x

Iklan

Abdul Manan

Jurnalis yang tertarik mengamati isu jurnalisme, pertahanan, dan intelijen. Blog: abdulmanan.net, email abdulmanan1974@gmail.com
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Operasi Pimlico: Kisah Penyelamatan Agen KGB ke London

Agen KGB Oleg Gordievsky mengungkapkan untuk pertama kalinya rincian pelariannya menuju London pada 1985 lalu.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleg Gordievsky, seorang agen ganda Uni Soviet yang diam-diam membelot ke Inggris 30 tahun lalu, mengungkapkan untuk pertama kalinya rincian pelariannya dari negara yang kini bernama Rusia itu. Pelariannya secara diam-diam yang dibantu oleh intelijen Inggris tahun 1985 lalu ditulis oleh Intelnews.org edisi 6 Juli 2015 dan Dailymail.co.uk edisi 7 Juli 2015.

Gordievsky adalah salah satu dari intel Sovyet tingkat tinggi yang membelot ke negara Barat pada tahap penutupan Perang Dingin. Ia bergabung dengan KGB Soviet pada tahun 1963 sampai akhirnya mencapai pangkat kolonel. Tapi pada tahun 1960, saat bertugas di Kedutaan Soviet di Kopenhagen, Denmark, Gordievsky mulai merasa kecewa terhadap sistem Soviet. Keraguan atas sistem politik di negara itu diperkuat oleh invasi Soviet ke Cekoslowakia pada 1968. Setelah itu, ia membuat keputusan untuk menghubungi intelijen Inggris.

Secara hati-hati, Dinas Rahasia Inggris (dikenal sebagai MI6) berkomunikasi dengan Gordievsky, dan pada tahun 1974 ia diam-diam juga menjadi agen Inggris. Delapan tahun kemudian, pada tahun 1982, Gordievsky dipromosikan menjadi rezident (kepala kantor) KGB di London. Saat di sana, ia sering melakukan kontak dengan handler-nya (pengendali) di MI6, memberikan mereka informasi yang sangat didambakan, antara lain soal strategi nuklir dan identitas mata-mata Sovyet.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia juga yang menginformasikan kepada penguasa di London soal masa depan cemerlang Mikhail Gorbachev yang akan menduduki posisi puncak Uni Soviet, jauh sebelum ia terlihat oleh intelijen Barat sebagai calon yang layak untuk memimpin negeri ini. Gorbachev menjadi Presiden Uni Sovyet mulai 15 Maret 1990 sampai 25 December 1991.

Namun pada 22 Mei 1985, Gordievsky tiba-tiba dipanggil kembali ke Moskow, di mana ia kemudian ditahan oleh KGB. Ia segera dibawa ke rumah aman (safe house) KGB di pinggiran Moskow dan diinterogasi selama lima jam, sebelum dilepas sementara sambil menunggu interogasi lebih lanjut.

Kebocoran soal Gordievsky bekerja untuk intelijen Inggris kemungkinan berasal dari dua sumber, salah satunya adalah Aldrich Ames, perwira badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA) yang menjual informasi rahasia kepada KGB.

Gordievsky berhasil lolos dari pengawasan KGB dan muncul di Inggris kurang dari seminggu kemudian. Bagaimana ia bisa lolos dari pengawasan ketat KGB? Mantan agen ganda kelahiran Moskow 10 Oktober 1938 itu memberikan wawancara langka kepada majalah The Times, Inggris, Minggu 5 Juli 2015, di mana ia mengungkapkan untuk pertama kalinya rincian pelariannya dari Sovyet ke London.

Gordievsky mengatakan kepada Ben Macintyre dari The Times bahwa ia diselundupkan keluar dari Uni Soviet oleh agen MI6 sebagai bagian dari Operasi Pimlico, operasi pelarian darurat yang telah disiapkan MI6 jauh sebelum Gordievsky memintanya pada bulan Mei 1985.

Setiap Selasa, tak berselang lama setelah pukul 07:00 pagi, seorang perwira MI6 Inggris akan jalan-jalan pagi di Kutuzovsky Prospekt di Moskow. Dia akan melewati toko roti persis pukul 7:24. Jika ia melihat Gordievsky berdiri di luar toko roti sambil memegang tas belanja, itu berarti bahwa sang agen ganda meminta untuk dikeluarkan dari negara itu "segera".

Itulah yang terjadi pada hari yang hangat di bulan Juli di tahun 1985. Saat itu seorang pria setengah baya berdiri di trotoar Kutuzovsky Prospekt, jalan yang sibuk di jantung kota Moskow, sambil memegang tas plastik. Dalam setelan abu-abu dan dasi, ia tampak seperti warga Soviet lainnya, menunggu di luar sebuah toko roti di jalan menjemukan di tengah musim panas yang berdebu.

Itu adalah tanda bahaya dari Gordievsky. Setelah melihat agen MI6 melintas, Gordievsky kemudian harus menunggu di luar toko roti sampai seorang petugas MI6 kedua muncul, membawa tas dari departemen store mewah Harrods di London. Pria itu juga akan membawa permen Mars Bar yang populer di Inggris dan akan menggigitnya saat lewat tepat di depan Gordievsky. Itu menjadi pesan kepadanya bahwa permintaannya telah diterima.

"Saat agen itu melewatinya empat sampai lima yard, ia menatap lurus padaku," kata Gordievsky dalam buku memoarnya. "Dan aku menatap matanya sambil berteriak tanpa suara: "Ya, ini aku! Aku butuh bantuan mendesak!"

Empat hari kemudian, Gordievsky mengucapkan selamat tinggal kepada istri dan anak-anaknya. Ia menggunakan keahliannya untuk menghindari pengawasan dan pengintaian (atau dry-cleaned dalam istilah spionase) dari petugas KGB yang selalu membuntuti dia. Dia lantas naik kereta api menuju Leningrad, dari sana ia menuju ke kota Vyborg, sekitar 12 mil tenggara dari perbatasan dengan Finlandia. Di samping sebuah batu besar di jalan lingkar selatan kota, ia dijadwalkan untuk bertemu dengan mobil yang dikemudikan oleh diplomat Inggris yang ditugaskan untuk mengeluarkannya dari negara itu.

Rencana pelariannya disiapkan oleh agen MI6 di Moskow. Mengetahui bahwa ponsel mereka disadap, mereka secara terbuka mengesankan sedang melakukan ekspedisi ke Finlandia, yang melibatkan beberapa perawatan medis untuk istrinya, serta mengunjungi tempat belanja.

Sementara Gordievsky menuju utara melalui kereta api dan bus, dua pasangan diplomat Inggris ini melakukan perjalanan yang sama menggunakan jalan darat. Sepanjang jalan, mereka dibuntuti oleh mobil KGB. Untungnya, petugas MI6 mengendarai dua mobil Barat yang bagus, Saab dan Ford. Saat mereka mendekati Vyborg, mereka berhasil lolos dari pengawasan mobil yang membuntutinya.

Akhirnya, pada 20 Juli 1985 pukul 02:45, dua mobil mendekati sebuah batu besar. Di sana, mereka menemukan Gordievsky dalam keadaan basah kuyup, dan tampak kusut setelah dua hari perjalanan. Setelah memberitahu Gordievsky untuk masuk ke boot dari Ford, mereka lantas melaju dan meninggalkan kejaran mobil KGB yang tertinggal jauh di belakang.

Petugas bea cukai Soviet menghentikan mobil diplomatik itu di perbatasan Finlandia, dikelilingi dengan anjing pelacak. Pada saat itu, istri seorang diplomat Inggris, yang menyadari bahwa Gordievsky bersembunyi di dalam mobil, keluar dari kendaraan dan mulai mengganti popok bayinya di bagasi, sehingga menjaga tempat persembunyian Gordievsky dan menutupi aroma dengan menggunakan popok bayinya. Jika bukan karena istri diplomat itu, kata Gordievsky, ia mungkin telah tertangkap.

"Jika rencana pelarian ini tidak berhasil, saya harus menyerah dan mengaku kepada KGB bahwa saya adalah seorang agen intelijen Inggris," kata Gordievsky seperti dilansir Dailymail.com 7 Juli 2015. "Setelah interogasi, saya akan ditembak."

Gordievsky pun lolos dari pemeriksaan di perbatasan. Setelah melintasi perbatasan Soviet-Finlandia, boot Ford dibuka. Gordievsky lantas mendongak dan melihat wajah-wajah berseri-seri para penyelamat dengan latarbelakang pohon-pohon pinus dan langit biru. "Berkat keberanian dan kecerdikan teman Inggris saya," kenangnya, "Saya keluar! Saya aman! Saya bebas!"

Gordievsky lantas pergi ke Norwegia dan dari sana ia naik pesawat menuju Inggris. Pemerintah Soviet segera mengadilinya in absentia dan menjatuhkan hukuman mati terhadap dia, tetapi memperbolehkan istri dan anak-anaknya untuk bergabung dengannya di Inggris enam tahun kemudian. Itu pun setelah Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher secara pribadi melobi pemerintah Soviet. Hukuman mati terhadapnya tak pernah dicabut.

Gordievsky telah menulis sejumlah buku tentang KGB dan sering dikutip media tentang tema itu. Buku yang ditulisnya masing-masing: KGB: The Inside Story (1990); The KGB (1990), Instructions from the Centre: Top Secret Files on KGB Foreign Operations, 1975–85 (1991); More Instructions from the Centre: Top Secret Files on KGB Foreign Operations, 1975–85 (1992). Empat buku ini ditulisnya bersama Christopher Andrew. Satu buku lainnya adalah autobiografi berjudul Next Stop Execution, terbit tahun 1995.

Ikuti tulisan menarik Abdul Manan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB