x

Iklan

Ina Wahyuni

Seorang Guru di SMAN 5 Palembang
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Memahami Matematika Dengan Baik

Sebenarnya, yang menjadi masalah dan penghalang adalah perspektif siswa itu sendiri, bahwa matematika dianggap mata pelajaran yang sulit dan tidak menyenangkan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sering kita mendengar siswa mengeluh mengenai sulitnya belajar matematika, dan bahkan ada yang berpikir tidak memiliki bakat dalam bidang matematika. Padahal pada kenyataanya mata pelajaran matematika adalah dasar bagi mata pelajaran lain, karena pada mata pelajaran matematika, siswa diajar untuk melatih kemampuan bernalar, berlogika dan memecahkan permasalahan.

Pelajaran kemampuan dasar ini nantinya akan berguna untuk mendukung siswa lebih cepat memahami mata pelajaran lainnya. Namun mengapa matematika sering dianggap momok?

Kesulitan memahami soal, rumus yang dianggap rumit dengan beberapa variasi cara menjawab pertanyaan, seringkali menjebak siswa dalam labirin yang menghambat siswa menyelesaikan soal demi soal. Walupun guru telah memberikan penjelasan pengerjaan kepada siswa, namun ketidakpahaman siswa menimbulkan antipati sendiri tentang mata pelajaran ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebenarnya yang menjadi masalah dan penghalang adalah perspektif siswa terhadap mata pelajaran matematika itu sendiri. Hal ini dipengaruhi banyak oleh banyak hal, seperti pola belajar siswa yang berbeda, tingkat pemahaman yang tidak sama antar siswa, cara mengajar guru dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, memberikan perspektif yang lebih positif mengenai mata pelajaran matematika harus dapat diberikan oleh lingkungan, atau lebih khususnya oleh guru sebagai tenaga pendidik yang berinteraksi langsung dengan siswa.

Pada aplikasinya, guru harus dapat membimbing siswa untuk menjelaskan bagaimana proses belajar, sehingga dapat membantu memecahkan setiap masalah yang dihadapi. Dengan latihan soal, siswa diajak utuk memahami kondisi yang mereka hadapi lalu membuat keputusan mengenai bagaimana cara memecahkan masalah tersebut lewat beberapa alternatif rumus.

Jika hal ini dilakukan secara berulang dan dengan pola pendakatan yang baik, sudah barang tentu siswa termotivasi untuk mempelajari dengan lebih baik mata pelajaran matematika. Tidak hanya melakukan kewajiban seorang guru, namun juga memberikan kesempatan siswa untuk lebih percaya diri dalam mencapai masa depan yang mereka inginkan.

Jaman sudah berkembang dengan sedemikian cepatnya, sudah barang tentu siswa harus dapat ikut ambil bagian dalam arus perkembangan ini. Tanggung jawab ini harus didukung oleh semua pihak, dengan mengambil peran dan fungsinya masing-masing.

Ikuti tulisan menarik Ina Wahyuni lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler