini, tidak semua orang berpikir berbeda dari kelaziman seperti yang dilakukan oleh Eastman.

Eastman berpikir beda bukan dengan maksud agar terlihat aneh, asal beda, atau membangkang dari tradisi masyarakatnya ketika itu. Tapi, ia justru melihat bahwa dunia ini terlampau besar untuk hanya dilihat dari satu atau dua sisi. Ia ingin melihat dunia dari sisi yang berbeda sama sekali dengan yang sudah dianut masyarakatnya. Ia juga percaya bahwa terdapat banyak kemungkinan untuk meraih sukses selain bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan.

Pilihannya terhadap Kodak bukanlah untuk bersikap aneh, melainkan bukti kecerdikannya dalam menemukan nama yang mudah melekat di benak orang. Ia berusaha menghindari jebakan konvensionalitas, karena ia percaya bahwa ‘dunia sungguh luas sehingga dapat dilihat dengan berbagai cara’. Jika 10 orang sudah menemukan jalan masing-masing, niscaya masih ada jalan ke-11.

Itulah bukti bahwa manusia itu majemuk dan kreatif. Karena masing-masing orang memiliki keunggulan dalam memandang sesuatu, maka masing-masing orang juga berpotensi untuk mempunyai pemikiran yang berbeda. Di tengah masyarakat yang menyukai keseragaman, berpikir beda mungkin tampak aneh.

Untuk berpikir beda pun, seseorang membutuhkan keberanian sebab yang ia hadapi mungkin konvensionalitas, tradisi, kelaziman, bahkan mungkin pula kebersamaan. Ketika semua orang di dalam ruang rapat menganggukkan kepala terhadap pandangan direktur, seorang manajer yang visioner berani mengajukan pemikiran yang berbeda. Ya, butuh keberanian.

Namun, bila niatnya untuk kebaikan, keberanian itu akan muncul. Bila Anda berpikir beda bukan sekedar asal berbeda, atau untuk menegasikan (menolak) apapun pandangan orang lain, Anda akan berani berpikir beda. Dan inilah yang dilakukan oleh orang-orang seperti almarhum Affandi yang melukis langsung dengan menggoreskan cat dari tubenya, Pep Guardiola dengan tika-takanya saat melatih Barcelona, Edo Hutabarat yang merancang busana dengan mengeksplorasi kekhasan kain-kain kita—semua bertumpu pada cara berpikir beda.

Saya percaya, Anda pun mampu dan berani berpikir beda. (sbr foto: wallpaperhi.com) ***

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu