x

Warga melakukan aktivitas di kawasan lokalisasi Kalijodo, Jakarta, 12 Februari 2016. Kawasan ini akan ditata menjadi taman kota atau Ruang Terbuka Hijau. ANTARA/Muhammad Adimaja

Iklan

muthiah alhasany

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Gusur Kalijodo, Cara Jitu Ahok Menang Pilkada 2017

Penggusuran lokalisasi Kalijodo adalah tindakan simpatik Ahok untuk meraup suara dari penduduk muslim.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Meski lembaga survei Indicator menyebutkan ada lima nama besar yang meramaikan bursa DKI-1, tetapi pada kenyataannya empat nama lainnya tidak bisa dibandingkan atau tidak setara dengan Ahok. Boleh saja mereka menjadi perhatian media massa, sedangkan kenyataan di lapangan sama sekali berbeda. Ahok jauh mengungguli saingannya.

Apalagi dengan kebijakan Ahok yang saat ini menjadi pusat perhatian, yaitu penggusuran lokalisasi Kalijodo. Jelas, ini merupakan strategi yang sangat jitu untuk memenangkan pilkada DKI nanti. Menggusur wilayah prostitusi adalah tindakan yang paling tepat untuk meraih suara penduduk yang beragama Islam.

Bagaimana tidak, selama ini isu negatif yang kerap menyerang Ahok adalah karena dia non muslim. Segala yang berbau agama, dikaitkan dengan Ahok untuk menjatuhkan dia. Sekarang, kebijakan menggusur Kalijodo tak mungkin ditentang oleh ormas yang mengaku agamis. Kalau tidak, masyarakat akan menganggap mereka orang-orang munafik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di Jakarta, PKS memiliki suara yang cukup kuat.  Partai yang berlabel agama ini menguasai kampus-kampus melalui pengajian-pengajian dan pembentukan ormas. Menggusur pelacuran adalah bagian dari jargon mereka, sebagaimana ketika mendukun walikota Surabaya menggusur Dolly. Jadi bisa dipastikan bahwa PKS akan diam manggut-manggut dengan kebijakan Ahok.

Bahkan ormas yang paling fanatik dan keras seperti FPI, juga tidak akan berani bersuara mendukung Kalijodo. Walau misalnya ada tuduhan pencitraan, tetapi bagaimana pun juga menggusur wilayah lokalisasi adalah sesuai dengan program mereka. Sungguh tidak mungkin bahwa mereka akan menentang Ahok menggusur Kalijodo, kecuali jika mereka ingin dituduh  sebagai penikmat tempat tersebut.

Sejatinya, Ahok memang harus melakukan langkah fenomenal. Mengingat bahwa sebagian besar penduduk beragama Islam. Sangat penting untuk meraih simpati mereka. Ini bukan berarti bahwa program lain yang telah dilakukan sia-sia. Penggusuran Kalijodo menjadi penyempurnaan kebijakan-kebijakan Ahok untuk memperbaiki ibukota.

Boleh saja orang mengatakan bahwa Ahok meniru Bang Yos ketika menggusur Kramat Tunggak dan mendirikan Islamic Center. Atau dianggap meniru Risma dengan menggusur Dolly. Namun yang paling penting adalah, Ahok berhasil melaksanakan hal ini dengan baik tanpa mengabaikan saran dari para pendahulunya.

 

Ikuti tulisan menarik muthiah alhasany lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini