x

Iklan

Farhan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Tanpa Cadangan Uang, Anda Berjudi, Bukan Berinvestasi

Jadi apakah penting untuk memiliki cadangan uang tunai bagi seorang investor, terlebih cadangan uang tersebut tidak memberikan pengembalian sama sekali?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam membayar pinjaman dengan tingkat bunga yang tinggi, seperti pembayaran kartu kredit, dan membangun tabungan jangka panjang merupakan langkah awal agar anda dapat membangun keuangan yang sehat. Penasehat keuangan berselisih pendapat tentang berapa banyak jumlah uang tunai yang harus anda miliki, namun kita semua setuju bahwa sangat krusial untuk mempunyai simpanan untuk menjaga kondisi keuangan kita sebelum melakukan investasi.

Di sepanjang tahun 2015 suku bunga Bank Indonesia sendiri sudah mulai menurun dari 7,5% menjadi 6,75% sampai 21 April 2016 (Sumber : BI Rate). Namun tetap saja rupiah mengalami deprisiasi dalam jumlah yang cukup besar setiap tahun sehingga pilihan untuk memiliki uang tunai dalam jumlah besar, akan beresiko pada kerugian yang tidak sedikit.

Pilihan mencadangkan uang anda dalam bentuk dolar adalah ide yang bagus namun akan ada limit transaksi yang harus anda pertimbangkan terutama saat konversi mata uang yang akan memotong uang anda dalam jumlah yang tidak sedikit.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jadi apakah penting untuk memiliki cadangan uang tunai bagi seorang investor, terlebih cadangan uang tersebut tidak memberikan pengembalian sama sekali?

Kasus Tertentu Dalam Kepemilikan Uang Tunai

Sebentar. Argumen sebelumnya untuk kepemilikan cadangan uang sebelum berinvestasi memang secara logika masuk akal. Sebuah perencanaan keuangan jika dilihat dari posisi dan asumsi dari investor tentang prediksi yang akan datang terutama mengenai target dan tujuan jangka panjang mereka. Namun tetap saja, tidak ada yang pasti dalam hidup ini.

Sebagian besar dari kita dihadapkan dengan pengeluaran yang besar setiap bulannya yang bahkan kita tidak prediksi sama sekali atau faktor-faktor yang kita prediksi seperti biaya kesehatan, atap rumah, renovasi interior rumah, mobil baru atau bahkan kehilangan pekerjaan. Pengeluaran-pengeluaran seperti ini akan dapat merusak rencana anda jika anda tidak memiliki pengelolaan tabungan yang baik.

Sebagai contoh, jika anda belum punya tabungan yang cukup untuk menanggulangi masalah seperti permasalahan kesehatan serius, anda harus punya solusi lain seperti kepemilikan BPJS atau asuransi kesehatan tambahan. JIka tidak, anda akan memiliki masalah nantinya saat bingung harus mencari pinjaman kemana dan hati-hati sekali dengan penggunaan kartu kredit terutama karena bunganya yang sangat besar yang seharusnya dapat anda pergunakan untuk keperluan lainnya.

Timing Pasar

Pasar saham dan reksadana sama-sama sulit untuk diprediksi, terutama dalam jangka pendek, dimana investasi dalam instrumen seperti ini menjadi alternatif yang buruk sebagai penyimpanan dana anda yang aman.

Saat anda mulai berinvestasi, anda sebenarnya harus dapat menentukan saat yang tepat untuk menanamkan uang anda. Anda tidak tahu kemana arah pasar bergerak terutama jika anda butuh untuk menguangkan investasi anda dikarenakan kebutuhan mendesak.

Bahkan setelah bertahun-tahun tren positif, pasar sering kali terus mengalami koreksi. Jika anda menanamkan uang anda namun saat anda membutuhkannya terjadi koreksi, maka anda dapat terkunci dalam kerugian untuk transaksi tersebut.

Salah satu dari klien kami di Fibo Group baru-baru ini mengambil keputusan untuk menginvestasikan uang simpanannya dan mengesampingkan protes kami. Ketika beliau menyelesaikan tanggungan pajak Maret lalu, ditambah tren menurunnya IHSG, sebuah investasi dengan likuiditas tinggi harus selalu ada dalam gapaian anda jika ada sebuah isu yang harus ditangani segera, istilahnya jika ada pengeluaran tidak terduga tentunya perlu kita rencanakan dari awal bukan?

Walaupun pasar sering naik turun, beliau menjadi rugi karena pemilihan saat investasi yang tidak tepat untuk komoditas yang dipilih. Hal ini dapat diatasi dengan adanya diversifikasi saham dan adanya cadangan uang tunai yang baik untuk bermanufer dalam arah investasi jangka pendek.

Berapa Nilai Yang Cukup?

Berapa rupiah yang harus anda punya sebagai dana darurat anda? Semua tergantung pada gambaran keuangan anda secara garis besar, seperti apa anda punya proteksi resiko, seperti asuransi, yang anda miliki. Jika anda tidak memiliki asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi kecacatan, asuransi pendapatan, asuransi kendaraan dan lain-lain, anda akan terekspos pada resiko yang besar sehingga dibutuhkan dana proteksi yang cukup besar, termasuk pengeluaran yang tidak terduga, sehingga anda harus punya uang tunai lebih banyak. Namun jika anda memiliki proteksi yang cukup terhadap resiko, anda tentunya tidak perlu terlalu banyak cadangan uang yang perlu anda simpan. Misalnya, jika anda belum berkeluarga, memiliki BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, punya pasif income yang baik, dan lain-lain.

Ada juga pengaruh dari berapa dekat anda dengan masa pensiun anda mengingat anda tidak bisa lagi bergantung pada sumber pendapatan utama selama ini. Ada perubahan arus kas dari keuangan anda dari banyak masuk ke tabungan, menjadi tabungan yang berkurang. Para pensiunan terutama yang baru-baru saja pensiun, butuh untuk memiliki proporsi uang tunai yang lebih besar dan investasi konservatif untuk membantu menanggulangi resiko. Resiko yang rendah atau tidak beresiko sama sekali seharusnya menjadi fokus utama mereka dalam managemen keuangan. Akan berbahaya sekali jika uang mereka menurun nilainya secara drastis terutama bagi mereka yang baru saja pensiun.

Setiap orang butuh adanya eksklusifitas, namun kami umumnya menganjurkan mereka bagi yang masih bekerja untuk menabung paling tidak ada nilai tabungan mereka sebesar enam bulan pengeluaran rata-rata, diluar pajak. Dengan cara ini biasanya mampu membantu mereka saat kehilangan pekerjaan. Sedangkan bagi yang akan pensiun setidaknya mereka punya sekitar tiga tahun pengeluaran untuk disimpan. Tiga tahun akan cukup untuk dapat menemukan solusi keuangan setelah beristirahan dan mencoba memulai kembali, jika mungkin.

Uang Tunai Adalah Rajanya

Mulai awal tahun ini suku bunga menurun menjadi 6,75% jika dibandingkan sepanjang tahun 2015 lalu. Banyak investor yang frustasi dengan suku bunga yang menurun terutama bagi mereka yang mengandalkan instrumen yang rendah resiko.

Uang tunai menawarkan pengembalian yang buruk, bahkan anda akan merugi dengan cukup signifikan karena inflasi, namun kita tetap tidak bisa mengabaikan pentingnya kepemilikan uang tunai. Karena jika kita tidak punya simpanan uang tunai yang cukup, anda berjudi, bukan berinvestasi. Bank saja punya uang cadangan. Ya, ada aturan tentang uang yang harus dimiliki sebuah bank terhadap kredit uang nasabah yang disalurkannya. Pastinya jika anda serius dengan menjaga disiplin dan berusaha terus untuk mendapatkan target keuangan jangka panjang anda, maka anda harus ingat : Uang tunai adalah rajanya.

Ikuti tulisan menarik Farhan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu