x

Calon Gubernur DKI, Anies Baswedan, berbincang dengan orang-orang difabel saat peresmian posko relawannya, Jakpas, di Jatinegara, Jakarta Timur, 30 September 2016. TEMPO/Friski Riana

Iklan

muthiah alhasany

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Anies Baswedan Vs Google

Pencarian Google Tentang Ahok yang Menjadi Viral di Dunia Maya

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pernyataan Anies Baswedan bahwa sungai-sungai di Jakarta bersih karena Foke (Fauzi Bowo), Gubernur DKI sebelum Ahok, mengundang reaksi dan polemik. Apalagi ketika ada orang yang iseng menggunakan mesin pencari Google dan jawabannya adalah Mungkin maksud anda, sungai bersih karena Ahok. Tak pelak lagi, jawaban Google menjadi viral, begitu cepat tersebar di dunia maya.

Anies Baswedan dibully habis-habisan, terutama dari para pendukung Ahok. Ia dianggap tidak mengetahui fakta bahwa Ahok mengupayakan kebersihan sungai untuk mengurangi banjir. Sedangkan pada zaman Foke, hal itu belum terjadi. Anies, yang memang seorang ilmuwan, tentu tidak menyangka akan akibat pernyataannya. Padahal, sebagai seorang intelektual, ia hanya berusaha mengungkap asal muasalnya.

Anies tidak salah, Ahok juga tidak salah. Satu hal yang kurang dipahami oleh masyarakat awam adalah cara kerja Google. Banyak orang tidak tahu bahwa Google tidak selamanya benar. Google hanya mencari berdasarkan data yang masuk, tetapi Google tidak pernah mencari berita sampai turun ke lapangan sebagaimana wartawan lakukan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ada beberapa faktor yang memengaruhi Google:

1. Berapa banyak situs yang memuat tentang sungai bersih karena Ahok. Situs itu bisa berupa berita atau artikel ayng ditayangkan melalui media online/blog dan sejenisnya. Jadi, jika banyak orang yang memberitakan atau membuat opini bahwa sungai bersih karena Ahok, maka yang akan muncul di layar Google bisa dipastikan adalah hal itu.

2. Situs berbayar. Ada beberapa jenis situs berbayar yang ada di Google. Jika pengelolanya mampu membayar sejumlah tertentu yang sudah ditetapkan oleh admin Google, maka situs tersebut akan selalu berada di halaman pertama pencarian Google untuk masalah tersebut. Karena itu, jika semakin banyak situs yang berani membayar, akan nongkrong di halaman pertama. Bayangkan jika situs-situs tersebut memuat informasi/tulisan/artikel bahwa sungai bersih karena Ahok.

3. Google tidak berpihak pada salah satu Cagup. Orientasi Google hanyalah peningkatan pelayanan. Siapa saja yang mengerti cara kerja Google, bisa memaksimalkan Google untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. Anies mungkin seorang ilmuwan mumpuni, tetapi dalam hal teknologi dunia maya, agaknya Ahok lebih paham.

Polemik soal Google ini menjadi kampanye tersendiri, baik bagi Ahok maupun Anies. Toh masing-masing pendukung akan mencarikan alibi dan pembenaran bagi kandidat pujaannya. Kita cukup menyimak dan memerhatikan dari dunia maya. Sejauh tidak melakukan black campaigne atau menggunakan SARA, semua sah-sah saja.

Ikuti tulisan menarik muthiah alhasany lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini