x

Iklan

Fatima Az Zahra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Pemerintah Kota Makassar Gencar Bangun Infrastruktur Perkotaan

Dua tahun kepemimpinannya, Moh. Ramdhan Pomanto sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur perkotaan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dua tahun kepemimpinannya, Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto atau yang lebih akrab disapa Danny Pomanto ini memang sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur perkotaan. Hal ini terlihat dari beberapa usahanya untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah investor asing terkait pembangunan infrastruktur Kota Makassar.

Diketahui, beberapa waktu lalu, Danny melakukan pertemuan dengan pengusaha asing asal Perancis di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tentang Smart City Infrastructure, tata perkotaan, dan penanggulangan bencana.

Pertemuan ini sebenarnya menindaklanjuti kerjasama dengan Engine Ineo, yakni perusahaan rekayasa listrik, informasi dan sistem komunikasi yang telah berlangsung sejak bulan Februari 2016 lalu dan nota kesepahaman antara keduanya telah ditandatangani oleh Danny bersama General Manager Engie Ineo, Gaetan Texier.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Danny mengungkapkan bahwa Perancis telah dikenal sebagai negara yang memiliki infrastruktur smart city, tata kota, dan mitigasi bencana berbasis teknologi. Jadi, melalui pertemuan itu ia memaparkan sejumlah perencanaan pembangunan infrastruktur dan tata kota di Makassar, pengembangan smart city dengan menambah jumlah CCTV di beberapa titik strategis kota yang terhubung dengan War Room juga ia sampaikan.

Terkait penanggulangan bencana, Danny menyampaikan model ataupun strategi yang digunakan haruslah memperhitungkan faktor bahaya, kerentanan, dan kapasitas yang didasarkan pada karakteristik kondisi fisik Makassar yang dikenal sebagai Waterfront City, mengingat Makassar merupakan salah satu kota pesisir yang ada di Indonesia dengan garis pantai sepanjang 32 km yang mencakup 11 pulau-pulau kecil dengan luas keseluruhan mencapai 122.370 Ha atau sekitar 1,1% dari luas wilayah daratannya.

“Resiko penyempitan dan potensi terkena dampak kenaikan muka air laut harus diperhitungkan,” ujarnya.

Ancaman yang paling nyata menurutnya adalah tingkat abrasi yang cukup tinggi di beberapa kawasan pesisir yang ditandai dengan kemunduran garis pantai dari tahun ke tahun yang disebabkan beberapa faktor, seperti pengaruh gelombang yang terjadi di perairan pantai, pengaruh angin lokal, adanya pasang surut air laut serta adanya arus susur pantai di sekitar wilayah pesisir.

Misalnya, pada daerah Tanjung hingga Pantai Losari mengalami sedimentasi yang cukup tinggi diakibatkan adanya pengendapan sedimen yang terbawa oleh arus sungai pada daerah muara Sungai Jeneberang serta adanya arus laut pada muara sungai yang mengakibatkan terjadinya pengendapan sedimen dalam volume yang cukup besar.

Danny juga mengatakan bahwa meskipun belum pada kondisi yang membahayakan keselamatan warga setempat, namun jika hal ini dibiarkan berlangsung, dikhawatirkan dapat menghambat pengembangan potensi kelautan dan potensi wisata yang ada di kawasan pesisir.

Untuk itu, pertemuan dengan sejumlah investor asal Perancis ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan Makassar di bidang Smart City infrastructure, penataan kota, dan penanggulangan bencana.

Selain itu, Danny juga sedang gencar-gencarnya mengajak lulusan teknik untuk ikut serta berkontribusi secara ril dalam penataan infrastruktur perkotaan di Makassar. Menurutnya, kesemua program penataan kota Makassar bisa berjalan maksimal dan cepat jika alumni teknik arsitektur bersedia untuk bersinergi dengan pemerintah dan memberikan sumbangsih ide maupun gagasan terhadap kota Makassar.

Ikuti tulisan menarik Fatima Az Zahra lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu