x

Agar partai politik menjadi lembaga yang baik maka seluruh masyarakat harus ikut ambil bagian dalam partai

Iklan

muthiah alhasany

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Jokowi Harus Selamatkan Partai Kecil

Partai kecil merupakan bagian dari demokrasi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dari dua belas partai politik yang menjadi peserta Pemilu 2014, ada dua partai yang terhitung kecil, yaitu PKPI dan PBB. Dua partai ini tidak bisa memenuhi ambang batas parlemen atau  Parliamentary Threshold (PT). Perolehan suara yang didapat keduanya tidak sampai dua juta.

Namun bukan berarti partai tersebut bisa dianggap sepele. PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) memang gagal menempatkan wakil di DPR RI, tetapi memiliki perwakilan di DPRD, baik DPRD TK I maupun DPRD TK II. PKPI berhasil menempatkan sekurangnya 381 anggota di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu ada juga beberapa kepala daerah yang berhasil dimenangkan melalui Pilkada.

Partai yang dianggap kecil ini adalah korban sistem yang belum berpihak sepenuhnya pada demokrasi. Di beberapa daerah, PKPI memperoleh suara yang signifikan, yang seharusnya bisa meloloskan anggota ke DPR Pusat. Hanya karena adanya PT, maka mereka menjadi gugur di tengah jalan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika sistem ini masih terus dipakai, maka pemasungan suara rakyat akan terus terjadi. Suara mereka dianggap tidak ada, dan tertelan oleh partai-partai yang menguasai gedung Nusantara di Senayan. Mereka menjadi suara yang termarjinalkan, karena tidak bisa didengar dan tidak diperhatikan oleh elite politik. Padahal mereka adalah bagian dari rakyat Indonesia yang sesungguhnya.

Pada masa pemerintahan Jokowi, ada harapan bahwa akan terjadi perubahan sistem yang lebih memihak rakyat kecil. Apalagi dengan didengungkannya program Nawacita yang merupakan 'terjemahan' dari cita-cita the founding fathers. Dalam beberapa bidang, program ini berjalan, tetapi lain halnya dengan politik, masih nol besar.

Jokowi sama sekali tidak membawa perubahan apapun dalam bidang politik. Pada mulanya kita mengira bahwa dia mampu menghembuskan angin segar dalam tatanan politik di Indonesia dengan beberapa kebijakan yang cukup spektakuler pada tahun pertama. Namun akhir-akhir ini Jokowi justru melangkah mundur dengan memenuhi permintaan sang Ibu Suri dari PDIP, Megawati Soekarnoputri. Salah satunya adalah menaikkan Budi Gunawan menjadi Kepala BIN. Dalam kacamata masyarakat, Jokowi telah terjebak dalam komitmen politik dengan partai pengusungnya tersebut.

Selamatkan Partai Kecil

Seandainya Jokowi konsisten ingin membawa perubahan dan kemajuan bagi Indonesia, maka selayaknya Jokowi menyelamatkan partai kecil seperti PKPI. Jokowi harus menggandeng partai kecil demi kepentingan bangsa dan negara, di samping itu juga kepentingan politik bagi Jokowi sendiri.

Ada beberapa alasan:

1. Partai-partai kecil, bisa menjadi penyeimbang kekuatan politik yang terlalu didominasi partai besar yang haus kekuasaan. Ibarat pepatah kecil-kecil cabe rawit maka jika partai-partai kecil dihimpun, akan menjadi kekuatan tersendiri yang kadang tidak bisa dilihat di atas kertas. Kekuatan ini juga bisa melepaskan Jokowi dari jerat partai-partai besar.

2. Partai-partai kecil adalah pengejewantahan dari suara rakyat kecil yang memang memiliki pendapat dan pandangan lebih murni daripada partai besar yang kebanyakan didikte oleh pimpinannya. Maka suara dari partai kecil inilah yang seharusnya didengar oleh Jokowi jika memang peduli kepada rakyat.

3. Jokowi harus melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 yang melindungi hak setiap warga negara dalam menyalurkan aspirasinya jika ia memang pemegang amanah rakyat untuk menjadi presiden.

Dalam hal ini, maka terjadinya kasus PKPI yang diobok-obok oleh pihak lain, seharusnya menjadi perhatian Jokowi. Sebagaimana diketahui, PKPI adalah partai yang selalu konsisten menjalankan undang-undang dan selalu berpegang teguh pada AD/ART.  Jokowi, melalui Kemenkumham selayaknya dapat menilai secara obyektif melalui pengorganisasian partai yang sesuai dengan UU dan AD/ART partai tersebut.  Sedangkan pihak lain yang mendobrak segala aturan yang merusak partai harus segera dibersihkan, meski pihak tersebut memiliki akses dan kedekatan dengan  Jokowi. Jokowi harus menyelamatkan partai ini dan mengembalikan marwah partai sebagaimana yang selama ini dilaksanakan oleh alm. Bpk Edi Sudradjat.

 

 

Ikuti tulisan menarik muthiah alhasany lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan