x

Kivlan Zen, saat berkunjung di kantor redaksi Majalah TEMPO, Jln Proklamasi No 72, Jakarta Pusat, 4 Oktober 2006. TEMPO/Cheppy A. Muchlis

Iklan

Redaksi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Surat Terbuka Kivlan Zein untuk Goenawan Mohamad

Tulisan ini sudah dipublikasikan Kivlan di akun Facebooknya pada 20 Mei 2016. Ia menanggapi cuitan Goenawan Mohamad di Twitternya. @gm_gm: Nasihat utk Kivlan Zen: berhentilah memakai pikiran yg sudah berkarat utk melawan ideologi yg sudah berkarat.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pengantar: Tulisan ini sudah dipublikasikan Kivlan di akun Facebooknya pada 20 Mei 2016. Ia menanggapi cuitan Goenawan Mohamad di Twitternya. @gm_gm: Nasihat utk Kivlan Zen: berhentilah memakai pikiran yg sudah berkarat utk melawan ideologi yg sudah berkarat.

 

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kepada

Gunawan Muhammad

(Yang telah menuliskan nasehat untuk saya)

 

Seharusnya anda jangan menyebutkan bahwa fikiran Kivlan Zen sudah berkarat. Itu artinya bahwa anda telah menyerang pribadi saya dan bisa saja dituntut secara hukum. Kalau anda tidak setuju dan tidak senang dengan cara saya berfikir dan bertindak khususnya dalam menghadapi bangkitnya Komunisme di Indonesia, terutama tulisan pada majalah tempo yang terus berusaha menghidupkan kembali komunis dan juga partainya di Indonesia yang SEOLAH-OLAH tidak bersalah dalam kudeta G30S PKI pada tahun 1965 serta menyatakan bahwa tragedi itu dilakukan oleh Jenderal Soeharto dan TNI AD khususnya.

 

Kalau anda tidak setuju dengan fikiran dan tindakan saya, maka berikanlah kesempatan pada saya agar bisa BERPOLEMIK DENGAN ANDA DAN REKAN-REKAN DARI TEMPO.

 

Mari kita berdiskusi dan berdebat terbuka baik anda maupun seluruh awak media dan penulis yang ada di TEMPO.

 

Atau berikan kesempatan kepada saya agar fikiran ini bisa saya tuangkan di majalah TEMPO. Karena ada seorang wartawati TEMPO yang bernama NOVI mau mewawancarai saya tentang Komunis, namun saat itu saya sedang berada di Filiphina, akan tetapi sangat di sayangkan ketika saya kembali ke tanah air, saya kontak kembali berkali-kali saudari novi namun tidak ada respon.

 

Sekali lagi bung Gunawan Muhammad saya sampaikan ; "Mari Kita Berpolemik Secara Intelektual".

 

Kalaulah fikiran saya Berkarat, tentu masih bisa dibuat mengkilap dengan cara dibraso, namun orang-orang Komunis fikirannya itu seperti batu, tak bisa jika hanya dibraso, tapi masih tetap bisa dirubah dengan cara diasah, dipahat, dan digerinda setelah itu baru terbentuklah wujud yang baru. Mudah-mudahan anda tidak termasuk orang yang fikirannya seperti Batu.

 

Saya sangat menunggu dan menanti Undangan untuk mewawancarai saya dan tentunya juga BERPOLEMIK dan BERDEBAT dengan ANDA serta AWAK MEDIA TEMPO secara Terbuka dan Live di semua Stasion TV dan Radio.

 

Karena anda yang memulai menyerang saya secara pribadi maka anda pulalah yang mengakhiri dengan cara debat terbuka.

 

Terima kasih semoga Tempo tidak buang-buang Tempo. Semoga anda mendapat Rahmat dan Shalawat NABI MUHAMMAD SALALLAHU 'ALAIHI WASSALAM, karena nama Beliau anda pakai dan selalu di ucapkan Shalawat oleh ALLAH, MALAIKAT-MALAIKATNYA & UMAT MUSLIM ketika menyebutkannya. Berbahagialah anda karena telah memakai nama RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WASSALAM.

Ikuti tulisan menarik Redaksi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB

Terkini

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB