x

Iklan

Iwan Tantomi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Mengais Rezeki dari Blog

Selama ini blog masih dimanfaatkan sebatas hobi, padahal jika ditekuni bisa mendatangkan rezeki

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sekilas sosoknya tak ubahnya perempuan pada umumnya. Gemar jalan-jalan atau sekedar kongko di sebuah kafe atau resto sekadar menjajal kuliner baru yang sedang jadi tren di media sosial. Tidak ketinggalan, aksi memotret makanan atau tempat-tempat menarik pun tidak ketinggalan dilakukannya. Memilih ­angle-angle yang pas, sebelum diunggahnya di social media. Bahkan, demi mendapatkan hasil terbaik, kamera mirrorless pun dibawanya setiap kali pergi.

Jika hasrat seorang social media junkie biasanya terpuaskan usai mengunggah foto yang dianggapnya keren ke media sosial dan mendapatkan banyak like dan komentar, misalnya, maka tidak dengan perempuan yang satu ini. Tampilan visual hasil bidikan kamera yang apik, memang mampu memikat setiap pasang mata saat melihatnya di social media.

 

Besok Jumat. Yuk lihat Indonesia lebih dekat! #pantaimawun #PesonaIndonesia #vitaminsea #weekend

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

A photo posted by NengBiker (@neng_biker) on Dec 3, 2015 at 5:25am PST

Namun, bagi perempuan yang sudah berkeluarga ini, mendeskripsikan secara detail dengan bubuhan informasi yang memadai, dapat membantu setiap pembaca sekadar datang mencicipi kelezatan sebuah makanan atau membuktikan keindahahan sebuah tempat. Tentunya, dengan media penyaji karakter huruf dan visual yang lebih lapang layaknya sebuah situs, apalagi jika bukan blog.

Dialah Aik, setidaknya begitulah panggilan populer yang diucapkan orang-orang kepadanya. Sudah hampir delapan tahun berlalu, ia berkecimpung dalam dunia blog. Menjadi seorang blogger. Kepiawaiannya dalam merangkai kata dan memadukannya dengan tampilan visual hasil jepretannya sendiri, membuatnya berinisiatif untuk menuliskannya dalam sebuah laman blog.

Saran Jitu Seorang Kawan

Jauh sebelum mulai ngeblog, sebenarnya perempuan bernama lengkap Dwi Ariyani ini sudah punya kebiasaan curhat di media sosial. Tahun 2007 yang paling booming adalah Friendster. Melihat tulisannya yang panjang dengan bubuhan foto layaknya sebuah informasi berita, temannya menyarankan untuk memulai membuat blog. Sebagaimana blogger pemula, di masa itu Aik juga memanfaatkan blognya untuk menuliskan unek-unek sekenanya yang ada di pikiran. Bahkan, dia sudah menganggap blognya sebagai 'buku harian'. Suntuk sedikit atau tiba-tiba terlintas ide, langsung membuka dashboard blog dan menulis.

Jualan Konten

Menyadari tulisannya banyak direspon dan disukai pengunjung blognya, Aik mulai terpikirkan untuk menjual konten atau tulisannya. Tapi, bukan hal yang mudah, mengingat di akhir tahun 2007, industri kreatif masih belum begitu menggeliat seperti sekarang. Sementara, dia berpikir keras bagaimana caranya bisa memperoleh penghasilan dari tulisan digitalnya. Sampai suatu ketika, ada sebuah startup media online di Kota Malang yang menawarinya menjadi penulis konten melalui kenalan ke kenalan.

Sejak saat itu, dia mulai menjual kontennya secara serius. Sayangnya, tidak diperuntukkan di blognya, melainkan sebuah situs media online yang kini telah berkembang menjadi salah satu grup media online hiburan terbesar di Indonesia. Kendati demikian, dia tetap rajin mengisi blognya dengan ulasan-ulasan menarik dari hasil pengalamannya jalan-jalan atau icip-icip makanan.

Berdirinya Komunitas Blogger Ngalam

Semenjak diminta bekerja di perusahaan startup media online langsung di kantornya, Aik seolah mendapatkan keuntungan ganda. Pasalnya, selain dirinya, hampir kebanyakan content writer di sana adalah blogger. Berjumpa dengan banyak orang yang punya hobi serupa, membuatnya semakin semangat  menelurkan konten-konten kreatif. Tak jarang, sehabis pulang dari kantor atau pas istirahat makan siang atau mungkin ngobrol disela-sela bekerja, sering bertukar dengan rekan sesama blogger.

Tanpa mereka sadari, aktivitas berkumpul sesama blogger ini lama-lama menarik banyak blogger lain (hanya) dari mulut ke mulut. Hingga akhirnya, Aik berinisiatif bersama teman-teman sesama bloggernya mendirikan sebuah komunitas blog. Awalnya bernama komunitas blogger kapanlagi ngalam, tapi lambat laut berubah menjadi Komunitas Blogger Ngalam. Kata ‘NGALAM’ merupakan kebalikan dari ‘MALANG’, bahasa khas Malang, Bahasa Walikan.

Menjadi Pemburu Kuis

Lima tahun berselang sejak kali pertama ngeblog atau tepatnya sejak 2011, Aik mulai serius menjadi seorang blogger. Menampilkan tulisan-tulisan berkualitas yang dapat menarik keuntungan di blognya sendiri, bukan situs milik orang lain. Salah satu caranya dengan aktif mengikuti kompetisi blog. Hampir setiap waktu Aik, berburu kuis – istilah untuk lomba blog. Satu per satu tulisannya membuahkan hasil kemenangan. Dari sanalah pundi-pundi keuntungan ia dapatkan. Bahkan, berkat kemenangan yang sering diterimanya dari lomba blog, dia bisa memiliki kamera mirrorless, PC ultrabook, smartphone secara cuma-cuma. Belum lagi tiket pesawat, hotel maupun voucher belanja yang semakin sering diterimanya sejak mengikuti kompetisi blog.

Kini orang tahu siapa NengBiker

Sering mengudara di kompetisi blog, lama-lama NengBiker.com, blog yang selama ini digunakan Aik untuk mempublikasikan beragam ceritanya, mulai dilirik beberapa pihak. Beberapa restoran yang ingin memanfaatkan jasa tulisnya untuk mengulas makanan, hampir memberikan undangan setiap ada menu baru yang ingin dipasarkan. Demikian halnya dengan hotel, khususnya di area Malang Raya, juga tak ketinggalan mengundanganya kala mengenalkan suite baru.

Bahkan, tak sedikit agensi perjalanan yang mendapuknya sebagai travel blogger sekaligus menyediakan sponsor untuk mengeksplorasi suatu tempat. Gara-gara profesinya sebagai blogger pula, Aik baru saja pulang setelah hampir sebulan mengunjungi beberapa destinasi apik dari ujung barat ke bagian timur Indonesia, bersama Kementrian Pariwisata. Ini tak lain karena dari waktu ke waktu Aik selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas tulisannya.

Kini, buah dari keseriusannya sebagai blogger, dia bisa memperoleh banyak keuntungan tanpa mengorbankan kesenangannya. Lebih-lebih, berkat prestasi blog dan menulisnya yang luar biasa, Aik menjelma menjadi Editor in Chief salah satu media online besar. Dia juga masih aktif berkumpul dengan Komunitas Blogger Ngalam. Salutnya, meski sudah dikenal banyak orang, dia tetap humble dan selalu terbuka saat dimintai saran seputar blogging yang keren.

Hal yang tentunya sangat menginspirasi bagi setiap orang yang ingin mencoba serius menjadi blogger sebagai profesi, khususnya bagi saya. Bertemu setiap hari dengannya di satu tempat kerja, membuat saya pelan-pelan menirunya untuk lebih serius menjadi blogger. Bahkan, dukungannya membuat saya juga bisa merasakan bagaimana menikmati pundi-pundi penghasilan dari menulis sebuah blog.

Satu hal yang pernah dikatakannya kepada saya dan selalu saya ingat, bekerja sesuai passion ibarat menjalani hobi yang dibayar. Passion Aik, passion saya adalah menulis. And, we always proud to be blogger!

Ikuti tulisan menarik Iwan Tantomi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu